Tuesday, November 11, 2014

CARA MENYIMPAN KROTO AGAR LEBIH AWET DAN TAHAN LEBIH LAMA

damaiBagi kalangan pencinta burung terutama burung terutama burung pemakan serangga, kebutuhan kroto pada pagi hari atas burung yang kita rawat bagaikan rutinitas kita yang terbiasa dengan sarapan pagi. Biasanya ada pilihan antara bubur ayam, ketupat sayur dan ada juga yang tidak asing lagi adalah nasi uduk dan juga lainnya namun ada juga yang sekedar ngeteh dengan camilan dan gorengan saja. Begitu pula dengan burung yang kita rawat terutama untuk burung-burung yang membutuhkan EF (Extra Food) berupa kroto, seperti murai batu yang memang sepertinya salah satu menu pokok hampir setiap hari diberikan kepada burung tersebut, begitu juga dengan burung lainnya seperti Kacer, Cucak Ijo, dan juga burung lainnya yang membutuhkan kroto tersebut, anggap saja kita sarapan sama-sama
dengan peliharaan kesayangan kita dengan nasi uduk … heheheheh.

Namun demikian terkadang kita sedikit direpotkan karena harus hampir setiap hari membeli kroto, karena memang faktor kebutuhan, namun demikian apakah tidak ada cara lain agar kroto dapat tahan lebih lama dan awet selama penyimpanan sehingga tidak harus setiap hari membeli kroto ke tempat penjualan kroto dan membelinya pun tidak hanya untuk sekali konsumsi sehari habis, jadi bisa membeli untuk jangka waktu beberapa hari yang kita perlukan dengan cara menyimpannya di tempat yang bisa lebih awet.

Pada dasarnya kroto jika hanya dibiarkan begitu saja kuat hanya sekitar 1 – 2 hari dan selanjutnya akan membusuk, maka dengan ini ada sedikit tips sederhana dan praktis yang bisa dilakukan untuk menyimpan kroto agar lumayan lebih lama dengan kondisi masih layak konsumsi untuk burung rawatan kita. 
  1. Langkah Pertama adalah, jika sempat, cuci kroto terlebih dahulu, karena biasanya kroto yang kita beli dari toko burung ataupun penjual perlengkapan burung masih tercampur dengan campuran-campurang yang kurang layak untuk dikonsumsi burung, namun jika menurut anda tidak perlu ya ga apa-apa. Selanjutnya jika memang jadi dicuci, terlebih dahulu keringkan dengan kipas angin, setelah kering masukkan dalan kertas Koran atau kertas putih dan masukkan dalam wadah penyimpanan dari plastik kemudian simpan dalam kulkas dengan suhu dan posisi yang tidak terlalu dingin atau tergantung pengaturannya.
  2. 2. Langkah kedua jika memang tidak kita masukkan dalam kulkas bahkan karena di rumah tidak ada kulkas, cukup diangin-anginkan menggunakan kipas angin agar kelembabannya berkurang jadi kondisi kroto menjadi akan sedikit lebih kering sehingga akan sedikit lebih awet, namun jika ada kulkas tetap lebih dianjurkan menggunakan lemari dingin tersebut.

Kedua opsi di atas diperuntukkan sebagai alternatif penyimpanan kroto apabila untuk pemakaian lebih dari 1 hari atau untuk jaga-jaga apabila terjadi persediaan kroto di pasaran langka atau habis, namun jika kita yakin dan sempat serta dekat dengan penyedia kroto ya lebih baik kroto yang paling kita nilai lebih segar yang kita berikan untuk EF burung yang kita rawat.

Salam burungbudidaya
sumber: damai9.blogspot.com