Thursday, November 27, 2014

Mewaspadai Penyakit Tetelo pada Burung Ocehan


 Mewaspadai Penyakit Tetelo pada Unggas

Mewaspadai Penyakit Tetelo pada Unggas | burungbudidaya -Penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND) sampai saat ini masih tetap jadi momok untuk peternak ayam serta penangkar burung. Penyakit ini sering menyerang pada ayam (ayam kampung, ayam bangkok, ayam ras petelur, serta ayam ras pedaging). Sebagian penangkar burung murai batu sempat juga cemas disebabkan banyak burung induk serta anakan yang mati. Sebagian Penangkar Murai Batu, bahkan juga berasumsi penyakit tetelo jadi siklus dua tahunan, serta nyaris senantiasa berlangsung di th. genap. Tak tahu benar atau tdk, kenyataannya th. lalu (2012) penyakit ini dapat mengakibatkan beberapa ribu ayam bangkok di beberapa daerah mati.

Sesungguhnya serangan tetelo pada ayam ataupun burung tak mengetahui siklus tahunan, dua tahunan, lima tahunan, dsb. Yang pasti, penyakit ini seringkali berlangsung ketika pancaroba, atau peralihan musim, baik dari musim kemarau ke musim hujan (Oktober-November) ataupun dari musim hujan ke musim kemarau (April-Mei).

Selama ini belum ada obat yang efisien untuk penyakit ini. Hanya satu aksi yang dapat dikerjakan yaitu pencegahan, terutama lewat vaksinasi ND.

Tetelo dapat menyerang pada ayam, burung, atau unggas lain yang berumur muda ataupun dewasa. Virus ND termasuk juga dalam genus Rubulavirus, dari keluarga Paramyxiviridae. Bila saya menyebutkan angka kematian meraih 90-100%, bermakna unggas yang diserang masih tetap ada kemungkinan (walau sangatlah kecil) untuk hidup. Tetapi mereka tak pulih keseluruhan, lantaran masih tetap membawa (carier) virus itu. Jadi, tambah baik dimusnahkan. 

Mewaspadai Penyakit Tetelo pada Unggas
ciri klinis terkena tetelo : kepala memutar keatas
Unggas-unggas diserang dapat selamat, lantaran tak seluruhnya virus ND berbentuk ganas. Dengan cara umum ada 3 tingkatan keganasan virus ND, yakni :
  • Vilogenik (sangatlah ganas)
  • Mesogenik (tengah)
  • Lentogenik (enteng)
Tingkatan itu ditetapkan berdasar pada rentang saat pada awal serangan sampai kematian unggas. Terkecuali ketiga tingkatan itu, ada pula virus ND avirulent yg tidak menyebabkan tanda-tanda apa pun pada unggas, tetapi mendadak saja segera mati.

Tanda-tanda klinis yang terlihat
  • Awalannya, unggas tampak malas serta duduk terus-terusan.
  • Matanya kerap keluarkan air.
  • Pipi serta tenggorokan padat atau membengkak.
  • Unggas senantiasa mengantuk.
  • Dalam rongga mulut serta tekat ada lendir yang simak serta pekat, hingga unggas sulit bernafas atau nafasnya terengah-engah.
  • Unggas kerap bersin serta berdehem.
  • Kadang-kadang berlangsung pembengkakan dibawah mata (sinusitis).
  • Leher mulai merenggang, serta paruh kerap terbuka (menganga).
  • Pada ayam, jengger serta cuping telinga kadang-kadang berwarna merah keunguan sampai lembayung tua.
Dalam hitungan hari, bergantung tingkat keganasan virusnya, nampak masalah saraf dengan tanda-tanda sayap terkulai, kaki mengejang, leher membengkok, kepala tampak berputar-putar, lumpuh, serta pada akhirnya mati.

Spesial unggas dewasa, produksi telur bakal alami penurunan mencolok serta pada akhirnya berhenti bertelur.

Penularan virus


Penularan virus ND dapat berlangsung lewat kontak pada unggas sehat dengan unggas sakit, atau pada unggas sehat serta bangkai unggas yang terinfeksi ND. Saat unggasbyang terinfeksi ND masih tetap mempunyai nafsu makan, lalu paruhnya masuk ke wadah pakan atau air minum, jadi pakan/air minum itu juga telah terinfeksi virus ND.

Demikian pula saat unggas terinfeksi menyeka paruhnya ke tenggeran, atau dinding kandang. Jadi saat unggas sehat menyentuh pakan, air minum, tenggeran, atau dinding kandang, penularan virus ND sangatlah mungkin saja berlangsung.

Kotoran unggas yang terinfeksi juga jadi media penularan virus ND, baik diinjak segera oleh unggas yang sehat ataupun terbawa angin.

Lihat model penularan diatas, jadi bila menjumpai seekor unggas dengan tanda-tanda seperti itu, singkirkan selekasnya ke kandang karantina, atau bila tega dibakar saja, lantaran tak mungkin saja dapat sembuh. Bila diserang virus dengan tingkatan rendah juga, unggas yang diobati sesungguhnya tak pulih keseluruhan, lantaran masih tetap berbentuk carier atau pembawa virus ND yang terus membahayakan unggas yang masih tetap sehat.

Diluar itu melindungi kebersihan kandang serta peralatan di dalamnya (wadah pakan/air minum, tenggeran, dan lain-lain) mesti jadi budaya baru di kelompok peternak ayam, penangkar burung, ataupun pemelihara unggas yang lain.