Friday, November 14, 2014

Cara Penjodohan Murai Batu


Cara Penjodohan Murai Batu | burungbudidaya -Saat sebelum mengawali sistem penjodohan, terlebih untuk pasangan baru, seseorang penangkar butuh tahu dahulu ciri-ciri dari calon induk jantan serta betina yang telah terseleksi. Karena burung jantan umumnya lebih agresif, jadi baiknya lebih konsentrasi pelajari ciri-ciri calon induk jantan.

Sistem penjodohan dengan diawali memasukkan burung jantan ke sangkar, lantas sangkar dimasukkan ke kandang penangkaran yang diisi burung betina. Dengan hal tersebut, yang bebas bergerak yaitu burung betina.

Burung betina dilewatkan bebas supaya lebih mengerti keadaan serta kondisi kandang. Jadi, saat nanti burung jantan dilepaskan, lalu burung jantan masih tetap tampak agresif, jadi burung betina telah mengerti situasi kandang serta gampang mencari tempat aman untuk bersembunyi.

Burung jantan yang terlampau agresif umumnya bakal menabrak-nabrak sangkar. Biarlah hal semacam ini berjalan sepanjang 3-4 hari, atau hingga burung jantan jadi lebih tenang. Bila telah tenang, umumnya burung jantan mulai kerap memanggil burung betina.

Untuk mempermudah penjodohan, alangkah sebaiknya saat sebelum induk jantan dimasukkan ke sangkar yang ada pada kandang penangkaran, berikanlah ke-2 induk ini dengan suplemen spesial burung penangkaran, Maksudnya adalah untuk membuat keadaan birahi yang maksimal pada ke-2 indukan.

Diluar itu, bila induk betina telah bertelur, jadi persentase jumlah telur yang fertil dapat bertambah. Demikian juga daya tetas (hatchability), atau persentase telur yang menetas, dapat juga bertambah. Nantinya, anakan yang ke-2 induknya di beri suplemen juga lebih sehat serta relatif tahan pada penyakit. Dimaksud relatif, lantaran tak ada burung yang betul-betul tahan pada penyakit.
Jika burung jantan telah tampak lebih tenang serta mulai kerap memanggil-manggil burung betina, jadi ia dapat dikeluarkan dari sangkarnya, serta dapat berhubungan segera dengan calon pasangannya dalam kandang penangkaran. Namun pemantauan terus mesti dikerjakan setiap waktu, siapa tahu si jantan masih tetap tampak agresif.

Kalau ke-2 indukan telah betul-betul jodoh, tak lebih satu atau dua minggu induk betina bakal bertelur. Nah, sinyal indukan benar-benr telah jodoh yaitu keduanya tampak sama-sama mendekat. Diluar itu, induk jantan sering mengajak betina masuk ke kotak sarang. Mereka akan mengangkut serabut daun pinus atau cemara kering yang saya sebar di lantai kandang. Bila telah unjal (angkut sarang), tidak lama lagi induk betina bakal bertelur.

Pakan penambahan yang perlu disiapkan untuk ke-2 indukan diantaranya kroto fresh serta jangkrik. Terlebih bila induk tengah bawa anakan yang baru menetas. Pemberian jangkrik mesti kontinyu. Porsinya bergantung dari kekuatan burung dalam konsumsi. Jadi, siapkan saja dengan cara ad libitum (tidak terbatas).

Sesudah menetas, anakan dilewatkan diasuh oleh induknya hingga berusia 1 minggu. Pada hari ke-8 s/d ke-10, anakan dapat dipanen. Satu minggu sesudah anakan dipanen, induk betina umumnya bakal kembali bertelur.

Anakan yang baru dipanen diangkat berbarengan sarangnya, lalu diletakkan dalam sangkar soliter yang sisi atasnya di beri lampu penghangat 5 Watt serta mesti senantiasa dinyalakan, terlebih saat malam hari.

Anakan murai batu bakal ada didalam sarangnya hingga usia 2 minggu. Kemudian, mereka mulai belajar nongkrong. Pada umur penyapihan ini, pakan yang didapatkan berbentuk adonan voer dengan kroto fresh serta bersih, digabung 2 tetes madu serta minyak ikan. Ini bakal bikin anakan lebih sehat serta cepat bongsor.

Pada siang hari, dapat diselingi dengan pemberian cacing tanah yang telah disterilkan serta dipotong-potong. Langkah mensterilkannya gampang, yakni cacing dibikin bersih dengan air hangat, lalu dipotong kecil-kecil, lalu disuapkan ke paruh anakan.

Masuk usia 1 bln., anakan murai telah dapat makan sendiri. Waktu tersebut, Anda dapat memisahkannya dalam sangkar soliter, dimana tiap-tiap sangkar cuma di isi seekor anakan. Karena, karakter atau perasaan fighter anakan murai batu telah nampak pada umut itu. Bila terus dikumpulkan, di kuatirkan burung bakal sama-sama menyerang.

Untuk tingkatkan kwalitas anakan yang dihasilkan,Selalu lakukan pembenahan, termasuk juga lakukan pergantian indukan. Pergantian indukan, atau dalam dunia peternakan dikatakan sebagai replacement (peremajaan), dikerjakan untuk ganti sebagian indukan atau pasangan indukan yang produktivitasnya mulai alami penurunan, atau lantaran masuk saat mabung.

Kandang
Lantai kandang terbuat dari plesteran semen, hingga lebih kering, lebih sehat, serta lebih gampang dibikin bersih. Sedang ketinggian kandang yang meraih 2, 5 mtr. ditujukan supaya burung terasa tambah nyaman serta leluasa bergerak waktu berhubungan dengan pasangannya didalam kandang.

Dinding kandang sisi depan berbentuk “terbuka”, lantaran memakai kawat kassa yang halus. Sedang dinding kiri, kanan, serta belakang terbuat dari bata merah tanpa ada plester/semen.
Bagian dinding kiri serta kanan di buat tertutup, supaya indukan tak dapat lihat indukan di kandang samping. Adapun sisi atas dilewatkan separuh terbuka, memakai kawat halus juga, supaya cahaya matahari dapat leluasa masuk ke kandang. Yang utama, burung aman dari masalah binatang predator seperti kucing, tikus, kadal, musang serta sejenisnya.