Thursday, August 28, 2014

UNSUR JENUH DAN SEDIKIT RASA PUTUS ASA SAAT MERAWAT BURUNG YANG TAK KUNJUNG BERKICAU

damaiMungkin ada sebagian diantara kita yang pernah mengalamni kisah serupa yang juga pernah kami alami ketika merawat burung yang kita beli dan kita miliki tidak kunjung berbunyi, apalagi ketika membeli burung tersebut dengan harga yang lumayan merogoh kantong, membuka dompet dan harus menggesek di ATM… heheheheh… “padahal ATM ga ada isinya…. J

Masih untung pada saat mengeluarkan lembaran untuk membeli burung tersebut dengan uang yang memang sudah dialokasikan untuk keperluan lain-lain dalam arti bukan dana yang dialokasikan untuk keperluan setiap hari. Namun sekalipun demikian terkadang masih ada rasa kecewa dan sedih saat mengingat kejadian pada saat membelinya apalagi jika burung tersebut susah untuk dijual kembali dan bukan termasuk salah satu burung yang diunggulkan.

Ok, sekarang kita telaah sedikit,

1.     Hendaknya pada saat kita membeli burung haruslah tahu dan faham akan resiko yang akan kita alami seandainya terjadi hal yang kurang menggembirakan, seperti misalnya burung tidak berbunyi, salah jenis kelamin, kondisi burung yang tidak sehat, salah presepsi species burung dan lain-lainnya, yang semua itu disebabkan karena kefahaman kita tentang burung yang belum maksimal.  
2.     Hendaknya jangan membeli burung lain, selain burung yang menjadi target yang akan kita beli, hanya kerena burung yang kita cari ternyata tidak ada dimana tempat kita akan membeli burung tersebut, kemudian karena kita melihat burung lain yang lebih indah sementara sebenarnya kita belum faham bagaimana cara perawatan dan seluk-beluk tentang burung tersebut yang akhirnya setelah kita beli ternyata memang benar-benar menjenuhkan dalam perawatannya. Boleh saja untuk experiment membeli burung bukan sesuai target namun jangan yang harganya mahal, contohnya: target kita ingin membeli Robin, namun karena tidak ada kemudian kita melihat burung aneh yang kita tidak kenal bahkan si penjualnya juga belum begitu faham buurng tersebut, lalu kita beli dengan harga 20 ribu, tidak apa-apa hal semacam itu kita lakukan daripada sepulang dari pasar burung sama sekali tidak membawa kantong semen… heheheh…
3.     Jangan langsung percaya kepada pengiklan yang menjual burung miliknya yang katanya, sudah gacor, mantab dan sebagainya, tanpa kita melihat dan patau dengan jelas.   
4.     Pastikan kita faham atas burung yang akan kita beli, minimal sudah mendapatkan info dari beberapa sumber baik dari kawan, dari toko burung terdekat ataupun dari berbagai sumber di internet yang memang sudah menjelaskan perihal burung dimaksud.

Jika memang sudah terlanjur, maka hanya satu kata “Enjoy with This”, artinya tinggal kita nikmati saja, jika memang tidak bisa kita nikmati dari kemerduan suaranya, pasti ada sisi lain yang bisa menghibur kita, seperti keindahan warna bulu-bulunya, kelincahan gerakannya atau keunikan lainnya, namun apabila itupun masih juga menjenuhkan maka, jika masih memungkinkan dan diperbolehkan bisa ditukar tambahkan kepada penjual asalnya atau bisa juga ditukar dengan sesama kawan kicau mania dengan catatan harus ceritakan dan sampaikan apa yang sebenarnya terjadi (JUJUR), NO TIPU-TIPU ! sekalipun sedikit rugi agar jangan sampai ada kekecewaan antara sesama kawan penghobi burung.

Demikian semoga bermanfaat.
Salam burungbudidaya