Showing posts with label Perkutut. Show all posts
Showing posts with label Perkutut. Show all posts

Monday, January 5, 2015

BENARKAH TANDA KEBERUNTUNGAN BAGI PEMILIK RUMAH KETIKA ADA PERKUTUT PUTIH YANG DATANG DAN MASUK RUMAH DENGAN SENDIRINYA ?

Saat menemani liburan anak pada saat libur sekolah beberapa hari lalu dan sekaligus sekalian menghabisjan masa cuti dan berkunjung ke Orang Tua di kampung, terlihat di teras rumah tetangga dekat rumah di kampung menggantang satu kandang burung yang isinya burung perkutut putih yang pada saat kami pantau sepertinya perkutut putih asli local dengan angguangan yang lumayan indah dan lumayan rajin manggung dan ketika kami tanyankan kepada pemiliknya, “Beli dimana dan berapa harganya ?” jawab Si Pemilik Perkutut: “Iki manuk teko dewe, lha ngerti-ngerti wis mlebu omah, terus pas tak cekel yo manut wae, yo wis tak rawat nganti saiki”  yang artinya: Ini burung dating sendiri, tahu-tahu udah ada di dalam rumah, terus pas ditangkap diam saja, dan ya udah dirawat samapi sekarang. Begitu lah kira kira ceritanya.

Cerita tentang pengalaman di atas, Si Pemiliknya berpendapat, ini burung membawa rejeki, kata Pemiliknya.

Terlepas dari itu semua, secara sepintas dari dapat burungnya saja sudah secara otomatis memang membawa rejeki, kata dia, “Lha wong udah ada yang mau mbayarin Rp 2 juta” (udah dibawain uangnya) tapi ga dikasih sama pemiliknya.

Disisi lain cerita, bahwa burung perkutut putih menurut beberapa cerita ada juga yang mengartikan bahwa yang memeliharanya bisa mendapatkan pangkat dan kedudukan yang dicita-citakannya. Perlu diingat, itu semua terserah kepada kepercayaan kita masing-masing. Namun semua rizki yang pasti Allah yang memberikannya tetapi barang kali berkat kita memelihara dan lantaran kita memelihara dan menyangi hewan peliharaan yang kita pelihara sehingga kita lebih diberkahi dan dipermudah dalam mencari rizqi.

Mohon maaf jika ada kesalahan penafsiran.

Semoga bermanfaat,
Salam burungbudidaya

sumber: http://damai9.blogspot.com/2015/01/benarkah-tanda-keberuntungan-bagi.html

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:

Saturday, May 31, 2014

Tips Menjodohkan Burung Perkutut

Tips Menjodohkan Burung Perkutut | burungbudidaya - Pada prinsipnya burung perkutut yang sehat biasanya rajin bunyi. Apa lagi apabila perkututnya sudah birahi (telah suka lawan type/cukup usia). 


Lalu cermati dan pastikanlah burung perkutut anda sehat. Ciri burung perkutut yang sehat dengan umum yakni berbulu mulus, halus dan tak mengorok. Burung juga tak kurus dan tak terlalu gemuk juga. Burung yang terlalu gemuk cenderung malas bunyi. 

Burung yang sehat juga memiliki kotoran yang agak bulat dan solid. Biasanya berwarna agak kecoklatan dan agak padat setelah jadi kering. Burung yang mencret (berair) mengisyaratkan kurang sehat (biasanya cacingan). Tetapi terkadang ada burung yang sangat doyan minum sampai kotorannya berair seperti mencret. Kotoran yang berwarna hijau juga mengisyaratkan burung perkutut yang kurang sehat. 

Setelah di optimis burung anda sehat maka optimis juga burung perkutut anda sukai hatinya. Burung yang sukai hatinya bisa sukai sekali berbunyi. Lalu anda harus membuatnya jadi sukai dan nyaman di lingkungan anda. 

Diantara langkah untuk buat peliharaan anda sukai yakni berikan pakan kesukaannya. Sudah lumrah apabila perkutut sukai sekali mengacak-acak pakannya hingga terkadang berantakan di lantai. Apabila terlalu banyak yang di buang berarti pakan itu tak di gemari perkutut. 

Cobalah berikanlah beberapa pakan di wadah yang terpisah, yang paling duluan habis maka itu yang di sukainya. 

Tahap selanjutnya yakni coba cermati area gantungan kesukaannya. Cobalah beberapa lokasi tempat gantungan kandangnya. Contohkan hari ini disisi kanan teras dan cermati perilakunya. Apabila dia tampak tenang dan bakal bunyi maka itu lokasi favoritnya. Setelah ketemu lokasi kesukaannya, maka tiap-tiap hari harus di gantung kandangnya disitu hingga dia rajin bunyi. Setelah burungnya rajin bunyi baru coba di lokasi yang lain agar miliki kebiasaan bunyi dimana saja. 

Apabila perkutut anda terlihat tak tenang di gantung dimana saja terutama apabila ada orang lewat, maka anda harus sering-sering memandikannya. 

Apabila tips di atas sudah di coba dan belum berhasil, maka anda harus membuatnya birahi. Langkah mudah saja, jodohkan dengan betina atau di umbar dengan beberapa ekor betina sekalian di kandang umbaran atau di suatu hal sangkar memiliki ukuran agak besar. 

Usahakan betina yang anda satukan dengan perkutut yang paling baik yang berumur lebih muda dan perkutut yang paling disayangi anda harus masuk umbaran duluan 1 hari pada awalnya supaya dia lalu yang berkuasa di kandang itu. Bila berkelahi biarlah saja selama perkutut yang paling disayangi anda yang menang. Biarlah kejar-kejaran terutama hingga bekur dan jodoh.

Friday, January 10, 2014

Cara Memelihara Burung Perkutut


Untuk burung yang satu ini (Perkutut) pada waktu ini memanglah lagi tak demikian digemari oleh beberapa penghobi burung (kicau mania) lantaran kicauan suaranya yang memanglah monoton, tetapi tak sekian untuk yang tahu serta faham perihal perkutut, malah lebih menentukan burung perkutut dibanding dengan burung type yang lain (burung kicauan), terlebih menurut keyakinan orang jawa, bahwasanya burung perkutut terlebih untuk yang type lokal malah mempunyai ciri khas serta dampak sendiri untuk si pemiliknya seperti diakui bisa medatangkan rizki (sabab musabab dimudahkan mencari rizki), kesehatan, kedamaian rumah tangga, kewibawaan, ketentraman, serta lain sebagainya dibanding dengan perkutut Bangkok yang memanglah dipelihata untuk didengarkan kemerduan kicauan suaranya.

Berikut sedikit panduan langkah pelihara supaya burung perkutut local/Bangkok rajin manggung serta gacor.

1. Yang paling utama bila kita inginkan suaranya, pastikan burung perkutut dengan type kelamin jantan, pastinya untuk beberapa penghobi perkutut sudah mengetahui cirri-ciri perbedaan pada perkutut jantan serta betina, yang di antara perbedaan yang pasti yaitu bila sumpit kaki rapat +/- 1 cm-an maka itu dapat di pastikan perkutut jantan serta yang betina lebih renggang, tubuh semakin besar serta tegak, ekor menyatu serta tak menyebar, serta tentunnya pastikan bakalan perkutut yang berkwalitas sebagai berikut :

• Sehat, aktivitasnya lincah, fisik baik, tegas, gagah, bulu-bulunya halus serta teratur rapi.
• Tatapan mata tajam namun lembut, mata bulat serta bersih, paruh agak lurus normal, kaki warnanya jelas.
• Nafsu makannya normal – aktif.

2. Memandikan burung routin dikerjakan, tetapi lain dengan memandikan burung kicauan, yakni lewat cara cukup diseprot dengan spray dengan semburat yang paling halus. Ada juga pendapat dari penghobi perkutut yang lain yakni dengan memakai air beras (air sisa untuk membersihkan beras) digabung dengan daun sirih sebaganyak 7 lembar lalu dimandikannya dengan air itu, dengan argumen air beras dengan rendaman daun sirih itu bisa menyingkirkan kutu yang ada di tubuh burung serta bisa mengkilapkan warna bulu burung perkutut.

3. Penjemuran mutlak dikerjakan saat pagi hari, dari awali seputar jam 7 – 9 lantaran perkutut kuat serta kebal pada panas, lantaran cahaya matahari pagi benar-benar dibutuhkan.

4. Pemberian makanan, pakan utama perkutut yaitu biji-bijian, rumput serta padi-padian. Diperternakan tidak tidak sering diberikan beras merah, milet, butiran jagung, campur makanan pabrik dengan kandungan protein tinggi, ditambah vitamin serta mineral pada makanan atau minumannya (seperti jewawut, milet, biji kenari, ketan hitam, beras merah, gabah mini, pakan ayam 521, serta vitamin).

Serta yg tidak kalah utama yaitu buat situasi di sekitar rumah diusahakan ramah pada burung berarti jangan sempat burung terasa tak nyaman, terganggu karenanya ada penggoda yang memanglah berniat menggoda atau lantaran tidak paham serta cuma mau iseng, maka jika dapat hal seperti itu diusahakan untuk dihindari untuk kenyamanan burung, lantaran bakal punya pengaruh pada fisik serta psikis si burung itu sendiri serta otomatis bakal mempengaruhi seni serta mutu nada si perkutut.

Sunday, October 27, 2013

Ikat Leher Suara Perkutut Merdu


Perkutut bertemura indah jadi idaman pemiliknya. Tetapi kerapkali waktu ia berbunyi terdengar nada noklak. Nada noklak yaitu nada pecah, bunyinya jadi klak. Untuk pehobi nada seperti itu jelas tak enak didengar lantaran yang diinginkan yaitu nada ujungnya berbunyi kung.

Banyak langkah dikerjakan pehobi agar nada noklak perkutut itu dapat diatasi. Satu diantaranya dengan mengikat leher burung. Hampir seluruh pemain perkutut sempat mempraktekkan cara tersebut. Manfaat ikat leher itu cuma menyempurnakan nada. Karena apabila perkutut aslinya memanglah tak mempunyai potensi nada bagus, agar diikat bagaimana juga akhirnya terus buruk. Pada usia 2, 5 bln. perkutut umumnya mulai bertemura hingga di waktu itu perkutut jempolan dapat diseleksi.

Sejatinya tak seluruh pehobi suka pada langkah ikat leher perkutut itu. Yang kontra mengatakan argumen mendengar nada perkutut seperti dengarkan seni nada. Jadi apabila diikat nada perkutut memanglah jadi indah namun tak alami. Walau sebenarnya seni nada perkutut itu mesti alami. Nah, lepas dari pro-kontra itu, pemakaian ikat leher pada perkutut telah umum dikerjakan. Juga di Thailand langkah yang dipopulerkan pehobi perkutut di Pulau Madura pada 1970-an itu itu telah digunakan dari akhir 1990-an.

Walau hanya sebatas mengikat, nyatanya perlu keahlian untuk dapat lakukan pengikatan. Salah mengikat berbuntut perkutut tak keluarkan nada. Kalaupu keluar suaranya tak meliuk-liuk, tertahan oleh ikatan. Pemasangan juga tak bisa terlampau longgar lantaran dapat bikin paruh burung masuk ke dalam ikatan serta burung tercekik. Nah, tali umumnya dipasang cocok seukuran badan burung. Tetapi, cara tersebut cukup berisiko karena tak ada ukuran pasti, seluruh tetap menggunakan metode kurang lebih.

Tali ikat yang digunakan umumnya nilon. Nilon diambil lantaran tidak tebal, halus dan tak gampang putus. Posisi ikatan mesti dekat kulit. Apabila terhambat bulu tak lagi bermanfaat. Nah lantaran cukup rumit banyak pehobi menentukan untuk memakai layanan pengikatan untuk menempatkan tali di leher sang perkutut. Tali itu umumnya dipasang dua hari sebelum saat lomba. Apabila sehari-hari tali itu mesti di buka supaya sang perkutut nyaman.

Tips Memelihara Burung Perkutut


Burung perkutut, yang di kenal dengan nama latin Streptopelia turtur, terhitung ke dalam famili Columbidae, sama juga dengan burung merpati. Perkutut yaitu burung yang datang dari Afrika, Asia, serta Eropa. Kebiaasaan migrasi perkutut jadikan burung ini ada dengan cara luas di beragam area didunia, tetapi tak didapati pada area yang beriklim ektstrim. Populasi perkutut di Eropa alami penurunan disebabkan pergantian metode pertanian serta perburuan oleh manusia, terlebih sepanjang migrasi perkutut. Perbedaan burung perkutut dengan burung merpati yaitu ukurannya, badan burung perkutut memiliki ukuran lebih kecil yaitu lebih kurang 24-29 cm panjangnya, 47-55 cm lebarnya, serta beratnya 85-170 gram saja.

Saat berbiak burung perkutut yaitu dari bln. Mei sampai Juli. Burung jantannya umumnya bakal menarik perhatian perkutut betina dengan gerak geriknya serta juga dengan suaranya yang khas berulang-ulang. Sepasang perkutut bisa membuahkan sebagian butir telur sepanjang musim kawin serta dierami sepanjang 14 hari. Sesudah menetas, sepasang perkutut itu berbarengan menjaga anaknya.

Pelihara burung perkutut yang benar bakal memaksimalkan saat hidupnya, yang rentangnya yaitu 10-12 th.. Sangkar burung perkutut yang baik yaitu yang mempunyai jeruji cocok hingga kepala perkutut tak tersangkut, dianjurkan untuk beli sangkar yang jerujinya banyak serta rapat. Basic sangkar perkutut baiknya di beri alas dengan kertas untuk pengaman, terlebih apabila basic sangkar terbuat dari kawat. Hal semacam ini untuk berikan kenyamanan untuk burung perkutut, oleh lantaran perkutut bakal menggunakan beberapa besar waktunya di basic sangkar, seperti dengan kebiasaannya di alam.

Pakan perkutut yang baik yaitu pakan yang seimbang gizinya. Beragam type pakan perkutut ada di toko burung, sebagian produknya juga mencantumkan kandungan gizi pada kemasannya. Sesekali perkutut bisa diberikan vitamin untuk suplemen makanan, tetapi mesti di perhatikan langkah pemberiannya supaya perkutut tak tersedak. Tablet atau kapsul vitamin yang menyangkut di tenggorokan perkutut bisa beresiko serta mengakibatkan kematian perkutut. Untuk menghindar supaya perkutut tak tersedak, maka gerus dulu tabletnya sebelum saat diberikan ke perkutut. Untuk kapsul, buka dahulu cangkangnya. lalu berisi digabungkan ke dalam air minum perkutut.

Bersihkan wadah pakan serta area minumnya dengan cara teratur, apabila dibutuhkan satu minggu sekali kandangnya bisa didisinfeksi untuk menghindar penyakit. Mandikan perkutut dengan cara teratur satu minggu sekali. Stres pada perkutut bisa dihindari lewat cara letakkan sangkar perkutut ditempat yang tenang serta terbuka sesekali, janganlah menyimpan sangkar perkutut didalam tempat tinggal terus-terusan. Hal semacam ini mutlak dikerjakan, lantaran stres pada perkutut dapat juga mengakibatkan sakit.