Monday, June 10, 2013

TIPS CARA MERAWAT BURUNG PLECI / CICI / KACA MATA AGAR RAJIN BERKICAU (GACOR) DAN CEPET NGRIWIK

Jakarta Selatan - Burung pleci merupakan burung yang berpostur tubuh kecil dengan ukuran tingi sekitar 5-6 cm dan panjang sekitar 7-8cm dengan cirri warna hijau kekuning-kuningan, harganyapun cukup bervariasi mulai dari yang harga ombyokan yaitu sekitar 15 – 35 ribu rupiah, namun jika sudah jadi dan pernah diikutsertakan dalam sebuah perlombaan dan mendapatkan juara maka harganyapun bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta dan bahkan jika sudah menjadi jawaranya jawara harganya bisa mencapai Rp 35 juta … WOW !

Pada dasarnya tidaklah susah untuk bisa mendapatkan burung peliharaan kita (pleci) menjadi juwara dan bernilai mahal yang pasti butuh kesabaran, keuletan dan ketelitian.


Akhir-akhir ini burung Pleci memang sedang menjadi trend di mata penghobi burung pada umumnya, selain harganya sangat terjangkau, burung ini kerap kali di ikut sertakan di dalam ajang lomba burung berkicau dan memiliki fans khusus bagi para penghobi.

Ada banyak cara agar Pleci ini bisa rajin berkicau mempunyai banyak variasi suaranya, tapi cara ini bukan jaminan akan sama hasilnya dan tidak memberikan jaminan seratus persen, tapi jika anda ingin mencoba apa salahnya.

Ada beberapa tips dan cara agar burung kesukaan kita (pleci) bisa ngoceh dan rajin berkicau (gacor), diantaranya adalah:



  1. Usahakan memilih burung yang berjenis kelamin jantan, silahkan bisa baca disini.
  2. Cari burung dengan kondisi yang sehat, gesit, lincah dan  mata cerah
  3. Pilih burung dengan warna bulu yang contrast dan cerah (jangan yang burem) bukan berarti sudah tua
  4. Pilih bentuk tubuh yang proporsional
  5. Usahakan memilih burung dengan ekor yang mengumpul. 

Tips dan trik Agar Pleci Cepat Gacor


Pada umumnya burung pleci sangatlah mudah bunyi dan sebenarnya tidak ada cara khusus dalam merawat burung pleci agar cepat bunyi, yang penting dalam pemilihan bakalan burung harus benar-benar tahu kualitas burung.

Ada 9 perawatan sederhana burung pleci agar cepet gacor:

  1. Pada pagi hari setelah subuh kira-kira udh mulai sedikit terang, coba keluarkan burung ( di embunkan hingga keluar sinar matahari menghangatkan tubuhnya secukupnya saja.
  2. Setelah itu, mandikan burung pleci dengan semprot/sprey yang lembut atau sesuai keinginan hingga basah, biasanya dalam memandikan dengan semprot, dan biasanya setelah disemprot burung akan melanjutkan mandi sendiri, maka coba sediakan tempat mandi agar burung mandi sendiri, namun jika sudah selesai mandi agar diambil lagi tempat mandinya agar tidak membuat kandang menjadi basah. Tinggalkan tempat minum burung secukupnya.
  3. Setelah mandi hingga basah, jemur secukupnya akan tetapi biarkan hanya air minum saja yang ada di dalam sangkar.
  4. Kira-kira stengah jam, angkat pleci dan taruh ditempat yang teduh, berikan ulat hongkong kecil yang berwarna putih ( 2-3 ulat hongkong yang sedang ganti kulit ) tapi sebelumnya beri makan berupa buah baik pisang, pepaya ataupun buah lainnya atau voer jika burung sudah makan voer.
  5. Untuk serangga bisa juga menggunakan ulat kandang, jangkrik yang kecil, atau kroto, dan kroto tidak perlu terlalu sering.
  6. Boleh juga dengan memberikan madu ditempatkan khusus atau tempat yang kecil, atau bisa juga anda memberikan madu dengan mengolesnya di buah pisang tersebut ( biasanya, jika sudah ada madu, pisang tidak akan dimakan )
  7. Setelah itu biarkan hingga sore menjelang, sore boleh di mandikan sesuai kebutuhan.
  8. Dan nikmati ocehan burung pleci anda saat itu setelah di mandikan, jemur, dan di teduhkan, dan yang terakhir
  9. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah jangan lupa dengan pemasteran suara yang bagus, diantara caranya yaitu sandingkan suara burung pleci yang sudah pernah manjadi jawara dan juwara di dekat burung yang kita punya, atau dengan cara bunyikan rekaman suara burung pleci yang sudah bagus dalam bentuk mp3 yang bisa kita dapat dari berbagai sumber di internet baik melalui download ataupun cara lain, maka akan menjadikan burung pleci yang kita miliki semakin terlatih.
Demikian sedikit tips dan info bagaimana caranya memelihara dan merawat pleci agar cepet berkicau, gacor (buka paruh), bervolume tebal serta kencang dengan berbagai kicauan yang bervarisi dan akhirnya bisa menjadi burung favorite bagi yang melihatnya serta mendengarkan keindahan dan keuniknan merdu suara dan kicauannya.

Jangan lupa! Umur juga mampengaruhi dari kualitas burung itu sendiri, jika dari ketika usia muda sudah rajin berkicau dan dengan lingkungan dan pemasteran yang bagus maka semakin dewasa akan semakin menambah keunikan suaranya dan dengan volume yang sangat tinggi tentunya.

BACA ARTIKEL TERKAIT :

Semoga bermanfaat…

Friday, May 31, 2013

TIPS MERAWAT TRUCUKAN (TROCOK) AGAR RAJIN BUNYI (GACOR) DAN BANYAK VARIASI OCEHANNYA

Pada kesempatan ke sekian kali ini, sama dengan beberapa artikel yang membahas tentang bagaimana tips cara merawat burung kicauan baik yang diperuntukkan sekedar hobby ataupun yang memang sengaja dipelihara yang diperuntukkan sebagai perlombaan.

Seperti pada artikel yang sebelum-sebelumnya dan juga tidak berbeda jauh dengan artikel yang disampaikan oleh para penggemar burung kicauan yang ikut menyampaikan tips yang asyik dan mantaB mengenai tata cara bagaimana cara merawat dan membentuk burung Trucukan dapat rajin berkicau dan gacor.

Di sini saya akan mencoba menyampaikan sedikit pendapat saya dan juga sebagaian saya ambil dari teman-teman yang sudah meng-share tentang bagaimana tips dan caranya merawat burung kicauan terutama yang akan dibahas disini adalah burung Trocokan (Trucukan) agar rajin berkicau (gacor).


Trocokan adalah termasuk jenis burung murah namun bukan berarti murahan yang sangat asyik juga untuk coba dimiliki sebagai tambahan koleksi kicauan.


Pada dasarnaya apa yang akan saya sampaikan ini tidak beda jauh dengan penulis-penulis lainnya mengenai tata cara bagaimana merawat dan memproes burung agar rajin bunyi dan gacor.


Berikut adalah tips dan caranya:

  1. Pertama diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan kebanyakan para penghobi burung sudah tahu ciri-ciri bedanya antara burung jantan dan betina.

2. Selanjutnya burung dimandikan tidak harus setiap pagi (tergantung cuaca) dan cukup dengan cara semprot pakai spray saja yaitu pada sekitar jam 7-an atau tergantung situasi atau mungkin lebih siang sedikit jika kondisi musim hujan.

3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1 jam jika matahari benar-benar cerah dan boleh lebih lama apabila kondisi matahari tidak begitu cerah cukup 1 - 1,5 jam-an saja, selesai dijemur lalu diangin-anginkan di teras.

4. Sediakan makanan yang cukup seperti voer yang berkualitas (maaf tidak bermaksud promosi: topsong sudah lumayan bagus) karena pada makanan kemasan terebut terdapat kandungan vitamin, protein dan zat lain yang dibutuhkan oleh burung.

5. Berilah makanan tambahan pada burung atau yang lebih dikenal dengan (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik setiap pagi 2 - 3 ekor dan sore demikian juga 2-3 ekor (trucukan biasanya ga terlalu agresif dengan jangkrik dengan jumlah yang banyak), bisa juga ditambah dengan ulat hongkong cukup satu sendok makan untuk 2-3 hari dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya yang juga bisa dan diperbolehkan.

6. Lakukan pemasteran suara, baik melalui suara burung secara langsung seperti misalnya didekatkan dengan burung-burung dengan suara yang indah dan unik namun diusahakan yang sudah gacor, seperti jalak suren, jalak kebo, atau jalak yang lain karena jalak memang sudah terkenal dengan suaranya yang sangat kencang dan keras dan bisa juga dengan menggunakan suara burung dalam bentuk MP3 yang sudah pernah jadi jawara (bisa download di internet) dengan settingan suara yang bisa membuat burung  kita bisa berlatih dan terbiasa dengan suara tersebut. 

7. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan kualitas suara dan ocehan si burung.

Demikian sedikit tips yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
Sedikit tambahan, bahwa tips di sini tidak mutlak harus dilakukan persis karena terkadang tergantung kebiasaan si burung. 

Salam kicau mania ! 

DAFTAR HARGA BURUNG DI WILAYAH JAKARTA (PASAR KEBAYORAN LAMA, PASAR BARITO (KEBY. BARU), PASAR PRAMUKA, PASAR KERAMAT JATI, DLL)

JAKARTA SELATAN - Penghobi burung semakin lama semakin marak mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mulai dari perkampungan, pedesaan hingga perkotaan dan juga mulai dari orang yang tidak punya uang sehingga untuk memperoleh satu burung kesukaannyapun harus dengan kerja keras sekalipun harganya hanyalah puluhan ribu rupiah demi hobby yang sangat digemari oleh banyak orang akhir-akhir ini yang penting tujuan tercapai, sampai dengan orang yang berlimpah harta yang memang apapun yang dia mau burung jenis apapun dan harga semahal apapun asal dia suka pasti akan dibayarnya dan tidak perlu susah payah untuk mengeluarkan isi kantongnya dari mulai harga jutaan rupiah, puluhan juta bahkan yang harganya sampai ratusan juta.

Untuk hobby satu ini, banyak tempat-tempat (pasar burung) yang menyediakan kegemaran dan kesukaan kita.

Bagi penggemar burung di kawasan Jakarta, banyak pasar burung di kawasan ini dengan kwalitas dan harga yang tidak terlalu berbeda jauh (khusus Jakarta), seperti harga burung di Pasar Kebayoran Lama, Pasar Pramuka, Kawasan Taman Barito (Kebayoran Baru), Pasar Cililitan, Pasar Keramat Jati, dan masih banyak lagi penjual-penjual burung (toko burung) di perkampungan kawan di daerah Jakarta yang menawarkan berbagai jenis burung dengan berbagai harga.   

Pada dasarnya kisaran harga di kawasan Jakarta seperti beberapa pasar yang disebutkan di atas tidak terlalu terpaut jauh dengan kisaran harga seperti pada table berikut, namun untuk akhir-akhir ini ada kecenderungan kenaikan yang lumayan signifikat karena semakin banyak peminat, diantaranya yaitu burung kenari, kacer, jalak suren, cucak hijau, murai batu, dan ada juga yang menurut salah satu pedagang burung yang mengatakan ada burung yang harganya lagi turun yaitu lovebird. 

Berikut daftar harga update per Nopember 2013:


— Anis Bambu         100.000     150.000
— Anis Cendana          200.000     300.000
— Anis Kembang (tergantung kondisi)         350.000     600.000
— Anis Merah (tergantung kondisi)         350.000     800.000
— Beo         500.000     900.000
— Betet         250.000     750.000
— Blackthroat          500.000     750.000
— Branjangan          220.000     300.000
— Bubut            40.000       70.000
— Ciblek Alang-alang           75.000     150.000
— Ciblek dada kuning            25.000       65.000
— Ciblek gunung            30.000       50.000
— Ciblek hutan (belum ngevoer)           22.000       35.000
— Ciblek Kristal         150.000     300.000
— Ciblek sawah            20.000     150.000
— Ciblek Semi           35.000       75.000
— Cililin          350.000     550.000
— Cucak Biru          250.000     400.000
— Cucak Gunung / Cucak wilis            50.000       75.000
— Cucak Hijau (bahan - jadi)         400.000     900.000
— Cucak Hijau Mini         250.000     400.000
— Cucak Jenggot (bakalan - sudah jadi)          175.000     350.000
— Cucak Rante / Ranti          200.000     400.000
— Cucak Rawis           65.000       90.000
— Cucak Rowo      3.000.000   5.000.000
— Cucak wilis            75.000       85.000
— Decu          100.000     300.000
— Gelatik Bali /pasang         125.000     150.000
— Gelatik Batu            80.000     125.000
— Gelatik Wingko            75.000     125.000
— Gereja (tergantung, terkadang ada juga yang sampai Rp 150 ribu /pasang)            5.000       10.000
— Huwamei (Wambi) tergantung kondisi dan usia         150.000     250.000
— Jalak Bali (info dari kawan yg pernah beli, harga anakan umur 1 bulan)      3.500.000  - 
— Jalak Hongkong       1.200.000   1.750.000
— Jalak Kapas           50.000       75.000
— Jalak Kebo            75.000     250.000
— Jalak Nias Dewasa          150.000     250.000
— Jalak Suren Bakalan          350.000     400.000
— Jalak Suren Dewasa          500.000     750.000
— Jalak Suren Dewasa (Gacor)          800.000   1.300.000
— Jalak Suren Malaysia          300.000     350.000
— Kacer Jabar (tergantung umur dan kondisi fisik)         350.000     700.000
— Kacer Jabar bakalan (trotol)         150.000     250.000
— Kacer Jatim (tergantung umur dan kondisi fisik)         450.000     800.000
— Kacer Jatim bakalan (trotol)         300.000     350.000
— Kapas Tembak dewasa          150.000     180.000
— Kenari lokal (usia 3 bulanan) - betina         230.000  - 
— Kenari lokal (usia 3 bulanan) - jantan         250.000     300.000
— Kepodang (Bahan)         300.000     400.000
— Kepodang (Dewasa dan sudah jadi)         700.000   1.300.000
— Kolibri Kelapa           30.000     100.000
— Kolibri Ninja           75.000     200.000
— Kopi kopi           80.000     100.000
— Kutilang            25.000       50.000
— Kutilang Emas / Sutera            45.000       70.000
— Lovebird Dewasa Kacamata          500.000     900.000
— Lovebird Dewasa non klep (tergantung warna)         350.000     500.000
— Manyar           20.000       30.000
— Murai Air         150.000     250.000
— Murai Batu Aceh Dewasa      1.200.000   1.800.000
— Murai Batu Jambi - masih muda         450.000     500.000
— Murai Batu Kalimantan (bahan )         350.000     500.000
— Murai Batu Lampung Bakalan (tangkapan hutan)         300.000     450.000
— Murai Batu Medan       1.500.000   2.500.000
— Murai Batu Nias          450.000     600.000
— Murai Laut          150.000     200.000
— Parkit Sepasang (siap ditangkarkan) dan tergantung warna         100.000     150.000
— Pentet/Plentet/Cendet          150.000     400.000
— Perkutut Bangkok           80.000     100.000
— Perkutut lokal katuranggan (belum gacor)           50.000       70.000
— Perkutut lokal katuranggan (gacor)  Nego 
— Perkutut Mutiara           50.000       70.000
— Platuk           70.000     150.000
— Pleci buxtoni lokal            20.000       25.000
— Pleci dada abu mata putih jatim ombyokan            45.000       50.000
— Pleci dada kuning jatim (sudah ngeroll)         100.000     200.000
— Pleci kuning lokal ombyokan            10.000       20.000
— Pleci kuning mata putih body besar            25.000       65.000
— Poksay (tergantung usia)         200.000     500.000
— Prenjak            30.000       80.000
— Puter /per pasang           60.000     130.000
— Robin Pancawarna          650.000     750.000
— Sanger          600.000   1.000.000
— Selendang biru           50.000       80.000
— Serindit            80.000     150.000
— Sikatan           60.000       80.000
— Siri-siri         100.000     300.000
— Sri Gunting / Siring Gunting         150.000     200.000
— Srigunting Kantil         300.000     450.000
— Sulingan          100.000     200.000
— Tekukur            15.000       30.000
— Tekukur Kuk 2, 3  Nego 
— Tengkek            40.000       60.000
— Tledekan Gunung          150.000     200.000
— Tledekan Laut          100.000     200.000
— Trucukan (bahan)           20.000       50.000
— Trucukan (sudah jadi dan gacor)         100.000     300.000
— Walet /pasang         100.000     125.000


Demikian dan semoga bermanfaat,
Jika terdapat kesalahan mohon dikoreksi.

CARA MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN TRUCUKAN (TROCOK) JANTAN DAN BETINA


burungbudidaya - Cara membedakan burung trucukan / trocok yang jantan dan betina:

TRUCUKAN JANTAN

  • Jika kita lihat dan buka mulutnya, tenggorokan brwarna kuning
  • Ukuran badan lebih besar dan kekar serta lebih tegak
  • Warna hitam di sekitar mata lebih hitam dan contras, umur burung semakin tua lebih semakin kelihatan perbedanya.
  • Warna dada agak sedikit gelap
  • Ekor pada trucukan jantan biasanya ngumpul (tidak menyebar)
  • Bentuk leher lebih kekar dan besar
TRUCUKAN BETINA
  • Jika kita lihat dan buka mulutnya, tenggorokan berwarna normal putih saja
  • Ukuran badan lebih kecil dan ramping 
  • Warna hitam di sekitar mata lebih bersih dan putih
  • Warna dada lebih cerah dibandingkan jantan
  • Ekor pada trucukan jantan biasanya nyebar (tidak ngumpul)
  • Bentuk leher lebih langsing dan ramping
Demikian tips dan cara membedakan trucukan/trocok jantan dan betina, semoga bermanfaat.

Salam kicau mania

TIPS CARA MERAWAT CUCAK HIJAU MINI AGAR RAJIN BUNYI, GACOR DAN SIAP TAMPIL DI PERLOMBAAN


burungbudidaya - Cara simple merawat Cucak Ijo Mini agar rajin berkicau (gacor):
  1. Pemilihan jenis kelamin jantan. Ciri-ciri bedanya antara burung jantan dan betina. 
  2. burung dimandikan setiap pagi dengan cara semprot pakai spray atau jika memungkinkan berilah cepuk (tempat mandi) karena Cucak Ijo dan Cucak Ijo mini termasuk burung yang suka mandi sendiri sekalipun sudah disemprot.
  3. Lakukan penjemuran selama 1-2 jam.
  4. Sediakan makanan yang cukup berupa buah-buahan seperti pisang kepok dan pepaya, jika sudah mau voer, berilah voer yang berkualitas, namun Cucak Hijau Mini biasanya paling susah mengkonsumsi voer.
  5. Berilah makanan tambahan (EF: Extra Fooding) berupa jangkrik setiap pagi/sore 2 - 3 ekor, bisa juga ditambah dengan ulat hongkong cukup satu sendok makan untuk 2-3 hari dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya.
  6. Lakukan pemasteran suara sesuai selera.
  7. Jika dirumah, buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah dan aman terhadap burung.
ARTIKEL TERKAIT BURUNG CUCAK IJO LAINNYA :

Demikian semoga bermanfaat
Salam burungbudidaya

TIPS CARA MERAWAT BURUNG KUTILANG AGAR RAJIN BERKICAU (GACOR) DENGAN SUARA UNIK

Sebagaimana yang sudah disampaikan di Blog kami yang lain : http://burungbudidaya.blogspot.com/  di sini saya juga akan mencoba berbagi mengenai bagaimana cara merawat dan membetuk burung kutilang agar rajin berkicau (gacor) dengan alunan suara yang berbeda dan indah serta unik.

Pada dasarnya burung kutilang sekalipun bukan merupakan burung unggulan baik untuk sekedar pelihaaraan apalagi untuk lomba atau kontes burung kicauan, sepertinya untuk saat ini belum disebut, apalagi dengan harganya yang sangat relatif murah, namun tidak salah jika kita juga memelihara burung tersebut untuk tambahan koleksi di rumah kita.

Pada artikel ini mungkin agak sedikit beda dan barangkali sangat sedikit yang meng-share tentang tips memelihara burung kutilang.

Di sini saya akan mencoba menyampaikan sedikit pendapat saya tentang bagaimana cara membentuk Burung Kulitang agar rajin berkicau (gacor) dengan variasi suara yang indah.

Kulitang adalah termasuk jenis burung murah namun bukan berarti murahan, namun sangat asyik juga untuk coba dimiliki sebagai tambahan koleksi kicauan.

Pada dasarnaya apa yang akan saya sampaikan ini tidak beda jauh dengan penulis-penulis lainnya mengenai tata cara bagaimana merawat dan memproes burung agar rajin bunyi dan gacor dengan nada suara indah.

Berikut adalah tips dan caranya:

  1. Pertama diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan kebanyakan para penghobi burung sudah tahu ciri-ciri bedanya antara burung jantan dan betina.

2. Selanjutnya burung dimandikan tidak harus setiap pagi (tergantung cuaca) dan cukup dengan cara semprot pakai spray saja yaitu pada sekitar jam 7-an atau tergantung situasi atau mungkin lebih siang sedikit jika kondisi musim hujan.

3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1 jam jika matahari benar-benar cerah dan boleh lebih lama apabila kondisi matahari tidak begitu cerah cukup 1 - 1,5 jam-an saja, selesai dijemur lalu diangin-anginkan di teras.

4. Sediakan makanan yang cukup seperti voer yang berkualitas (maaf tidak bermaksud promosi: topsong sudah lumayan bagus) karena pada makanan kemasan terebut terdapat kandungan vitamin, protein dan zat lain yang dibutuhkan oleh burung.

5. Selaim makanan normal harian, seperti buah-buahan (Pisang kepok, pepaya, dll), berilah makanan tambahan pada burung atau yang lebih dikenal dengan (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik setiap pagi 2 - 3 ekor dan sore demikian juga 2-3 ekor (trucukan biasanya ga terlalu agresif dengan jangkrik dengan jumlah yang banyak), untuk menambah rangsangan suara agar ngriwik bisa juga ditambah dengan ulat hongkong cukup satu sendok makan untuk 2-3 hari (bisa dicampurkan ke dalam wadah pakan yang berisi voor) jadi tidak sekali habis dimakan dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya yang juga bisa dan diperbolehkan untuk tambahan protein.

6. Sebagai pendamping agar suara lebih bervariasi bisa dengan routin diperdengarkan menggunakan suara burung dalam bentuk MP3 (bisa download di internet) dengan settingan suara yang bisa membuat burung  kita bisa berlatih dan terbiasa dengan suara tersebut yang akan membuat kulilang lebih banyak variasi suaranya. 

7. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung.

Demikian sedikit tips yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

Sedikit tambahan, bahwa tips di sini tidak mutlak harus dilakukan persis karena terkadang tergantung kebiasaan si burung. 

Salam kicau mania ! 

Thursday, May 30, 2013

TIPS CARA MERAWAT JALAK NIAS AGAR RAJIN BERKICAU (GACOR) DAN ADA SENINYA

Seperti pada artikel yang sebelum-sebelumnya dan juga tidak berbeda jauh dengan artikel yang sudah saya sampaikan di blog lain tentang TIPS CARA MERAWAT JALAK NIAS

Berikut adalah tips dan caranya:

1. Pertama diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan kebanyakan para penghobi burung sudah tahu ciri-ciri bedanya antara burung Jalak Nias jantan dan betina dan akan dibahas nanti untuk artikel yang membahas tentang perbedaan antara Jalak Nias Jantan dan Betina.
 
2. Selanjutnya burung dimandikan setiap pagi sekitar jam 7.

3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1-2 jam.
4. Sediakan makanan yang cukup seperti buah-buahan, Pisang, Pepaya dan juga voer kemasan yang berkualitas.

5. Berilah makanan tambahan (EF: Extra Fooding) jangkrik setiap pagi 2 - 3 ekor dan sore demikian juga 2-3 ekor, bisa juga ditambah dengan ulat hongkong cukup satu sendok makan untuk 2-3 hari dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya yang juga bisa dan diperbolahkan
6. Lakukan pemasteran sesuai selera.
7. Dan yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung.

Demikian semoga bermanfaat
Salam burungbudidaya

Tuesday, May 28, 2013

Budidaya dan Tips Penangkaran Burung Cucak Rawa


Sebelum penangkaran Cucak Rawa dimulai, terlebih dahulu perlu dilakukan seleksi atau pemilihan terhadap burung-burung ini, terutama apabila jumlah yang dimiliki cukup banyak. Tetapi apabila burung yang ada jumlahnya terbatas, maka seleksi semacam tidak perlu dilakukan. Seleksi ini dimaksudkan agar memperoleh pasangan calon induk yang memenuhi syarat, yang diharapkan dapat menghasilkan keturunan yang bermutu dan memuaskan.

Calon untuk Induk Penangkaran

Burung yang disiapkan untuk keperluan penangkaran harus memiliki semua kriteria

Saturday, May 25, 2013

Tips Merawat Anis Merah

ANIS MERAH (PUNGLOR MERAH)
Karakter dan sifat burung Anis Merah, cara memilih burung Anis Merah, cara merawat burung Anis Merah, cara memaster burung Anis Merah, tips seputar burung Anis Merah.
TIPS PANDUAN BURUNG ANIS MERAH (PUNGLOR MERAH)
Pemilihan (Bakalan) Bahan, Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk Burung Anis Merah (Punglor Merah)

Friday, May 24, 2013

Tips dan Prospek Budidaya Kenari



Budidaya ternak burung kenari, pada umumnya banyak yang ber skala  rumahan atau sampingan, masih sedikit budidaya ternak burung kenari yang di jadikan suatu incam pendapatan utama, hanya pada daerah – daerah tertentu saja budidaya ternak burung kenari menjadi suatu peluang usaha yang utama, maka  timbulah banyak sebutan – sebutan dari hasil budidaya ternak burung kenari, yang pada akhirnya terkenal dengan sentral ternak kenari.