Thursday, August 1, 2013

KEINDAHAN EKOR MERPATI KIPAS

Sebelum Anda membaca artikel merpati mengenai :
KEINDAHAN EKOR MERPATI KIPAS, kami sarankan Anda membaca juga artikel sebelumnya seperti:




Bagi sebagian orang, memelihara burung merpati bukan cuma sekadar untuk mengikuti lomba. Banyak juga orang memelihara merpati buat menikmati keindahan bulunya.

Salah satu jenis merpati hias yang popular di Indonesia adalah merpati kipas (fantail). Merpati ini biasa disebut merpati merak karena bila ekornya mengembang sempurna, bentuknya menyerupai ekor merak.

Merpati kipas kian populer karena jinak sehingga menarik minat. Sebagai merpati hias yang populer, tentu beternak merpati kipas menjadi pilihan pas buat membiakkan duit.

Salah seorang peternak merpati kipas adalah Prawira di Yogyakarta. "Permintaan merpati kipas cukup tinggi di pasaran," katanya. Ia memiliki delapan pasang induk merpati kipas. Dari delapan pasang itu, lima di antaranya baru bertelur sekali. Sisanya sudah beberapa kali.

Menurut Prawira, beternak merpati kipas menguntungkan. Selain karena peminatnya banyak, siklus bertelur merpati ini terbilang cepat. "Hanya butuh waktu 1,5 bulan, merpati kipas sudah bertelur lagi," katanya.

Lantaran bertelurnya cepat, hanya dengan delapan indukan, Prawira mampu menjual 20 pasang merpati dalam 1,5 bulan. Setiap pasang dihargai mulai Rp 400.000 - Rp 1 juta.

Prawira bilang, konsumennya tidak terbatas di wilayah Yogyakarta dan Pulau Jawa saja. "Tapi, banyak juga dari Sumatra dan Kalimantan," katanya.

Peternak lain adalah Deni Agustin di Palembang. Ia beternak merpati kipas sejak tahun 2012. "Saya tertarik karena permintaan merpati ini tinggi," katanya. Ia mengaku, konsumennya banyak dari luar Palembang. Bahkan, beberapa kali ia melayani pemintaan dari daerah Malang, Jawa Timur.

Sayangnya, tidak semua permintaan dari luar daerah bisa dilayaninya karena terkendala pengiriman. "Karena ini binatang hidup, pengirimannya pakai paket karantina dan biayanya mahal," ujar Deni.

Saat ini, Deni memiliki sekitar 10 indukan merpati kipas. Indukan sebanyak itu bisa menghasilkan 20 pasang anakan setiap bulan. Setiap pasang anakan dihargai Rp 250.000. Harga itu lebih murah dari pemain lainnya.

Peternak lain adalah Kamaruddin Anwar di Sulawesi Selatan. Ia juga banyak melayani konsumen dari luar kota. Kamaruddin mengembangkan merpati kipas lokal dan impor.

Merpati kipas lokal merupakan hasil kawin silang dengan merpati hias Jacobin.Sementara yang impor murni keturunan varietas asli, yakni Fantail asal India dan American Panther asal Amerika Serikat. Untuk yang silangan lokal, harganya Rp 500.000 per pasang. Sementara, varietas asli dihargainya hingga Rp 2,5 juta per pasang.