Showing posts with label Sangkar. Show all posts
Showing posts with label Sangkar. Show all posts

Wednesday, December 3, 2014

KENARI MACET BUNYI AKIBAT KANDANG / SANGKARNYA JATUH

damai9 – Beberapa penyebab kenari macet bunyi sebagaimana pada artikel sebelumnya yang juga bisa dibaca di sini, menjelaskan akibat-akibat yang timbul yang menyebabkan kenari berhenti bunyi, tetapi untuk kali ini diluar prediksi akibat kurang hati-hati (teledor) saat menggantungkan sangkar yang berisi burung kenari pada tempat yang kurang pas.

Kisah pribadi yang coba saya share untuk para pembaca blog ini yang mungkin juga memiliki burung Kenari di rumahnya dan juga barangkali pernah mengalami hal yang sama, tetapi apabila belum terjadi hendaklah berhati-hati ketika meletakkan sangkar pada gantungan yang semestinya, dan amati lebih jelas untuk meyakinkan bahwa sangkar sudah kita letakkan pada tempat yang sesuai.

Memang kejadian seperti yang pernah saya alami ini terkesan sepele, namun ternayata sangat berimbas dan memberi efek buruk kepada burung kenari yang saya miliki , dari semula kenari  yang biasanya rajin bunyi dan sering ngerol dan bisa dibilang gacor, namun karena kurang berhati-hati mencantelkan pada gantungan yang memang sudah di design sedemikian rupa sebagaimana cantelan burung pada umumnya dan akibat karena kurang teliti dan sempat terjadi goyangan pada kandang kenari yang sudah digantung disertai dengan tiupan angin yang lumayan kencang, akhirnya kandang/sangkar berisi burung kenari terjatuh.


Akibat dari kejadian itu, sekitar 3 minggu yang lalu hingga sekarang kenari cuman ngeriwik-ngeriwik biasa sebagaimana kenari-kenari bahan lainnya. Maka dari itu sekali lagi kami sarankan, pastikan bahwa sangkar yang kita gantung sudah pada posisi yang tepat. “Untungnya cuman burung kenari yang boleh dibilang tidak terlalu mahal, coba kalo burung lain yang lebih mahal… kan sayang ! heheheh….”

Semoga bermanfaat
Salam burungbudidaya
sumber: damai9.blogspot.com

BACA ARTIKEL LAIN TENTANG KENARI:

Friday, November 7, 2014

CARA MEMBEDAKAN MURAI BATU MEDAN, ACEH, NIAS, LAMPUNG, BORNEO, DLL, DILIHAT DARI WARNA DAN KOMPOSISI BULU EKOR, APAKAH VALID ?

damai9 - Apa kabar kawan kicau ? semoga selalu dalam keadaan sehat dan happy selalu. Kali ini akan sedikit disampaikan tentang pendapat di berbagai sumber di internet yang banyak tertuliskan artikel yang menerangkan tentang perbedaan Burung Murai Batu, apakah itu Murai Batu Medan, Aceh, Nias, Lampung Super, Lampung, Pasaman, Kalimantan (Borneo) dan sebagainya.

Menururt beberapa sumber, berikut adalah perbedaan jenis murai batu dilihat dari bentuk dan warna bulu pada ekor: 

1. Murai Batu Medan

Murai Batu Medan : warna bulu ekor terbagi 2 putih dan hitam pada 4 helai sebelah kanan dan 4 helai bagian kiri dengan belah miring atau serong, hingga membentuk huruf V / U, dan ekor selebihnya berwarna hitam seluruhnya, dengan panjang ekor berkisar antara 16 – 30 cm. lidi bulu lentur dan tidak kaku. Suara kicauan paling mantab diantara beberapa jenis murai lainnya, bagi kicau mania yang faham murai menurut beberapa pendapat, sekalipun hanya dari suaranya sudah bisa dikenal jika itu suara murai batu medan dan jenis ini yang paling sering kita temukin di berbagai ajang perlombaan burung jenis murai karena biasanya murai Medan yang paling memiliki karakter yang paling mantab.

2. Murai Batu Aceh / Nias


Murai Batu Aceh / Nias : bulu ekor seluruhnya berwarna hitam dengan panjang ekor berkisar antara 16 – 27 cm, terkadang orang menyebut dengan istilah murai black tile (si ekor hitam), lidi bulu lumayan tebal dan besar jadi terkesan kaku.

3.     Murai Batu Lampung


Murai Batu Lampung: warna putih keseluruhan pada pada dua 2 helai bagian kanan dan kiri ekor, dan 1 helai bagian kiri dan 1 helai bagian kanan warna terbelah menjadi dua warna (hitam dan puith) sedangnya bagian tengan seluruhnya warna hitam, panjang ekor berkisar antara 12 – 23 cm. lidi terkesan kaku tidak selentur sebagaimana MB Medan. Suara kicauan lumyan patut diperhitungkan dan banyak juga beberapa ajang perlombaan yang diadakan terdapat kategori murtai lampung dan lampung super.

4.     Murai Batu Kalimantan (Borneo)




Murai Batu Borneo: warna putih keseluruhan pada 2 helai ekor bagian kanan dan 2 helai bagian kiri, dan selebihnya bagian tengah berwarna hitam, panjang ekor berkisar antara 12 – 17cm. warna bagian dada biasanya lebih cerah agak kekuning-kuningan jika dibandingkan dengan jenis murai lainnya, dan apabila dilombakan biasanaya dada akan membusung, makanya sangat jarang sekali kita temukan di lapangan ketika ada perlombaan kategori murai biasanya murai borneo tidak diikutsertakan, kecuali ada kelas tersendiri.

Pada dasarnya kalo sekedar buat kicauan di rumah cukup lumayan, namun kembali lagi karena rumor di kalangan penghobi burung sudah terkesan tidak meiliki nilai plus makan orang juga kurang tertarik untuk memilikinya. Namun kembali kepada kita masing-masing.  

Dari contoh dan penjelasan diatas dan yang menjadi pertanyaan kita adalah, apakah semua pernyataan di atas bisa dijadikan sebagai patokan secara keseluruhan bahwa yang memiliki ciri-ciri demikian adalah sesuai yang disebutkan ? Permasalahannya sebagaimana yang salah seorang kicau mania yang juga faham dengan berbagai jenis murai batu menjelaskan, “semua itu belum bisa dipastikan” kata Pak Wit, kita ambil contoh yang paling ringan saja, murai Borneo, tidak semua Murai Batu Borneo berekor pendek karena ada juga yang memiliki ekor lebih dari 20 cm dan ada juga murai borneo dengan warna dada hamper mirip dengan lampung.

Demikian juga beliau juga mengatakan secara ekor tampar murai medan, namun setelah bunyi dan di trek ternyata nggelembung, maka menrut beliau jika burung murai yang kita miliki belum pernah kita coba trek dengan murai lainnya, maka masih ragu untuk memastikan jenis murai yang kita miliki, terkecuali jika memang ketika kita membeli memang asli membeli dari tempat yang memang sangat bisa dipercaya, seperti dari peternakan ataupun kawan deket kita.  

Yang pasti semua kita kembalikan kepada keyakinan kita dan kefahaman kita masing-masing atas mutrai yang kita miliki, yang pasti semoga murai yang kita miliki adalah murai yang terbaik untuk kita … heheheheh.
Demikian sekilas info dan semoga bermanfaat

Salam burungbudidaya  

Friday, August 15, 2014

“SEGARA BANTEN” JULUKAN KENARI MILIK YANTO YANG SIAP TANDING

damai9 - Seperti biasa rutinitas tahunan yang biasa dilakukan setelah melaksanakan puasa selama sebulan di bulan Romadhon adalah merayakan Idul Fitri, namun yang dimaksud rutinitas tahunan disini adalah pulang kampung (mudik) bagi pendatang yang bukan penduduk asli dimana aktifikas keseharian tempat tinggalnya. Diantara salah satunya adalah tetangga sebelah rumah, sebut saja namanya Mas Yanto yang juga mudik ke Anyer, Banten, dibilang mudik karena kebetulan rumahnya Anyer sementara aktifitas kesehariannya adalah Jakarta.

Terlepas dari persoalan mudik, Mas Yanto sengaja mencari kesempatan pada saat mudik dengan mencari “intan” yang berharga yaitu seekor kenari yang belum terjamah oleh tangan seorang penghobi yang ahli dalam hal burung, setelah tahu bahwa yang dia dapat adalah kenari bagus, maka sedemikian rupa oleh si Yanto dibentuk hingga menjadi seekor kenari yang sangat berkualitas dan karena memang pada awalnya sudah diketahui bahwa kenari yang akan dia beli adalah ciri kenari yang memiliki prospek bagus dan berkualitas, dengan mahar yang relatif murah yang diserahkan kepada si pemilik sebelumnya. Itulah faktor keberuntungan.



Berkat keahlian yang dimilikinya dan faktor keberuntungan yang berpihak pada Yanto, dibawalah kenari Hijau Bond tersebut ke Jakarta dengan memasukkan dalam selongsong yang didalamnya dimasukkan buah ketimun sebagai cadangan makanan selama perjalanan. Dan ternyata memang benar adanya, sesampai di Jakarta dengan jedah waktu yang tidak terlalu lama setelah kenari dimasukkan dalam kandang, terdengarlah suara yang keluar dari mulut manis si kenari dengan suara klekeran yang panjang, kriwikan keras, ciapan tembus, wuuuuiiiih… pokoknya mantap dah… ! terlebih didekatkan dengan ciblek miliknya yang sekarang juga sudah gacor, maka tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan menjadi kenari yang siap ditandingkan.


Hari demi hari, minggu berganti minggu, tidak sabar Mas Yanto ingin mencoba medampingkan “Segara Banten” dengan milik tetangganya dan ternyata benar, menurut pengakuan dia setelah disandingkan (ditrek) dengan kenari lain yang boleh dibilang sudah bagus, ternyata kualitasnya masih dibawah Segara Banten milik Yanto.

Demikian sekilas kisah Segara Banten yang memiliki arti Lautan Banten, burung kenari asal daerah ini yang ternyata memang sangat berkualitas.
Salam burungbudidaya

Wednesday, May 21, 2014

MENGAPA KUTILANG MENURUT KEBANYAKAN PENDAPAT DIANGGAP SEBAGAI BURUNG "HAMA" ? APAKAH ADA YANG SALAH ?

damai9 - Hanya sebagian kecil saja pecinta burung yang memiliki burung kutilang dan biasanya pemiliknya adalah; pertama, orang yang tidak tahu persis tentang burung sehingga yang penting ikut-ikutan bisa punya burung yang bisa ngoceh, apalagi kutilang memang rajin ngoceh sekalipun pada dasarnya si pemiliknya tidak sadar kalo burung miliknya (kutilang) menurut anggapan sebagaian besar kicau mania adalah merupakan burung yang dianggap sebagai hama (perusak suara) burung-burung lain. Seperti misalnya, Murai Batu yang sudah gacor harganya diatas 3 jutaan, namun karena ada isian suara kutilangnya biasanya dan menurut pengalaman kawan harganya menjadi turun tidak sesuai perkiraan, dan yang kedua, ada unsur kesengajaan oleh si pemiliknya karena rasa iri kepada tetangganya yang memiliki burung yang bagus-bagus, namun yang kedua ini semoga tidak terjadi pada diri kita.  

Memang sih, burung kutilang bukan merupakan burung unggulan baik untuk sekedar pelihaaraan apalagi untuk lomba atau kontes burung kicauan, sepertinya untuk saat ini belum dikategorikan apalagi dengan harganya yang sangat relatif terjangkau, namun tidak ada salahnya jika kita juga memelihara burung tersebut untuk tambahan koleksi di rumah kita. Namun yang membuat kita heran ! “Mengapa Kutilang harus disebut sebagai burung hama ?”

Ada satu kisah menarik yang ingin saya sharekan di sini tentang murai batu yang terdapat isian kutilang.

Berdasarkan pengalaman seoarang kicaumania yang bercerita, ada tetangganya punya burung kutilang sudah rajin berkicau (gacor) sedangkan tetangganya yang lain yang punya murai batu yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan pemilik kutilang, lama-kelamaan murai batunya bisa menirukan suara kutilang dan akhirnya ada isian suara kutilang. Pada suatu ketika murai batu diikutkan lomba, namun karena ada suara kutilang nilainya menjadi berkurang menurut penilaian Si Juri. Akhirnya murai batunya dilelang dan harganya yang semula lumayan mahal manjadi murah karena ada isian kutilang.

Dan ada cerita lain dengan  kisah yang hampir sama dengan kisah diatas, langkah yang ditempuh oleh pemilik murai batu, membeli kutilang dari pemiliknya dan kemudian dilepasnya atau diberikan kepada orang lain agar tidak terdengar lagi suara kutilang yang bisa merusak kicauan murai batu miliknya.

Sebenarnya apa yang salah dengan suara kutilang dalam murai batu tersebut? apakah karena kutilang murah? ataukah mungkin itu hanya karena sekedar penilaian juri saja? ataukah ada hal lain… ?

ARTIKEL LAINNYA:



Semoga bermanfaat
Salam burungbudidaya

Monday, April 28, 2014

DIJUAL KANDANG / SANGKAR MURAI SECOND

Dijual kandang/sangkar Murai Batu No. 2/3, kondisi second, masih layak pakai, barang sesuai di gambar. dijual karena burungnya sudah laku, dari pada tidak terpakai. harga Rp 225 (Nego)  - SUDAH TERJUAL

Alamat : Cipete Utara - Jakarta Selatan (dekat ITC Fatmawati)

Tuesday, August 20, 2013

TIPS CARA MERAWAT POKSAY AGAR CEPAT RAJIN BERKICAU DAN GACOR

damai9 - Cara Merawat Agar Poksay Rajin Berkcau:

1. Tetap yang pertama pemilihan jenis kelamin jantan
2. Memandikan burung setiap pagi sekitar pukul 7-8an
3. Bersihkan kandang, ganti atau tambahkan makanan (voer) dan tetap sediakan makanan pokok berupa buah dan berikan vitamin.
4. Lakukan penjemuran selama 1-2 jam
6. Berilah makanan tambahan (EF) berupa serangga, seperti jangkrik setiap pagi dan sore masing-masing 3-4 ekor, ulat bambu cukup 1-2 ekor setiap hari. 
7.Buatlah suasana di rumah ramah, aman dan nyaman bagi burung

Tips ini tidak mutlak harus dilakukan karena tergantung cara kebiasaan yang bisa dilakukan oleh masing-masing pemilik burung.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam

Wednesday, April 10, 2013

TIPS CARA MERAWAT CUCAK HIJAU AGAR RAJIN BERKICAU (GACOR) DAN JADI JAWARA

Blog Si Petani - Berikut adalah tips dan cara simple dalam merawat cucak hijau agar rajin berkicau (gacor):

  1. Pertama diawali dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan bagaimana cara membedakan jenis kelamin antara burung Cucak Ijo jantan dan betina, silahkan bisa dilihat disini.
  2. Selanjutnya burung dimandikan setiap pagi dengan cara semprot menggunakan spray atau bisa juga dimandikan menggunakan kandang / keramba mandi, sambil burung mandi sekalian membersihkan sangkar aslinya.
  3. Bersihkan kandang setiap hari termasuk buang kotoran burung, ganti atau tambahkan makanan, seperti voer, pisang kepok, dll., ganti air minum dan usahakan berilah air minum burung dengan air yang sudah dimasak atau bisa juga dengan air kemasan atau air mineral.
  4. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1 jam atau lebih jika matahari benar-benar cerah dan boleh lebih lama lagi apabila kondisi matahari tidak begitu cerah, selesai dijemur lalu diangin-anginkan di teras.
  5. Sediakan makanan aslinya seperti pisang kepok putih, dan juga buat yang lain atau bisa juga dengan voer yang berkualitas (jika burung sudah ngevoer), dan juga berikan makanan tambahan (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik setiap pagi 3 - 4 ekor dan sore demikian juga 2-3 ekor, bisa juga ditambah dengan ulat hongkong cukup satu sendok makan untuk 2-3 hari dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya. 
  6. Lakukan pemasteran suara dengan burung lain yang memang spesial untuk master atau bisa juga dengan menggunakan suara burung dalam bentuk mp3.
  7. Dan yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah dan aman terhadap burung.

Demikian dan semoga bermanfaat.

ARTIKEL TENTANG BURUNG CUCAK IJO LAINNYA :

- CARA MERAWAT DAN BETERNAK BURUNG CUCAK IJO
- CARA MERAWAT CUCAK IJO MINI AGAR CEPAT GACOR
- CARA MERAWAT CUCAK IJO AGAR TETAP FIT SELAMA MUSIM HUJAN
- CARA MEMBEDAKAN CUCAK IJO JANTAN DAN BETINA
- CARA MENJINAKKAN BURUNG CUCAK IJO
- CARA MERAWAT BURUNG CUCAK IJO YANG SEDANG MABUNG

Selamat mencoba dan semoga berhasil.