Friday, January 10, 2014

Cara Memelihara Burung Perkutut


Untuk burung yang satu ini (Perkutut) pada waktu ini memanglah lagi tak demikian digemari oleh beberapa penghobi burung (kicau mania) lantaran kicauan suaranya yang memanglah monoton, tetapi tak sekian untuk yang tahu serta faham perihal perkutut, malah lebih menentukan burung perkutut dibanding dengan burung type yang lain (burung kicauan), terlebih menurut keyakinan orang jawa, bahwasanya burung perkutut terlebih untuk yang type lokal malah mempunyai ciri khas serta dampak sendiri untuk si pemiliknya seperti diakui bisa medatangkan rizki (sabab musabab dimudahkan mencari rizki), kesehatan, kedamaian rumah tangga, kewibawaan, ketentraman, serta lain sebagainya dibanding dengan perkutut Bangkok yang memanglah dipelihata untuk didengarkan kemerduan kicauan suaranya.

Berikut sedikit panduan langkah pelihara supaya burung perkutut local/Bangkok rajin manggung serta gacor.

1. Yang paling utama bila kita inginkan suaranya, pastikan burung perkutut dengan type kelamin jantan, pastinya untuk beberapa penghobi perkutut sudah mengetahui cirri-ciri perbedaan pada perkutut jantan serta betina, yang di antara perbedaan yang pasti yaitu bila sumpit kaki rapat +/- 1 cm-an maka itu dapat di pastikan perkutut jantan serta yang betina lebih renggang, tubuh semakin besar serta tegak, ekor menyatu serta tak menyebar, serta tentunnya pastikan bakalan perkutut yang berkwalitas sebagai berikut :

• Sehat, aktivitasnya lincah, fisik baik, tegas, gagah, bulu-bulunya halus serta teratur rapi.
• Tatapan mata tajam namun lembut, mata bulat serta bersih, paruh agak lurus normal, kaki warnanya jelas.
• Nafsu makannya normal – aktif.

2. Memandikan burung routin dikerjakan, tetapi lain dengan memandikan burung kicauan, yakni lewat cara cukup diseprot dengan spray dengan semburat yang paling halus. Ada juga pendapat dari penghobi perkutut yang lain yakni dengan memakai air beras (air sisa untuk membersihkan beras) digabung dengan daun sirih sebaganyak 7 lembar lalu dimandikannya dengan air itu, dengan argumen air beras dengan rendaman daun sirih itu bisa menyingkirkan kutu yang ada di tubuh burung serta bisa mengkilapkan warna bulu burung perkutut.

3. Penjemuran mutlak dikerjakan saat pagi hari, dari awali seputar jam 7 – 9 lantaran perkutut kuat serta kebal pada panas, lantaran cahaya matahari pagi benar-benar dibutuhkan.

4. Pemberian makanan, pakan utama perkutut yaitu biji-bijian, rumput serta padi-padian. Diperternakan tidak tidak sering diberikan beras merah, milet, butiran jagung, campur makanan pabrik dengan kandungan protein tinggi, ditambah vitamin serta mineral pada makanan atau minumannya (seperti jewawut, milet, biji kenari, ketan hitam, beras merah, gabah mini, pakan ayam 521, serta vitamin).

Serta yg tidak kalah utama yaitu buat situasi di sekitar rumah diusahakan ramah pada burung berarti jangan sempat burung terasa tak nyaman, terganggu karenanya ada penggoda yang memanglah berniat menggoda atau lantaran tidak paham serta cuma mau iseng, maka jika dapat hal seperti itu diusahakan untuk dihindari untuk kenyamanan burung, lantaran bakal punya pengaruh pada fisik serta psikis si burung itu sendiri serta otomatis bakal mempengaruhi seni serta mutu nada si perkutut.