Showing posts with label Hewan Peliharaan. Show all posts
Showing posts with label Hewan Peliharaan. Show all posts

Thursday, December 18, 2014

TIDAK HANYA JENIS LOKAL, KENARI UNGGULAN PUN TURUN HARGA

damai Kendati akhir-akhir ini untuk beberapa jenis burung tetap dalam posisi harga yang masih stabil, seperti Kacer, Jalak Suren, Cucak Ijo, Cucak Rowo dan beberapa burung lainnya dan bahkan ada juga burung jenis lain yang justru harganya semakin melambung seperti Murai Batu, wa bil khusus Murai Batu yang nota bene berasal dari daerah Medan atau yang kita lebih sering kenal dengan sebutan Murai batu Medan, dan burung Pentet / Cendet / Plentet yang menurut beberapa sumber sedang naik harga di daerah Jawa Tengah. Namun demikian tidak bisa dipungkiri lagi, Kenari juga sedang terjun bebas, tidak terkecuali kenari yang jenis-jenis di atas lokal. Jika kenari lokal saat ini harga anakan bahan umur sekitar 3 bulanan antara Rp 100 – Rp 150 ribu tentunya tergantung kondisi. 

Dan pada saat ini lebih extreme lagi adalah harga kenari dengan kualitas di atas lokal, seperti AF, F1, dan sejenisnya yang harganya sangatlah murah, apakah karena salah memasukkan angka ketika pasang iklan ataukah memang benar adanya, dan itupun masih bisa dinego sebagaimana yang tampak pada gambar yang sempat kami klip dari salah satu sebuah web iklan yang sudah sangat terkenal di Indonesia link berikut : 
http://www.olx.co.id/ 



Fenomena seperti ini memang kerap terjadi dikala sangat mudahnya membudidayakan atau beternak burung yang memang sangat mudah dikembangbiakkan sebagaimana burung love bird yang juga hingga saat ini kondisi love bird yang sudah gacor saja hanya dibandrol sekitar Rp 250 ribu dan itupun plus kandang, padahal ketika pada musim love bird sedang jaya-jayanya, anakan love bird usia 2 bulanan saja harganya bisa mencapai Rp 600 ribu bahkan lebih untuk jenis tertentu, apalagi jika sudah dewasan dan gacor. 

Demikian juga hal itu yang sekarag terjadi pada burung Kenari, baik kenari lokal, AF, Silangan AF, F1, silangan F1 dan lain-lainnya, sangking mudahnya menernak kenari akhirnya para kicau mania pun berlomba-lomba untuk menernakkan dan ketika berhasil secara otomatis jumlah burung kenari pun semakin banyak.

Logikanya, yang hanya punya sepasang burung Kenari saja bisa menernakkan dan secara otomatis yang tadinya hanya punya 2 ekor bisa menjadi 6 ekor dari anakan 4 ekor, artinya untuk apa beli di pasar jika beternak sendiri saja bisa. Sementara di pasaran anakan kenari hasil ternakan para pengusaha ternak burung (Breeder) juga menggelontorkan burung hasil ternakannya tersebut dan secara otomatis juga semakin membludaklah stock kenari anakan di pasaran, dan itulah menurut pendapat para kicau mania yang mengakibatkan harga kenari anjlok termasuk juga kenari jenis unggulan sekalipun.

Demikian dan semoga bermanfaat.
Salam burungbudidaya

BACA ARTIKEL LAIN TENTANG KENARI:


    

Wednesday, December 3, 2014

KENARI MACET BUNYI AKIBAT KANDANG / SANGKARNYA JATUH

damai Beberapa penyebab kenari macet bunyi sebagaimana pada artikel sebelumnya yang juga bisa dibaca di sini, menjelaskan akibat-akibat yang timbul yang menyebabkan kenari berhenti bunyi, tetapi untuk kali ini diluar prediksi akibat kurang hati-hati (teledor) saat menggantungkan sangkar yang berisi burung kenari pada tempat yang kurang pas.

Kisah pribadi yang coba saya share untuk para pembaca blog ini yang mungkin juga memiliki burung Kenari di rumahnya dan juga barangkali pernah mengalami hal yang sama, tetapi apabila belum terjadi hendaklah berhati-hati ketika meletakkan sangkar pada gantungan yang semestinya, dan amati lebih jelas untuk meyakinkan bahwa sangkar sudah kita letakkan pada tempat yang sesuai.

Memang kejadian seperti yang pernah saya alami ini terkesan sepele, namun ternayata sangat berimbas dan memberi efek buruk kepada burung kenari yang saya miliki , dari semula kenari  yang biasanya rajin bunyi dan sering ngerol dan bisa dibilang gacor, namun karena kurang berhati-hati mencantelkan pada gantungan yang memang sudah di design sedemikian rupa sebagaimana cantelan burung pada umumnya dan akibat karena kurang teliti dan sempat terjadi goyangan pada kandang kenari yang sudah digantung disertai dengan tiupan angin yang lumayan kencang, akhirnya kandang/sangkar berisi burung kenari terjatuh.


Akibat dari kejadian itu, sekitar 3 minggu yang lalu hingga sekarang kenari cuman ngeriwik-ngeriwik biasa sebagaimana kenari-kenari bahan lainnya. Maka dari itu sekali lagi kami sarankan, pastikan bahwa sangkar yang kita gantung sudah pada posisi yang tepat. “Untungnya cuman burung kenari yang boleh dibilang tidak terlalu mahal, coba kalo burung lain yang lebih mahal… kan sayang ! heheheh….”

Semoga bermanfaat
Salam burungbudidaya
sumber: damai9.blogspot.com

BACA ARTIKEL LAIN TENTANG KENARI:

Sunday, November 30, 2014

CARA MERAWAT BURUNG KASO-KASO AGAR RAJIN BUNYI DAN GACOR SEBAGAI MASTERAN (LEBIH ASYIK JIKA SUDAH JINAK KANDANG)

damai Karena jenis dan spesies memang sangat banyak sekali ragam burung yang ada di sekitar kita. Memang burung ini tidaklah terlalu popular jika dibandingkan dengan jenis burung lainnya, seperti Murai Batu, Kacer, Jalak Suren, Cucak Ijo, Kenari dan juga jenis burung lainnya yang memang sudah trend dan sudah banyak pula para penggemar burung yang mengenali namanya satu per satu. Namun tidak demikian dengan burung yang sesuai di gambar ini, Kaso-kaso namanya, memang kedengarannya sangat aneh dan sempat terbayang dengan material bahan bangunan … hehehe. Burung ini sangat jarang sekali orang memelihara dan merawatnya sekalipun terkadang kita sering melihat di beberapa pasar burung yang sempat kita datangi, tidak sedikit pedagang burung yang juga menyediakan dan memajang burung kaso-kaso sebagai tambahan pelengkap koleksi burung dagangannya dengan harga yang memang sangat murah meriah.

Kendati demikian sebenarnya kaso kaso merupakan burung yang cocok untuk dijadikan sebagai burung masteran ataupun untuk sekedar dirawat sebagai tambahan koleksi, dengan suara yang lumayan bervariasi jika sudah rajin dan gacor dengan volume yang lumayan keras, lumayan untuk menambah suasana keramaian di rumah.

Adapun perawatan Kaso-kaso agar cepat bunyi dan gacor adalah sebagai berikut:
1.     Pada pagi hari berikan kroto cukup ½ sendok teh 2-3 hari sekali sebelum dimandikan, namun ada komentar dari sebagian penggemar burung, “Sayang-sayang lah, masa’ kaso-kaso dikasih kroto !? nek murai, kacer yo pantes”. hehehe…. ya namanya juga pendapat….!
2.     Sebagaimana burung lainnya, mandikan burung dengn spray sekitar jam 7 an, namun biasanya setelah kita semprot menggunakan sprai terkadang burung akan melanjutkan kembali dengan mandi sendiri pada cepuk minum yang ada di dalam kandang dan selanjutnya diangin-angin kan selama beberapa menit sambil berikan jangkrik ukuran kecil 3-4 ekor.
3.     Selanjutnya jemur selama + 1-2 jam, atau bisa lebih jika cuaca tidak terlalu terik
4.     Dan kemudian berikan makanan berupa voer yang berkualitas dan juga buah pisang, namun untuk burung yang 1 terkadang sedikit unik, makan yang berupa voer biasanya tidak langsung ditelan namun sebagaimana kaso-kaso yang saya miliki ini akan mencelupkan voernya ke dalam cepuk minum sebelum menelannya, sehingga dalam sehari terkadang cepuk minum akan lebih cepat kotor jika dibandingkan cepuk minum burung lainnya.
5.     Lakukan secara rutin    

Akan lebih asyik lagi jika burung yang kita rawat sudah jinak kandang, karena pada saat pagi hari kita akan membersihkan kandang, kita cukup buka pintu kandang, biarkan burung keluar dari kandang dan terbang di pepohonan yang ada di sekitar depan rumah kita, dan kita leluasa membersihkan kandang dan juga menggantikan makanannya, seusai kandang kita bersihkan tidak lama kemudian kembalilah si burung ke kandangnya semula, maka hal yang demikian bisa menjadikan pemandangan yang berbeda yang cukup indah di rumah kita, karena kebetulan kaso-kaso merupakan burung yang sangat mudah jinak sebagaimana sering kita lihat burung kutilang di kampung-kampung yang juga mudah sekali jinak.

Demikian dan semoga bermanfaat

Salam burungbudidaya 
sumber: damai9.blogspot.com
ARTIKEL TERKAIT BURUNG LAINNYA :

Thursday, November 20, 2014

SEBAGAI LOVE BIRD MANIA, TURUNNYA HARGA LOVE BIRD SEHARSUNYA TIDAK JADI PERSOALAN

damaiPada akhir-akhir ini memang ada wacana yang menyatakan bahwa harga love bird sedang turun bahkan bisa dibilang turun secara drastis, bagaikan terjun bebas, pasalnya pada beberapa bulan sebelumnya sekitar di awal tahun 2014 harga love bird masih lumayan apalagi beberapa tahun sebelumnya yang pernah kami alami harga love bird standard masih lolohan sekitar 600 ribuan, tetapi dengan berangsurnya perubahan dan mudahnya pengembangbiakan love bird mungkin sebagai salah satu penyebab love bird menjadi turun dan sekarang harga love bird yang sudah rajin sekalipun harganya sekitar 250 ribu itupun plus kandang (di sebagian tempat), namun tidak demikian bagi penggemar sejati love bird yang tetap setia dengan

CARA SEDERHANA MERAWAT ANIS KEMBANG AGAR RAJIN BUNYI DAN CEPAT GACOR

damaiSebelumnya mohon maaf bagi yang sudah profesional dalam perawatan burung terutama untuk burung ocehan, namun barang kali jika bagi kalangan yang baru memulai dan masih awam dengan perawatan burung seperti burung Anis Bata / Anis Merah, Anis Kembang dan juga Anis lainnya, mungkin akan sedikit bisa membantu.

Perihal Tips dan Cara Merawat Burung Anis Bata / Anis Merah agar Cepat Bunyi, Rajin dan Gacor  adalah sebagai berikut:

APAKAH BENAR ANIS BATU TIDAK BISA BERKICAU ?

damaiBerawal dari kurang pengalaman dan kurang faham tentang perburungan yang saat ini sedang gencar dan ada juga beberapa kicau mania yang sempat break sejenak selang beberapa minggu, bahkan beberapa bulan dari mengurus burung karena berbagai alasan yang dikemukanan.

Namun banyak juga yang justru semakin gencar mencari dan selalu menambah koleksi burung yang ada, karena memang sudah biasa, jika sudah punya 1 pengen jenis lain lagi dengan alasan buat nemanin yang sudah ada (kasihan ga ada temennya) akhir beli dan akhirnya punya 2 ekor, sudah punya 2 pengen jenis yang lainnya juga, akhirnya punya 3, 4, 5, 6 dan seterusnya. Itulah hobi yang satu ini yang memang tidak bisa dielakkan.

Wednesday, November 12, 2014

CARA MERAWAT MURAI BATU AGAR TETAP FIT SAAT MUSIM HUJAN

damai- Seperti pada artikel lainnya tentang cara merawat burung agar tetap fit di saat musim hujan, tidak berbeda jauh dengan jenis burung pemakan serangga lainnya, sebagaimana perawatan burung kacer, kenari dan juga burung lainnya.  

Berikut adalah beberapa cara untuk mengantisipasi dan mengkondisikan agar burung Murai Batu tetap fit selama musim hujan:

Tuesday, November 11, 2014

CARA MERAWAT BURUNG KACER DI SAAT MUSIM HUJAN AGAR TETAP SEHAT FIT

damai- Pada awal atau pertengahan bulan Oktober lalu di sebagian daerah atau wilayah sempat terjadi hujan dengan intensitas yang mungkin belum terlalu besar, namun akhir-akhir  ini sudah mulai sering terjadi hujan dan mungkin akan terjadi selama musim penghujan ini selesai yaitu sekitar bulan Maret nanti, sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh pada burung yang kita miliki termasuk juga burung Kacer.

Ada beberapa cara untuk mengantisipasi dan mengkondisikan agar burung Kacer tetap fit selama musim hujan:

CARA MENYIMPAN KROTO AGAR LEBIH AWET DAN TAHAN LEBIH LAMA

damaiBagi kalangan pencinta burung terutama burung terutama burung pemakan serangga, kebutuhan kroto pada pagi hari atas burung yang kita rawat bagaikan rutinitas kita yang terbiasa dengan sarapan pagi. Biasanya ada pilihan antara bubur ayam, ketupat sayur dan ada juga yang tidak asing lagi adalah nasi uduk dan juga lainnya namun ada juga yang sekedar ngeteh dengan camilan dan gorengan saja. Begitu pula dengan burung yang kita rawat terutama untuk burung-burung yang membutuhkan EF (Extra Food) berupa kroto, seperti murai batu yang memang sepertinya salah satu menu pokok hampir setiap hari diberikan kepada burung tersebut, begitu juga dengan burung lainnya seperti Kacer, Cucak Ijo, dan juga burung lainnya yang membutuhkan kroto tersebut, anggap saja kita sarapan sama-sama

Friday, November 7, 2014

CARA MEMBEDAKAN MURAI BATU MEDAN, ACEH, NIAS, LAMPUNG, BORNEO, DLL, DILIHAT DARI WARNA DAN KOMPOSISI BULU EKOR, APAKAH VALID ?

damaiApa kabar kawan kicau ? semoga selalu dalam keadaan sehat dan happy selalu. Kali ini akan sedikit disampaikan tentang pendapat di berbagai sumber di internet yang banyak tertuliskan artikel yang menerangkan tentang perbedaan Burung Murai Batu, apakah itu Murai Batu Medan, Aceh, Nias, Lampung Super, Lampung, Pasaman, Kalimantan (Borneo) dan sebagainya.

Menururt beberapa sumber, berikut adalah perbedaan jenis murai batu dilihat dari bentuk dan warna bulu pada ekor: 

1. Murai Batu Medan

Murai Batu Medan : warna bulu ekor terbagi 2 putih dan hitam pada 4 helai sebelah kanan dan 4 helai bagian kiri dengan belah miring atau serong, hingga membentuk huruf V / U, dan ekor selebihnya berwarna hitam seluruhnya, dengan panjang ekor berkisar antara 16 – 30 cm. lidi bulu lentur dan tidak kaku. Suara kicauan paling mantab diantara beberapa jenis murai lainnya, bagi kicau mania yang faham murai menurut beberapa pendapat, sekalipun hanya dari suaranya sudah bisa dikenal jika itu suara murai batu medan dan jenis ini yang paling sering kita temukin di berbagai ajang perlombaan burung jenis murai karena biasanya murai Medan yang paling memiliki karakter yang paling mantab.

2. Murai Batu Aceh / Nias


Murai Batu Aceh / Nias : bulu ekor seluruhnya berwarna hitam dengan panjang ekor berkisar antara 16 – 27 cm, terkadang orang menyebut dengan istilah murai black tile (si ekor hitam), lidi bulu lumayan tebal dan besar jadi terkesan kaku.

3.     Murai Batu Lampung


Murai Batu Lampung: warna putih keseluruhan pada pada dua 2 helai bagian kanan dan kiri ekor, dan 1 helai bagian kiri dan 1 helai bagian kanan warna terbelah menjadi dua warna (hitam dan puith) sedangnya bagian tengan seluruhnya warna hitam, panjang ekor berkisar antara 12 – 23 cm. lidi terkesan kaku tidak selentur sebagaimana MB Medan. Suara kicauan lumyan patut diperhitungkan dan banyak juga beberapa ajang perlombaan yang diadakan terdapat kategori murtai lampung dan lampung super.

4.     Murai Batu Kalimantan (Borneo)




Murai Batu Borneo: warna putih keseluruhan pada 2 helai ekor bagian kanan dan 2 helai bagian kiri, dan selebihnya bagian tengah berwarna hitam, panjang ekor berkisar antara 12 – 17cm. warna bagian dada biasanya lebih cerah agak kekuning-kuningan jika dibandingkan dengan jenis murai lainnya, dan apabila dilombakan biasanaya dada akan membusung, makanya sangat jarang sekali kita temukan di lapangan ketika ada perlombaan kategori murai biasanya murai borneo tidak diikutsertakan, kecuali ada kelas tersendiri.

Pada dasarnya kalo sekedar buat kicauan di rumah cukup lumayan, namun kembali lagi karena rumor di kalangan penghobi burung sudah terkesan tidak meiliki nilai plus makan orang juga kurang tertarik untuk memilikinya. Namun kembali kepada kita masing-masing.  

Dari contoh dan penjelasan diatas dan yang menjadi pertanyaan kita adalah, apakah semua pernyataan di atas bisa dijadikan sebagai patokan secara keseluruhan bahwa yang memiliki ciri-ciri demikian adalah sesuai yang disebutkan ? Permasalahannya sebagaimana yang salah seorang kicau mania yang juga faham dengan berbagai jenis murai batu menjelaskan, “semua itu belum bisa dipastikan” kata Pak Wit, kita ambil contoh yang paling ringan saja, murai Borneo, tidak semua Murai Batu Borneo berekor pendek karena ada juga yang memiliki ekor lebih dari 20 cm dan ada juga murai borneo dengan warna dada hamper mirip dengan lampung.

Demikian juga beliau juga mengatakan secara ekor tampar murai medan, namun setelah bunyi dan di trek ternyata nggelembung, maka menrut beliau jika burung murai yang kita miliki belum pernah kita coba trek dengan murai lainnya, maka masih ragu untuk memastikan jenis murai yang kita miliki, terkecuali jika memang ketika kita membeli memang asli membeli dari tempat yang memang sangat bisa dipercaya, seperti dari peternakan ataupun kawan deket kita.  

Yang pasti semua kita kembalikan kepada keyakinan kita dan kefahaman kita masing-masing atas mutrai yang kita miliki, yang pasti semoga murai yang kita miliki adalah murai yang terbaik untuk kita … heheheheh.
Demikian sekilas info dan semoga bermanfaat

Salam burungbudidaya  

Wednesday, October 29, 2014

MEMBUAT KENARI AGAR CEPET NGEPLONG DENGAN MEMBERIKAN DAUN MENGKUDU / DAUN PACE MUDA

damai9 – Memang kita terkadang penasaran terhadapa burung kenari yang kita miliki dengan waktu yang sudah relative lama dan umurnya pun sudah lumayan dewasa namun suaranya tetap kecil dan ngeriwiknya juga kecil (tidak ngeplong) seperti beberapa burung kenari milik tetangga yang kita lihat.

Ada beberapa tips yang sudah diinformasikan kepada kami tentang bagaimana caranya untuk membut burung kenari yang semula suaranya kecil menjadi besar (ngeplong).

Info yang kami peroleh dari kawan dan juga sudah dipraktekkannya, adalah dengan memberikan daun mengkudu/daun pace yang masih muda (pupus) selama sekitar 6 hari atau 1 mingguan. Memang kedengarannya aneh, namun itulah kenyataannya. Daun mengkudu muda yang oleh beberapa warga terutama penduduk batawi asli yang sering dijadikan sebagai bahan campuran dalam membuat nasi goreng saat menyantap sarapan pada pagi hari. Yang pasti ada kandungan zat yang terdapat pada daun menkudu yang kita belum tahu persis kandungan dan khasiatnya sehingga bisa manjadikan perubahan suara pada burung kenari dan juga yang sering dikonsumsi sebagai bahan campuran membuat nasi goreng oleh warga betawi khususnya, memang dicobain enak juga siiih…. hehehehm...


Terlepas dari itu semua, tentunya ada juga obat perangsang untuk membuat suara kenari agar bisa negplong yang dijual di toko-toko burung.

Demikian sekedar tips yang sudah dibagikan oleh kawan kepada kami.


ARTIKEL LAIN TERKAIT BURUNG KENARI:

Semoga bermanfaat
Salam burungbudidaya

Tuesday, October 28, 2014

KEUNGGULAN DAN KELEBIHAN KENARI TAIWAN DAN JUGA KELEMAHANNYA

Bagi sesama penggemar burung (kicaumania) tidak jarang ngobrol
ngalor ngidul
.. pul..-kumpul, bisa disebut begadang sambil ngopi dan “ngasep” bareng-bareng dan yang dibahas paslitah sekitar perihal burung tentunya, namun terkadang juga membahas tentang hal lain yang bukan masalah burung, tetapi semoga apa yang diobrolkan, apapun itu permasalahannya yang pasti semoga bisa membawa manfaat terutama jalinan silaturrahmi yang akhirnya menjadi banyak kawan dan pertemanan, karena dari pertemanan siapa tahu ada info positif lainnya seperti pekerjaan, perjodohan (bagi yang mungkin lg cari jodoh), dan juga hubungan kemanfaatan lainnya, dan biasanya sangking enaknya ngobrol apalagi jika punya gacoan baru yang sempat jadi jawara dalam perlombaan, ataupun punya burung yang baru beli dengan kualitas bagus, seketika itu terkadang hingga lupa waktu, tahu-tahu sudah jam 2 pagi… no problemo, yang penting asalkan bisa membawa diri jangan sampai kewajiban utama esok harinya terkalahkan gara-gara begadang, maka kata bang H. Roma Irama, “jangan begadang jika tidak ada artinya…” hahahahah… kok malahan nyanyi…



OK, kita bahas tentang judul diatas, ada sedikit cerita seorang Kenari Mania tentang Kenari Taiwan yang pernah dimilikinya, menururt beliau kenari Taiwan miliknya tiba-tiba berhenti bunyi (mandeg) dengan penyebab yang tidak diketahui secara pasti. Dan menurut beliau akan membutuhkan waktu yang lama untuk menjadikan kenari Taiwan tersebut dapat kembali rajin bunyi seperti sedia kala. Entah sama atau tidak atara kenari Taiwan dengan jenis kenari lainnya, atau mungkin tidak terlalu berbeda jauh dengan jenis kenari biasa, jika memang hal itu benar meungkin penyebab kenari berhenti bunyi atau macet bunyi adalah sebagaimana yang pernah disampaikan pada artikel sebelumnya yang bisa dibaca disini.

Mengenai kenari Taiwan, dan dengan kenari Taiwan yang kami miliki, memang memiliki keunggulan dan kelebihan tersendiri, dengan variasi suara yang lebih banyak dan lebih unik jika dibandingkan dengan kenari lainnya, namun demikian sebagaimana yang sudah dijelaskan di paragraph diatas, jika terdapat kesalahan dalan perawatan baik karena unsur tidak tahu atau mungkin karena kelupaan ngerawat karena sangking banyaknya jenis burung yang dimiliki hingga akhirnya menjadi macet bunyi maka untuk memulihkan sebagaimana kondisi semula maka membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan kesabaran, maka biasanya pemilik kenari Taiwan jika kondisi sedang macet bunyi dilelang dang anti dengan yang lain.

Demikian sekilas perihal Kenari Taiwan, semoga bermanfaat
Salam burungbudidaya

Friday, October 24, 2014

ZEBRA FINCH PUN LUMAYAN BUAT MENAMBAH VARIASI KICAUAN SUARA BURUNG DIRUMAH PADA PAGI HARI


damaiBerawal dari seorang kawan yang sempat memiliki burung Zebra Finch yang boleh didapat dari kawannya yang mikat burung jenis lain, namun yang terperangkap malah burung Zebra Finch tersebut. Hanya selang beberapa hari merawat kemudian ditawarkan ke kami untuk meneruskan merawatnya, dan Alhamdulillah hingga saat artikel ini kami susun masih kami rawat dengan baik.

Sebenarnya scara specific ketika kami mencoba search artikel di Pak De Google… hehehe, ternyata penggemarnya lumayan banyak juga, selain itu Zebra Finch termasuk salah satu burung yang bukan hanya sekedar banyak di tangkarkan di Indonesia tetapi bahkan di manca Negara seperti Australia, Portugal, Brazil dan bahkan hingga Amerika sebagaimana yang dimuat oleh omkicau.com.

Secara sepintas Zebra Finch tidak berbeda jauh dengan burung mprit (pipit) yang banyak tersebar di wilayah pedesaan terutama di sawah, namun tidak tahu mengapa harganya bisa sangat mahal dengan kisaran harga 100 ribu hingga 500 ribu bahkan ada yang lebih mahal dengan jenis tertentu sebagaimana yang kami peroleh di internet, namun dengan model yang hampir sama dengan burung mpit/pipit jawa, dengan harganya hanya tidak lebih dari 5 ribu rupiah. Yang jadi pertanyaan kita mengapa perbedaan harganya sangatlah terpaut jauh sekali ? apakah hanya karena ZF adalah burung impor ? tak tahu lah itu….

Sudah selayaknya kita harus bangga dengan apa yang kita miliki sendiri, maksudnya bangsa kita sendiri, terutama dari jenis faunanya dan lebih spesifik lagi adalah segala jenis burung asli Indonesia.

Bagi penghobi burung memang tidak terlalu melirik ZF, karena memang bukan termasuk burung ocehan sebagaimana burung-burung ocehan lainnya seperti Murai Batu, Kacer, Cucak Ijo, Kenari, Jalak Suren  dan jenis lainnya, tetapi lain halnya jika penghobi burung dengan melihat sisi keindahan warna bulu-bulunya maka ZF termasuk salah satu burung yang perlu juga untuk dinikmati keindahannya, dan tidak hanya itu patut juga untuk coba dilestarikan di Indonesia.

Demikian semoga bermanfaat
Salam burungbudidaya