Sunday, December 8, 2013

Tips Jitu Prenjak Gacor Sepanjang Hari


Di artikel ini kami bakal ulas bagaimana persoalan waktu kita pelihara burung prenjak tetapi tak sempat berkicau atau cuma sesekali saja tiap-tiap harinya, walau sebenarnya bisa disebut prenjak telah dipelihara hampir 1/2 th. atau hampir setahun lamanya seperti yang sempat berlangsung pada rekanan kicaumania yang kami jumpai.

Bila anda menangkap burung prenjak tangkapan alam, umumnya hal semacam ini kerap berlangsung. Kami sempat juga alami hal yang sama, sekali-kali burung prenjak yang kami bisa cuma membisu tetapi beruntungnya telah ingin makan voer. Nah, setelah diusut serta menurut pengalaman dari rekanan kicaumania lain, maka kami dapatlah karena kenapa burung prenjak tidak ingin bunyi.

Apabila dipandang dari yang pertama itu adalah mental burung. Bila basic mental burung prenjak berani nantinya burung itu bisa bunyi, langkah menguji mentalnya adalah, waktu anda mencari ombyokan ke pasar anda tentukan dan katakan pada penjual ingin tengok prenjaknya. Lalu anda ambil burung itu, apabila burung yang anda pegang teriak-teriak (teriakan burung pastinya) berarti dia memiliki mental yang bagus. Setelah itu lanjutkan dengan tes ke dua yaitu berikanlah jari telunjuk anda di depan mulut burung prenjak itu, jika anda di gigit berarti mentalnya bagus dan bisa di yakinkan bakalan bunyi dalam sekian hari sampai di rumah.

Nah bila betul-betul macet karena bermacam hal dan dah berbulan-bulan, maka anda beli prenjak betina, tak gacor ya tak kenapa, tetapi apabila ada yang gacor maka tambah baik akhirnya. Seperti yang sempat kami alami, serta pada akhirnya si prenjak jantan bunyi setiap hari. Tersebut pengalaman yang dapat kami bagikan pastinya sesudah memperoleh panduan dari rekan kicaumania.

Friday, December 6, 2013

[VIDEO+YOUTUBE] PENTET/CENDET/PLENTET GACOR

Blog Si Petani - Bangngga rasanya jika punya burung kesayangan yang kita miliki bisa gacor, namun terkadang sebagian dari penggemar burung agak sedikit tergesa-gesa membentuk agar burung bisa cepat gacor apalagi gacor, hal yang tidak terlalu mudah dan sangat membutuhkan kesabaran yang extra apalagi jika usia burung masih teramat muda dan memang belum saatnya gacor, maka apabila kita menginginkan burung bisa lebih cepat gacor dalam usia relatif muda, sudah selayaknya kita rawat burung yang kita miliki sesuai dengan tips-tips yang sudah banyak di share di internet ataupun juga dari teman sesama penghobi burung yang sudah berpengalaman.

Berikut ini contoh video burung Pentet/Cendet/Plentet yang gacor, sebagai panduan saja, agar kita lebih semangat dan tertantang, sanggupkah kita merawat burung Pentet bisa menjadi seperti video di bawah ini.

Dan inilah penampakannya:




Sumber dari: http://www.youtube.com/watch?v=O50ttPj6qJ0

Thursday, December 5, 2013

Daftar Harga Burung December 2013


Memiliki burung kicau di rumah untuk sebagian orang yaitu hoby. Kesibukan saat pagi bersihkan kandang burung, berikanlah makan dan minum burung yang paling disayangi yaitu kesibukan yang mengasyikkan untuk pengagum burung. Harga burung saat ini ada yang alami kenaikan, ada juga yang alami penurunan.

Mungkin kenaikan harga burung ataupun penurunan harga burung tak turunkan ketertarikan pengagum burung untuk memiliki burung ataupun menaikkan koleksi burung yang dipunyai. Untuk deskripsi bisa saya ulas perihal daftar harga burung 2013 terlebih pada bln. mei yang mungkin dapat anda gunakan sebagia acuan untuk beli burung.
Daftar Harga Burung Berkicau untuk Bln. November- December 2013
Daftar Harga Burung Kacer jawa trotolan Rp. 450. 000, dewasa rimba Rp. 350. 000
Daftar Harga Burung Kacer poci/skoci trotolan Rp. 200. 000, dewasa rimba Rp. 150. 000
Daftar Harga Burung Kenari AF yorkshire beby Rp. 300. 000-Rp. 450. 000
Daftar Harga Burung Kenari F1 yorkshire beby Rp. 1. 000. 000 Rp. 1. 200. 000
Daftar Harga Burung Kenari F2 yorkshire beby Rp. 2. 000. 000-Rp. 2. 500. 000 1, 8 juta
Daftar Harga Burung Kenari lokal bahan bond Rp. 120. 000 hingga Rp. 130. 000
Daftar Harga Burung Kenari hijau lokal untuk bahan Rp. 100. 000
Daftar Harga Burung Kenari kuning lokal untuk bahan Rp. 150. 000 sampai160. 000
Daftar Harga Burung Kenari oreng lokal untuk bahan Rp. 350. 000
Daftar Harga Burung Kenari putih lokal untuk bahan Rp. 250. 000
Daftar Harga Burung Kenari betina yorkshire Rp. 5. 000. 000 hingga Rp. 7. 000. 000
Daftar Harga Burung Kenari jantan Yorkshire Rp. 7. 000. 000, Rp. 9. 000. 000 hingga Rp. 10. 000. 000
Daftar Harga Burung Kepodang bali/sumbawa Rp. 250. 000
Daftar Harga Burung Kepodang jawa Rp. 350. 000 hingga Rp. 500. 000
Daftar Harga Burung Kolibri tangkapan rimba Rp. 100. 000
Daftar Harga Burung Kutilang Rp. 50. 000 hingga Rp. 90. 000
Daftar Harga Burung Kutilang emas Rp. 60. 000 hingga Rp. 100. 000
Daftar Harga Burung Kutilang malaysia Rp. 90. 000
Daftar Harga Burung Kutilang sumatera Rp. 160. 000
Daftar Harga Burung Anis Ampenan trotolan Rp. 200. 000, dewasa rimba Rp. 110. 000
Daftar Harga Burung Anis Cendana trotolan Rp. 350. 000, dewasa rimba Rp. 250. 000
Daftar Harga Burung Anis Kembang – jaminan jantan Rp. 400. 000 acak Rp. 350. 000
Daftar Harga Burung Anis Merah trotol – jaminan jantan 1 juta-1, 3 juta 800-1, 2 juta, acak (dapat jantan-bisa betina) Rp. 650. 000
Daftar Harga Burung Beo beby Rp. 700. 000 hingga Rp. 850. 000
Daftar Harga Burung Beo dewasa rimba Rp. 500. 000
Daftar Harga Burung Betet Rp. 300. 000 hingga 400. 000
Daftar Harga Burung Blackthroat jantan Rp. 1. 750. 000, Â Rp. 1. 250. 000, betina Rp. 1. 150. 000
Daftar Harga Burung Branjangan jawa Rp. 80. 000 hingga 500. 000
Daftar Harga Burung Branjangan kalimantan Rp. 250. 000
Daftar Harga Burung Branjangan NTB Rp. 100. 000
Daftar Harga Burung Cendet/pentet tangkapan rimba Rp. 60. 000
Daftar Harga Burung Cendet/pentet trotolan Rp. 90. 000
Daftar Harga Burung Ciblek gunung dewasa rimba Rp. 250. 000
Daftar Harga Burung Ciblek kebun Rp. 200. 000 hingga Rp. 250. 000
Daftar Harga Burung Ciblek kebun dewasa rimba Rp. 150. 000
Daftar Harga Burung Ciblek kebun beby Rp. 100. 000 hingga Rp. 100. 000
Daftar Harga Burung Ciblek sawah dewasa rimba Rp. 80. 000
Daftar Harga Burung Cililin dewasa rimba Rp. 1. 000. 000
Daftar Harga Burung Cucak ijo sumatra dewasa rimba Rp. 600. 000 hingga Rp. 700. 000
Daftar Harga Burung Cucak ijo sumatra trotolan Rp. 700. 000 hingga Rp. 800. 000
Daftar Harga Burung Cucak jenggot Rp. 150. 000 hingga Rp. 200. 00
Daftar Harga Burung Cucak keling Rp. 50. 000
Daftar Harga Burung Cucak kencur/bayeman Rp. 90. 000
Daftar Harga Burung Cucak rante dewasa rimba Rp. 180. 000 hingga Rp. 250. 000
Daftar Harga Burung Cucak rante trotolan Rp. 150. 000 hingga Rp. 250. 000
Daftar Harga Burung Cucak tembak/kapas tembak Rp. 200. 000 hingga Rp. 350. 000
Daftar Harga Burung Cucakrowo beby penangkaran (3-4 bln.) Rp. 3. 000. 000 hingga Rp. 4. 000. 000/ekor
Daftar Harga Burung Cucakrowo tangkapan rimba Rp. 4. 000. 000 hingga Rp. 5. 000. 000/ekor
Daftar Harga Burung Decu dewasa rimba Rp. 100. 000 hingga Rp. 150. 000
Daftar Harga Burung Decu trotolan Rp. 175. 000 hingga Rp. 200. 000
Daftar Harga Burung Derkuku rimba Rp. 50. 000
Daftar Harga Burung Gagak Rp. 700. 000 hingga Rp. 2. 000. 00
Daftar Harga Burung Gaok Rp. 450. 000Â hingga Rp. 750. 000
Daftar Harga Burung Gelatik belong Rp. 150. 000 hingga 200. 000/pasang
Daftar Harga Burung Gelatik putih/silver/krem Rp. 800.000sampai Rp. 1.000.000 serta yang silver 600.000/pasang
Daftar Harga Burung Gelatik Wingko Rp. 75. 000 hingga Rp. 100. 000
Daftar Harga Burung Jalak bali trotolan/beby Rp. 6. 500. 000/pasang
Daftar Harga Burung Jalak putih Rp. 450. 000 hingga Rp. 650. 000/ekor
Daftar Harga Burung Jalak suren jawa trotolan penangkaran Rp. 350. 000 hingga Rp. 500. 000/ekor
Daftar Harga Burung Jalak suren sumatera dewasa rimba Rp. 200. 000/ekor
Daftar Harga Burung Kacamata/pleci Rp. 20. 000 Rp. hingga 25. 000 (yang telah jadi Rp. 500. 000, dada kuning/putih Rp. 20. 000, NTB Rp. 35. 000 hingga Rp. 50. 000)
Daftar Harga Burung Laura Rp. 90. 000
Daftar Harga Burung Mantenan Rp. 70. 000
Daftar Harga Burung Manyar dewasa Rp. 35. 000
Daftar Harga Burung Manyar trotolan Rp. 50. 000
Daftar Harga Burung Mbotok Rp. 600. 000
Daftar Harga Burung Merpati potong Rp. 40. 000
Daftar Harga Burung Murai air Rp. 200. 000

Daftar harga burung 2013 itu kami bisa dari sebagian peternak dan penjual burung di area jogjakarta, solo, semarang, dan sekitarnya. Daftar harga itu tak mutlak sama saja dengan daereh dimana anda ada. Tetapi ini dapat jadi harga pembanding bila sahabat burung mau beli burung berkicau favorite sahabat. Semoga bermanfaat.

Trik Jitu Burung Cendet Cepat Gacor


Panduan serta trick saat melindungi burung pentet atau, cendet atau toet atau dapat pula dimaksud burung punai atau burung predator benar-benar berbagai type saat memastikan rawatannya.

Langkah membuat perlindungan burung cendet supaya rajin berkicau berbagai type, menurut kepercayaan serta keyakinan tiap-tiap pehobies burung berkicau.

Cendet yaitu burung sawah yang bisa menirukan nada burung type lain, karenanya pentet ini dapat dijuluki burung predator atau burung sawah yang benar-benar cerdas, aslinya nada burung ini kurang enak jika di dengar, namun jika burung ini telah atau dimaster dengan burung-burung bermutu maka burung pentet ini dapat makin enak di dengar serta pintar membawakan lagu kicauan yang berkelas juga.

Memaster burung cendet/pentet atau toet ini yang benar-benar pas yaitu cucak jenggot, cililin, lovebird, ciblek, kenari, gereja tarung atau jalak suren, jangkrik serta belalang, jika burung pentet ini telah pintar menirukan burung master itu tak heran burung pentet ini memiliki harga yang benar-benar fantastis.

Di bawah ini terdapat banyak panduan atau trick sederhana supaya burung pentet atau cendet atau toet rajin berkicau serta pintar menirukan nada burung type yang lain.
  • Waktu pagi hari jam 07. 00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07. 30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada rutinitas tiap-tiap burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ubah atau imbuhkan voer serta air minum.
  • Berikanlah jangkrik 4 ekor pada cepuk ef. Jangan sempat dahulu berikanlah jangkrik dengan selekasnya pada burung.
  • Penjemuran bisa dikerjakan sepanjang 1-2 jam/hari mulai jam 08. 00-11. 00. Sepanjang penjemuran, baiknya burung tak tengok burung sejenis.
  • Sesudah dijemur, angin-anginkan kembali burung itu diteras sepanjang 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari hingga sore (jam 10. 00-15. 00) burung bisa di master dengan nada master atau burung-burung master.
  • Jam 15. 30 burung diangin-anginkan kembali diteras, bisa dimandikan bila butuh.
  • Berikanlah jangkrik 2 ekor pada cepuk ef.
  • Jam 18. 00 burung kembali dikerodong serta di perdengarkan nada master sepanjang hidup istirahat hingga pagi harinya.

Panduan Menentukan Makanan untuk Burung Cendet
  • Kroto fresh diberikan 1 sendok makan optimal 2x 1 minggu.
  • Pemberian cacing diberikan 1 ekor 2x 1 minggu.
  • Berikanlah multivitamin yang di gabung pada air minum 1 minggu sekali saja.

Tips Burung Ciblek Cepat Gacor


Bagaimana buat burung ciblek jadi cepat gacor? Kuncinya ada di perawatan dan juga yg tidak kalah utama yakni mental dari si burung itu sendiri. Seperti kita kenali ciblek yang sudah kita kenal ada dua type jenis yaitu ciblek dada putih dan ciblek dada putih kekuningan. Dari ke-2 jenis ciblek itu ada perbedaan tanda-tanda dari keduanya. Burung ciblek dada putih misalnya, apabila sudah kalah bertarung biasanya burung ini bisa lebih lama pulihnya di banding dengan burung ciblek dada kuning atau putih kekuningan.

Ciblek atau bhs latinnya prinia famillia ini yakni burung kecil yang kurang lebih th. 80 - 90an terdapat beberapa bercengkrama di kurang lebih halaman rumah kita. Suara khasnya sebagaikan burung ini digemari oleh sebagian kicaumania di semua indonesia dan buat jadi burung ini jadi naik daun dan berangsur-angsur mulai tidak sering terlihat di alam bebas. Penangkapan yang terlampau berlebihan jadi diantara lantaran menghilangnya burung ciblek di pekarangan ataupun di kebun-kebun.

Ciblek jantan dan betina bisa dibedakan dari warna paruh segi bawahnya. Untuk ciblek jantan dewasa warna paruh seluruhnya yakni berwarna hitam tetapi untuk jantan muda warna paruh segi bawahnya berwarna putih kepucatan dengan sedikit warna hitam di ujung paruhnya, tetapi untuk ciblek betina warna paruh segi bawahnya berwarna putih.

Variasi suara burung ciblek biasanya selaras dan diperdengarkan dengan tempo tinggi (ngotot) dan terus menerus, sampai enak didengar. Beberapa ciblek telah dapat di master dengan suara burung lain. Makna suara tembakan, suara ngebren yakni makna yang umum digunakan oleh pengagum burung ini untuk melukiskan suara burung ciblek yang tengah berkicau. Suara tembakan yakni suara burung saat memperdengarkan suara kerasnya dengan satu-persatu dengan tempo nada yg tidak sekian rapat. Ngebren yakni suara ciblek yang diperdengarkan dengan tempo tinggi/rapat dan keras. Jadi tidak sering kita temui burung ciblek yang bertemura ”setengah hati”. Variasi suara burung ini bisa tergantung pada kecerdasan burung waktu menangkap dan merekam suara burung lain di sekitarnya.

Tak saja untuk dipertandingkan, burung ciblek juga di kenal untuk burung ”master” yang baik, terlebih untuk burung kenari, branjangan, cucak hijau dan yang lain.
Perawatan harian burung ciblek
  • Makanan utama yang perlu disiapkan untuk ciblek masing-masing harinya yakni :
  • Jangkrik kecil (atau jangkrik dewasa setelah di potong kepala, kaki dan sayapnya)
  • Ulat (bisa ulat kandang/ulat hongkong)
  • Kroto
  • Voer lembut (banyak kicaumania yang berikan susu bubuk kedalam voernya)

Perawatan harian untuk ciblek dewasa
  • Perawatan harian bisa dimulai dengan pemberian jangkrik kecil 3 ekor pagi/sore
  • Ulat (untuk UH sebelum akan diberikan sebaiknya kepala ulat dipotong dahulu, dan makin bagus lagi apabila diberikan UH yang terus berwarna putih/ ganti kulit) beberapa 3 ekor p/s
  • Kroto sebaiknya minimum 2 kali 1 minggu atau 3 kali 1 minggu.
  • Voer diberikan voer lembut dan dikombinasi dengan susu bubuk.
  • Penjemuran minimum 2 s/d 3 jam masing-masing hari.
  • Pada waktu menggantung burung ini usahakan berjauhan dari burung sejenis atau burung predator lainnnya seperti toed/cendet/pentet.
  • Tempel dengan burung betina/burung muda maksimal 2 kali 1 minggu selama - 2 jam, untuk mengasah mentalnya.
Sesungguhnya kunci daripada perawatan harian burung yakni tergantung dari setelan harian yang kita kerjakan untuk burung kicauan kita, dan setelah tersebut yang untuk jadikan patokan dari perawatan burung masing-masing harinya. Cobalah lakukan perubahan perawatan seperti jumlah jangkrik/ulat yang diperoleh masing-masing harinya lalu amati pergantian burung itu apakah burung itu semakin agresif, rajin berkicau atau jadi jadi malas berkicau, mencari setelan yang menurut anda yakni setelan yang cocok diterapkan pada burung anda masing-masing harinya. Biasanya setelah anda memperoleh setelan yang pas untuk burung anda maka burung lalu bisa lebih maksimal dan tentulah tentang ini yang sangat di idamkan oleh kicauan mania, memiliki burung yang gacor ditempat tinggal ataupun di arena kontes.

Tuesday, December 3, 2013

Burung Madu Kelapa


Burung Madu Kelapa atau burung yang memiliki nama latin Anthreptes malacensis ini mempunyai warna bulu yang nyaris sama juga dengan burung kolibri ini mempunyai panjang dan ukuran badan yang relatif lebih panjang serta semakin besar dari pada kolibri.

Burung yang mempunyai panjang seputar 15cm ini adalah 1 type dengan burung kolibri, namun burung ini menghisap sari buah kelapa, serta tidak kerap juga mengonsumsi serangga kecil. Burung ini kerap hinggap di tangkai pohon yang rendah serta bersarang diatas ketinggian kian lebih 3 mtr..

Ciri - ciri burung ini yaitu mempunyai paruh yang runcing serta panjang yang berwarna hitam, ini utama lantaran burung ini beroleh makanannya dengan menghisap sari - sari makanan daroi pohon kelapa. Warna bulu burung ini jugab bermacam. Sekurang-kurangnya ada 5 type warna yang ada pada bulu burung ini.

Di bagian kepala sampai punggung ada warna hijau zamrud (ekor juga, namun sedikit). Terdaapat bulu berwarna kuning yang menguasai perut burung type ini. Pada sayap ada warna kuning keemasan yang diselingi dengan sedikit warna biru tosca untuk bulu yang berperan menaikkan kecantikan type burung ini.

Burung ini dapat mengibaskan sayapnya kian lebih 100kali perdetik saat tengah menghisap sari - sari bunga pohon kelapa. Burung ini bertelur tiap-tiap 23 - 31 hari sekali, serta umumnya bertelur pada 3 hinnga 4 butir pada sarang kecilnya.

Penyebaran Burung Kacer


Kacer (Magpie Robin), dari genus Copsychus, yaitu dari keluarga burung pengicau atau burung kicau, yang benar-benar disukai beberapa pengagum burung nyaris di semua lokasi Asia, dimulai dari India, China, serta semua lokasi Asia Tenggara terhitung di Indonesia. Burung Kacer mempunyai kekuatan berkicau yang benar-benar mengagumkan, hingga dengan kemampuannya itu, burung Kacer jadi incaran beberapa pengagum burung. Mengakibatkan populasi burung Kacer di alam juga makin alami penurunan, hingga di khawatirkan satu waktu burung ini bakal punah, seperti sebagian species burung lain yang sudah punah.

Kacer sendiri mempunyai kerabat lain dalam genus Copsychus, seperti Copsychus malabaricus yang lebih di kenal dengan sebutan Murai Batu, juga tetap berkerabat dengan type Punglor. Burung Kacer yang ada dalam genus Copsychus mempunyai 3 species, yakni :
  • Copsychus saularis
  • Copsychus sechellarum
  • Copsychus albospecularis
Tanda-tanda serta Penyebaran :

1. Copsychus saularis, (Oriental Magpie Robin)
 
Terbagi dalam 9 subspecies, yakni :
1. 1. saularis, (Thailand, India, Nepal, Malaysia, Indonesia)
1. 2. andamanensis, (Kep. Andaman)
1. 3. musicus, (Peninsular, Malaysia, Thailand)
1. 4. prosthopellus, (Hainan-China)
1. 5. erimelas (India ke Indochina),
1. 6. pluto (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia),
1. 7. ceylonensis (India, Srilanka),
1. 8. adamsi (Sabah-Malaysia, Borneo-Indonesia),
1. 9. mindanensis (Mindanao-Philippines)

Di Indonesia lebih di kenal dengan sebutan Kacer Hitam Putih, Kacer Sumatera serta Kacer Poci.
Memiliki warna hitam pada kepala, leher hanya dada, punggung serta sisi luar ekor. Sedang warna putih ada pada dada, perut serta ekor sisi dalam.

Penyebaran mulai China, India, Nepal, Thailand, Indochina, Philippines, Malaysia serta Indonesia.
Mempunyai nada yang keras, nyaring serta pandai menirukan suara2 di sekitarnya. Tampilan benar-benar atraktif sembari buka ekor dan keluarkan nada kicauan yang merdu.
Benar-benar suka pada hawa panas.


2. Copsychus sechellarum, (Seychelles Magpie Robin)
Penyebaran di Seychelles (Afrika), Jawa Timur serta Kalimantan (Indonesia). Semua badan berwarna hitam, terkecuali pada sayap ada warna putih. Kekuatan berkicau benar-benar baik serta pandai menirukan suara-suara yang ada di sekitarnya. Tampilan burung dari species Copsychus sechellarum ini benar-benar atraktif, lantaran pada waktu berkicau burung ini sembari memainkan ekor, hingga tampak benar-benar menarik serta indah. Cuma saja burung Kacer dari type ini umumnya mempunyai volume tak sekeras ke-2 sepupunya. Burung ini dapat benar-benar sukai dengan hawa panas, hingga tahan berjemur dibawah cahaya matahari berlama-lama.


3. Copsychus albospecularis, (Madagascar Magpie Robin)
. Terbagi dalam 3 subspecies :
3. 1. pica
3. 2. albospecularis
3. 3. inexpectatus
Semua subspecies Copsychus albospecularis ini menyebar di lokasi Madagascar Afrika.

Sisi leher samping atas, punggung serta ekor berwarna hitam kebiru-biruan. Kekuatan berkicaunya tak kalah dari ke-2 sepupunya C. saularis serta C. sechellarum.
.
Tak hanya dari ketiga species diatas, ada satu type kacer lagi yang beredar di kelompok pedagang serta yang memiliki burung kacer, yakni Kacer Blorok. Type ini menurut asumsi umumnya orang ataupun peneliti yaitu adalah hasil perkawinan silang yang berlangsung di alam, pada Kacer Hitam Putih (C. saularis) dengan Kacer Hitam (C. sechellarum).

Monday, December 2, 2013

SEKILAS INFO: “BENARKAH LOVE BIRD TURUN HARGA ?”

Blog Si Petani – Akhir-akhir ini kita sering mendengar kabar mengenai harga burung yang lagi trend dengan harga yang lagi naik seperti burung kacer dan juga kenari dan juga sempat menjadi TOP TREND, namun ada juga yang diperbincangkan oleh banyak penggemar dan juga pemilik burung kicauan tentang trend burung yang sedang down atau turun harga yaitu  burung love bird, namun tidak semua isu itu benar 100% karena ada sebagian pemilik dan penjual love bird tetap konsisten dengan harga stabil dan bahkan ada sebagian penjual burung lainnya malah justru meninggikan harga sebagian koleksi love bird yang dimilikinya. Sebagai pertimbangan untuk mengetahui setandar harga burung di beberapa pasar burung bisa klik disini.

Terkadang tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual dan juga di lapangan yang sedikit-banyak bisa mempengaruhi naik atau turunnya harga berbagai burung kicauan. Jika di forum yang lagi trend jenis burung tertentu maka akan menjadi semakin naik harganya jenis burung yang lagi diperbincangkan tersebut, namun sebaliknya jika ada jenis burung lain yang sama sekali tidak disinggung di forum maka lama-kelamaan akan semakin turun pamor dan sekaligus menurunkan harga pasarannya, seperti burung pentet/cendet/plentet yang pada jamannya sempat banyak menjadi perbincangan orang dan harganyapun sempat tinggi, namun untuk saat ini agak sedikit redup, begitu juga dengan harga LOVE BIRD yang juga diberitakan saat ini sedang turun harga.

Mungkin benar juga, jika kita coba melihat berbagai harga love bird di berbagai iklan di internet, bahkan ada yang sampai menawarkan dengan harga Rp 400 ribu dengan kondisi sudah dewasa, padahal harga segitu jika dibanding ketika jaya dan trendnya love bird maka dengan 400 ribu baru dapat burung love bird yang baru mau makan sendiri, namun untuk saat ini ada sebagian pemilik burung love bird karena akibat isu turun harga tersebut, akhirnya menjual burung miliknya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pada saat beli.

Semua kembali pada kita masing-masing, apakah kita akan coba mempertahankan apa yang kita miliki hingga menunggu trend kembali normal jika kita ingin membeli atau menjual burung milik kita, ataukah mengikuti trend dengan cara menjual burung milik kita yang sedang turun harga dan menukarnya dengan burung jenis lain yang sedang naik daun (harga tinggi), tetap semua kembali ke kita masing-masing, namun jika boleh memberikan sedikit saran, janganlah terlalu mudah termakan isu, fikirkan dengan cermat ketika kita mau menjual burung milik kita hanya karena terpengaruh isu agar jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Demikian sekedar info
Salam burungbudidaya

Sunday, December 1, 2013

Burung Kakatua


Burung Kakatua (suku Cacatuidae) yakni jenis burung hias yang memiliki bulu yang indah serta lengkingan nada yang cukup nyaring. Spesies ini terhitung diantara burung dengan kecerdasan yang cukup bagus, sampai sering digunakan untuk acara-acara hiburan di kebun binatang atau area hiburan yang lain.

Beberapa jenis Burung Kakatua

Di semua dunia, ada 13 type burung paruh bengkok yang bermarga Cacatua. Enam salah satunya dapat ditemukan di Indonesia, dan sebagian salah satunya ada di Maluku. Ke enam Type dari kakatua itu yakni :
  • Kakatua Putih (Cacatua Alba)
  • Kakatua Tanimbar (Cacatua Goffiniana)
  • Kakatua Rawa (Cacatua Sanguinea)
  • Kakatua Maluku (Cacatua Moluccensis)
  • Kakatua Koki (Cacatua Galerita)
  • Kakatua-Kecil Jambul-Kuning (Cacatua Sulphurea)
Di antara ke enam Type di atas, Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yaitu type kakatua dengan daerah persebaran yang benar-benar luas di Indonesia. Type ini menyebar di Sulawesi dan Nusa Tenggara. Ada 4 anak type dengan persebarannya masing – masing, yaitu Cacatua sulphurea sulphurea, Cacatua sulphurea parvula, serta Cacatua sulphurea citrinocristata dan Cacatua sulphurea abbotti. Namun, lokasi persebaran yang luas tidaklah jaminan untuk kelestarian dari Type paruh bengkok ini. Kakatua-kecil jambul-kuning malah yaitu Type dari Burung Kakatua benar-benar terancam punah di Indonesia saat ini.

Burung Elang Jawa


Karakteristik Elang Jawa amatlah gampang untuk di cermati, di mana Elang Jawa mempunyai badan tengah sampai besar, langsing, serta panjang badannya meraih kisaran 60 hingga 70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).

Elang Jawa mempunyai kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), serta dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang-kadang tampak keemasan jika terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih ; mahkota dan kumis berwarna hitam, tetapi punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sesungguhnya garis-garis) hitam membujur di dalamnya. Pada area dada dada, ada coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang setelah itu di samping bawah lagi berpindah jadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki tutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari Elang Jawa. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang tampak terang di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna sama, sedikit makin besar.

Irislah mata yang dipunyai Elang Jawa berwarna kuning atau kecoklatan ; paruh kehitaman ; sera atau daging di pangkal paruh kekuningan ; kaki (jari) kekuningan. Burung Elang Jawa muda dengan kepala, leher dan sisi bawah badan Elang Jawa berwarna coklat kayu manis jelas, tidak ada coretan atau garis-garis.

Waktu terbang, Elang Jawa sama juga dengan elang brontok (nisaetus cirrhatus) bentuk jelas, namun cenderung tampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta memiliki ukuran sedikit lebih kecil.

Kicauan Elang Jawa bunyinya benar-benar nyaring, berkali-kali, klii-iiw atau ii-iiiw, bermacam pada satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Serta sedikit banyak, suaranya ini sama dengan suara elang brontok walaupun perbedaannya cukup terang di dalam nadanya.
Penyebaran, Habitat serta Konservasi Elang Jawa

Persebaran burung Elang Jawa ini cuma hanya di pulau Jawa, mulai ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di semenanjung blambangan purwo. Namun sekianlah penyebarannya waktu ini terbatas di wilayah-wilayah dengan Rimba primer dan ditempat perbukitan berhutan tepatnya pada peralihan dataran rendah dengan daerah pegunungan. Beberapa besar dari Elang Jawa dapat ditemukan sekurang-kurangnya di separuh belahan selatan dari pulau Jawa. Nampaknya burung Elang ini hidup berspesialisasi pada lokasi berlereng.

Elang Jawa sukai ekosistem Rimba hujan tropika yang selalu hijau, di dataran rendah maupun pada tempat-tempat yang lebih tinggi. Diawali dari lokasi dekat pantai seperti di ujung kulon dan meru betiri, sampai ke hutan-hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2. 200 m dan kadang-kadang 3. 000 mdpl.

Umumnya area tinggal Elang Jawa susah untuk dicapai, walaupun tak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia. Nampaknya burung ini sangat tergantung pada kehadiran Rimba primer untuk area hidupnya. Walau ditemukan Elang yang memakai Rimba sekunder untuk area berburu dan bersarang, walaupun sekian letaknya berdekatan dengan Rimba primer yang luas.

Burung pemangsa ini berburu dari area bertenggernya di pohon-pohon tinggi di dalam Rimba. Dengan sigap dan tangkas menyergap berbagai mangsanya yang ada di dahan pohon maupun yang di atas tanah, seperti beragam jenis reptil, burung-burung seperti walik, punai, serta lebih-lebih ayam kampung. Juga mamalia memiliki ukuran kecil sampai tengah seperti tupai dan bajing, kalong, musang, s/d anak monyet.

Periode bertelur terdaftar mulai bln. januari hingga juni. Sarang berupa tumpukan ranting-ranting berdaun yang disusun tinggi, di buat pada cabang pohon setinggi 20-30 di atas tanah. Telurnya sejumlah satu butir, yang dierami selama kurang-lebih 47 hari.


Pohon tempat bersarangnya Elang Jawa yaitu sebagian type pohon Rimba yang tinggi, seperti rasamala (nama latin : altingia excelsa), gunakan (nama latin : lithocarpus sundaicus), tusam (nama latin : pinus merkusii), puspa (nama latin : schima wallichii), dan ki sireum (nama latin : eugenia clavimyrtus). Tak selalu jauh ada di dalam Rimba, ada juga sarang-sarang yang ditemukan hanya sejarak 200-300 m dari area rekreasi.

Di habitatnya, persebaran dari Elang Jawa amatlah tidak sering. Walaupun luas tempat habitatnya, seluruh jumlahnya hanya kuran lebih 137-188 gunakan burung, atau menurut perkiraan jumlah individu Elang ini berkisar seputar 600 hingga 1. 000 ekor. Populasi yang kecil ini hadapi ancaman besar pada kElangsungan kelestariannya, yang karena oleh kehilangan habitat dan eksploitasi jenis. Pembalakan liar dan konversi Rimba jadi tempat pertanian jadikan menyusutnya tutupan Rimba primer yang ada di Jawa. Selain itu, kehadiran Elang Jawa ini dapat selalu diburu oleh manusia untuk diperjual belikan di pasar gelap untuk di buat jadi satwa peliharaan. Karena kElangkaannya, pelihara burung ini seakan jadi kebanggaan sendiri, dan pada gilirannya buat jadi harga burung Elang Jawa ini melambung tinggi.

Mempertimbangkan kecilnya populasi, lokasi habitatnya yang terbatas dan desakan tinggi yang dihadapi itu, pihak Organisasi Konservasi Dunia IUCN memasukkan Elang Jawa ke di dalam status en (endangered, terancam kepunahan). Sekianlah juga, pemerintah Indonesia menetapkannya untuk hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

Taksonomis atau Penggolongan Elang Jawa

Sesungguhnya kehadiran Elang Jawa telah di ketahui dari dauhulu seputar th. 1820, saat van hasselt dan kuhl mengoleksi dua spesimen burung ini dari lokasi gunung salak untuk dibawa ke museum leiden, negeri Belanda. Walaupun sekian pada waktu itu hingga akhir abad-19, spesimen-spesimen burung ini terus disangka untuk jenis elang brontok.

Walau demikian baru di th. 1908, atas basic spesimen koleksi Max Bartels yang terbuat dari pasir datar, di sukabumi pada th. 1907, seseorang pakar burung di negeri jerman, o. Finsch, mengetahui Elang Jawa untuk type takson yang baru. Ia mengiranya untuk anak jenis dari spizaetus kelaarti, sejenis burung elang yang ada di sri lanka. Sampai lalu pada th. 1924, prof. Stresemann berikanlah nama takson baru itu dengan Epitet Khusus Bartelsi, untuk usaha untuk menghormati Max Bartels di atas, dan memasukkannya untuk anak jenis elang gunung spizaetus nipalensis.

Sekian, burung ini lalu di kenal oleh dunia dengan nama ilmiah yaitu Spizaetus Nipalensis Bartelsi, hingga setelah itu pada th. 1953 D. Amadon sudah mengusulkan untuk menambah peringkat burung Elang Jawa dan mendudukkannya ke di dalam jenis yang berdiri dengan sendiri, yakni Spizaetus Bartelsi.