Showing posts with label Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Pertanian. Show all posts

Sunday, February 24, 2013

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA DAUN BAWANG (MUNCANG)

Muncang banyak ditanaman dan dibudidayakan dengan pola tanam tumpang sari. Sistem tumpang sari yang sekarang banyak ditanam adalah dengan tanaman sawi, cabe, wortel dan sayuran daun lain. Sebenarnya budi daya tanaman daun bawang relatif sangat mudah. yang lebih menggembirakan adalah hasil dari panennya sangat mudah untuk dipasarkan dan bahkan para tengkulak akan datang untuk survey dan bahkan akan langsung bayar di tempat untuk melakukan pembayaran secara tunai, dengan harga jual yang relatif stabil dan menguntungkan. Berminat untuk mencoba, baca dulu ulasan berikut ini !

Tips untuk memulai usaha

1. Pilihlah lahan yang sesuai untuk penanaman bawang daun. Disini tanah yang paling cocok untuk tanaman daun bawang adalah yang banyak mengandung humus. Sebaiknya dilakukan 15-30 hari sebelum tanam.

2. Selanjutnya, buatlah persemaian. Caranya, olah tanah, lalu tanam biji atau anak tunas sebagai bibit. Untuk 1 ha lahan, dibutuhkan bibit (tunas) sebanyak 200.000 anakan atau 1,5-2 kg biji.

Disarankan untuk hasil yang terbaik hendaknya lebih baik menggunakan bibit yang dari tunas atau anakan bukan dari persemaian, karena disamping waktunya lama, belum tentu hasil dari persemaiana tadi akan mengahsilkan bibit yang berkualitas.

3. Siapkan lahan untuk penanaman. Caranya, cangkul tanah sedalam 30-40 cm, kemudian berikan pupuk kandang sebanyak 10-15 ton/ha. Buat bedengan selebar 0,6-1 m. Buat parit dengan lebar 20-30 cm di antara bedengan. Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.

4. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm.

5. Pindahkan bibit ke lahan penanaman setelah berumur 2 bulan (tingginya 10-15 cm).

6. Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret). Kendala Budidaya Bawang Daun Jenis Tanaman daun bawang ini mudah terserang hama dan penyakit, terutama pada musim hujan.

Berikut beberapa jenis hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman bawang daun ini, yakni :

- Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.) Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan perangkap ngengat.

- Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.

- Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.) Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae; menanam secara serempak; memasang perangkap serangga berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP.

- Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.) Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea, penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan kebersihan kebun dan tanaman dan fungisida Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.

Strategi Budidaya Bawang Daun


- Pastikan lahan sudah diolah sebelum ditanami sehingga unsur hara yang diperlukan tanaman bawang daun tercukupi.
- Lakukan upaya pengendalian penyakit sedini mungkin, antara lain dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan pestisida sesuai anjuran.
- Setelah tanaman bawang daun berumur 3-4 minggu, berikan pupuk urea sebanyak 3 g untuk setiap tanaman.
- Lakukan panen bawang daun setelah berumur 2,5 bulan sejak ditanam atau sekitar 4 bulan dari biji disemai. Tanaman yang baik dapat menghasilkan 10 ton/ha bawang daun.
- Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup, bawang daun harus sudah dipanen.
- Gali informasi dan pengetahuan mengenai budidaya bawang daun melalui berbagai media seperti buku, majalah, pertemuan-pertemuan yang berkaitan dengan kegiatan pertanian dan perkebunan dsb.

sumber dari : www.binaukm.com

Wednesday, February 13, 2013

BUDIDAYA KENTANG DAN TEMPAT YANG COCOK UNTUK TANAMAN KENTANG

Pohon kentang

M enurut Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Wonosobo, Suharso, penyebab kualitas kentang lokal lebih rendah dibanding dengan kentang impor salah satunya karena kesalahan dalam pola tanam dan penggunaan obat-obatan tanaman. Disamping kualitas yang rendah, produktivitas kentangpun juga ikut rendah. Ada solusi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu kentang, khususnya di wilayah dataran tinggi dieng, yakni dengan perbaikan pola tanam dan sapta usaha tani.

Dari solusi tersebut ada dua manfaat sekaligus yang bisa diperoleh, yakni berbudidaya kentang secara baik dan benar serta petani bertanam dengan ramah lingkungan. 
 
Hal tersebut tentunya sejalan dengan program pemerintah, yakni pembangunan berwawasan lingkungan melalui upaya konservasi lahan. Perbaikan pola tanam dilakukan dengan melakukan penyelingan tanaman, seperti kentang misalnya, empat bulan pertama ditanam kentang, berikutnya ditanam tanaman sayur lain, seperti kobis, daun bawang, seledri dan sayuran lain yang memiliki nilai ekonomis. Jadi dalam satu tahun penanaman kentang dilakukan cukup satu kali.

Sistem pola tanam seperti ini dikandung maksud untuk memutus rantai penyakit tanaman yang bisa menyerang tanaman kentang. Selama ini diduga banyak hama penyakit yang menyerang tanaman kentang, sehingga banyak petani yang memakai obat-obatan tanaman seperti pestisida di atas ambang normal, apalagi jika di musim hujan. Peningkatan penggunaan pestisida tersebut berdampak pada kurang bagusnya mutu kentang.

Untuk merubah pola tanam ini jelas tidak gampang, apalagi di wilayah dieng, disana budaya tanam kentang menjadi satu tolok ukur penilaian seseorang dari sisi ekonomi. Orang tanam kentang dianggap sebagai orang kaya atau orang mampu. Suharso menegaskan, perlu upaya penyadaran petani kentang di dieng secara psikologis disamping secara teknis tentunya. Sapta usaha tani juga perlu dilakukan petani. Sapta usaha tani sendiri merupakan istilah yang diambil Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, melalui Program Bali Ndeso Mbangung Ndeso di Bidang Pertanian, dimana di Kementerian Pertanian, istilah tersebut sama dengan SL-PTT atau Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu. Kegiatan ini meliputi penggunaan benih yang bersertifikat, pengolahan tanah yang baik, pengairan yang cukup, pemupukan secara berimbang, pengendalian hama yang tepat, panen dan pasca panen, serta pasartanaman yang sesuai.

Untuk penggunaan benih yang bersertifikat saat ini baru terpenuhi sekitar 15 persen, hal ini disebabkan karena jumlah benih ersertifikat masih terbatas. Saat ini stok benih tersebut diambil dari kledung, lembang dan beberapa kelompok petani penghasil benih. Kekurangan benih tidak hanya dialami di wonosobo, tapi di jawa dan juga di indonesia. Pemerintah telah berupaya untuk mengatasi hal tersebut dengan menyekolahkan beberapa petani ke balai benih kentang di kledung, untuk tahun ini sebanyak lima petani mengikuti program tersebut selama kurang lebih satu bulan.

Kesalahan proses tanam petani selama ini ditengarai menjadi salah satu penyebab kurangnya kesuburan tanah. Berkurangnya kesuburan tanah dikarenakan semakin berkurangnya top soil atau lapisan humus. Saat ini rata-rata top soil yang ada di dieng hanya sekitar 10 – 20 cm, dimana idealnya adalah pada kedalaman minimal 30 cm. Top soil sendiri mempunyai peranan yang sangat penting, karena di lapisan ini terkonsentrasi kegiatan-kegiatan mikroorganisme yang secara alami mendekomposisi serasah atau tumpukan daun kering dan rerantingan pada permukaan tanah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesuburan tanah.

Salah satu kesalahan proses tanam yang dilakukan petani di dieng adalah banyak petani yang mengolah lahan pada kemiringan lebih dari 30 derajat. Aturannya adalah di bawah 30 derajad, karena jika menanam di atas 30 derajad berakibat cepat hilangnya lapisan humus atau top soil. Untuk mengembalikan kesuburan tanah secara alami tentunya membutuhkan waktu, tidak bisa secara instan dilakukan, sekalipun dengan penambahan pupuk-pupuk pabrikan, bahkan jika dilakukan penambahan pupuk fine compost sekalipun, tetap saja tidak serta merta kegiatan mikroorganisme menjadikan tanah kembali
 
 

TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA DAUN BAWANG (MUNCANG) AGAR PANEN BERLIMPAH DENGAN KUALITAS SUPER

Tanaman daun bawang (muncang) di kawasan kaki gunung dieng

BLOG BEBAS - Muncang banyak ditanaman dan dibudidayakan dengan pola tanam tumpang sari. Sistem tumpang sari yang sekarang banyak ditanam adalah dengan tanaman sawi, cabe, wortel dan sayuran daun lain. Sebenarnya budi daya tanaman daun bawang relatif sangat mudah. yang lebih menggembirakan adalah hasil dari panennya sangat mudah untuk dipasarkan dan bahkan para tengkulak akan datang untuk survey dan bahkan akan langsung bayar di tempat untuk melakukan pembayaran secara tunai, dengan harga jual yang relatif stabil dan menguntungkan. Berminat untuk mencoba, baca dulu ulasan berikut ini !

Tips untuk memulai usaha:

1. Pilihlah lahan yang sesuai untuk penanaman bawang daun. Disini tanah yang paling cocok untuk tanaman daun bawang adalah yang banyak mengandung humus. Sebaiknya dilakukan 15-30 hari sebelum tanam.
2. Selanjutnya, buatlah persemaian. Caranya, olah tanah, lalu tanam biji atau anak tunas sebagai bibit. Untuk 1 ha lahan, dibutuhkan bibit (tunas) sebanyak 200.000 anakan atau 1,5-2 kg biji.
Disarankan untuk hasil yang terbaik hendaknya lebih baik menggunakan bibit yang dari tunas atau anakan bukan dari persemaian, karena disamping waktunya lama, belum tentu hasil dari persemaiana tadi akan mengahsilkan bibit yang berkualitas.
3. Siapkan lahan untuk penanaman. Caranya, cangkul tanah sedalam 30-40 cm, kemudian berikan pupuk kandang sebanyak 10-15 ton/ha. Buat bedengan selebar 0,6-1 m. Buat parit dengan lebar 20-30 cm di antara bedengan. Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.
4. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm.
5. Pindahkan bibit ke lahan penanaman setelah berumur 2 bulan (tingginya 10-15 cm).
6. Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret). Kendala Budidaya Bawang Daun Jenis Tanaman daun bawang ini mudah terserang hama dan penyakit, terutama pada musim hujan.

Berikut beberapa jenis hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman bawang daun ini, yakni :

- Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.) Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan perangkap ngengat.

- Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.

- Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.) Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae; menanam secara serempak; memasang perangkap serangga berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP.

- Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.) Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea, penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan kebersihan kebun dan tanaman dan fungisida Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.

Strategi Budidaya Bawang Daun

- Pastikan lahan sudah diolah sebelum ditanami sehingga unsur hara yang diperlukan tanaman bawang daun tercukupi.
- Lakukan upaya pengendalian penyakit sedini mungkin, antara lain dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan pestisida sesuai anjuran.
- Setelah tanaman bawang daun berumur 3-4 minggu, berikan pupuk urea sebanyak 3 g untuk setiap tanaman.
- Lakukan panen bawang daun setelah berumur 2,5 bulan sejak ditanam atau sekitar 4 bulan dari biji disemai. Tanaman yang baik dapat menghasilkan 10 ton/ha bawang daun.
- Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup, bawang daun harus sudah dipanen.
- Gali informasi dan pengetahuan mengenai budidaya bawang daun melalui berbagai media seperti buku, majalah, pertemuan-pertemuan yang berkaitan dengan kegiatan pertanian dan perkebunan dsb.

Sumber : www.binaukm.com

Monday, January 14, 2013

DAFTAR HARGA BURUNG DI PASAR KEBAYORAN LAMA

Pasar Burung Kebayoran Lama (3/2/2013)
Blog Bebas - Penghobi burung semakin lama semakin marak mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mulai dari perkampungan sampai perkotaan dan juga mulai dari orang yang tidak punya uang sehingga untuk memperoleh satu hewan peliharaan kesukaannyapun harus dengan kerja keras sekalipun harga burung hanyalah puluhan ribu rupiah demi hobby yang sangat digemari oleh banyak orang akhir-akhir ini yang penting tujuan tercapai sampai dengan orang yang berlimpah harta yang memang apapun yang dia mau burung jenis apapun dan harga semahal apapun asal dia suka pasti akan dibayarnya dan tidak perlu susah payah untuk mengeluarkan isi kantongnya.


Pada cerita lain karena sangking senangnya dengan hobby ini, tidak sedikit keluarga terutama suami yang harus hampir setiap hari dimarahin sama istri karena setiap hari yang diurusin burung, burung dan buruuuuuu.....ng melulu, namun bagi para pembaca yang kebetulan penggemar burung baik kicauan ataupun burung sekedar buat hobby peliharaan saja mungkin akan terjadi hal semacam itu, hendaknya berhati-hati dan janganlah kegemaran yang satu ini bisa menyebabkan keluarga jadi berantakan. Yang pasti, tunaikanlah terlebih dahulu kewajiban untuk seluruh anggota keluarga, istri dan anak-anak jangan sampai terbengkalai, karena itu adalah kewajiban utama sedangkan hobby burung hanyalah kesukaan sebagain orang laki-laki saja.

Terlepas dari sedikit cerita di atas, ada sedikit informasi berdasarkan pantauan dan tanya sana-sini (bahasa jawa: takon ngalor-ngdul) di Pasar Kebayoran Lama, tepatnya di bawah fly over terdapat berjajar pedagang burung di depan ruko-ruko yang dulu untuk penjualan alat eketronik, dan sekarng ada sebagian dari toko-toko tersebut yang beralih profesi kemudian menambah dan mem-variasi dagangannya bahkan ada juga yang mengganti jenis dagangannya dengan segala pernak-pernik tentang burung, dari mulai kandang, lidi bahan pembuat kandang/sangkar, gantungan sangkar, plangkringan, tempat makan, pakan burung, bahkan ada juga yang menjual tempat untuk burung yang siap untuk ditangkarkan.

Dan ada juga pedagang burung yang masih di kawasan Pasar Kebayoran  Lama yaitu di sepanjang rel kereta api sebelum Stasiun Kebayoran Lama kalo dari arah Ciledug.



Berikut adalah Daftar Harga Burung Di Pasar Kebayoran Lama:


Catatan : Harga berdasarkan pantauan pada bulan Nopember 2012 – Januari 2013, dan harga tersebut diatas bisa lebih murah dan bisa juga lebih mahal dari harga lapangan tergantung dengan jenis dan kondisi burung.

Semoga bermanfaat...

  
  


Wednesday, December 5, 2012

Cara Budidaya Ikan Arwana Super Red

Jenis Ikan Arwana

Sebagian besar orang pasti sudah mengenal ikan arwana yang memang sudah sangat popular hingga Tukul Arwana pun menyusul kepopulerannya..he..he.. Ikan hias ini harganya tergolong mahal tapi bagi pecinta Arwana harga tentunya bukan masalah karena ini masalah kepuasan dan kebanggaan tersendiri jika memilik ikan hias ini. Bentuk ikan arwana super red sangat indah dan mempesona.



Bentuk tubuhnya yang unik dan warna sisiknya yang merah menyala, membuat ikan ini banyak dikoleksi karena diyakini sebagai pembawa keberuntungan Melihat dari gambar ikan arwana saja sudah terlihat indah apalagi jika melihat langsung di aquarium, ikan ini memiliki bentuk dan penampilan cantik serta unik. Tubuhnya memanjang, ramping dan gerakan renangnya sangat anggun. Ikan hias arwana memiliki hiasan berupa sungut pada mulut yang berfungsi sebagai sensor getaran untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air, dan sisik besar teratur. Ikan ini berukuran besar dan kadang bersifat agresif.

Gambar ikan arwana super-red


Dalam aquarium panjang ikan arwana bisa mencapai antara 45-60 cm, sedangkan di alam bisa mencapai sekitar 90 cm, bahkan jenis tertentu arwana asal amerika selatan bisa mencapai sekitar 270 cm. Tidak heran bila ikan ini telah di budidaya di banyak tempat dan mendapat julukan dragon fish alias ikan naga yang menurut mitos China dipercaya sebagai ikan pembawa keberuntungan. Maka tak heran, banyak pula orang yang memburu ikan ini untuk melancarkan rezeki.

Ada beberapa jenis ikan arwana, seperti silver , golden dan super red. Di antara ketiga jenis itu, nama super red arwana menduduki peringkat teratas dan paling digemari.


Ikan arwana super red adalah salah satu jenis ikan hias arwana yang tergolong langka dengan habitat asli di Banjar – Kalimantan dan Irian – Papua. Namun karena banyaknya pecinta jenis ikan arwana ini maka tak heran budidaya arwana ini berkembang di Kranggan, Bekasi, Jawa Barat. Habitat asli ikan-arwana super red di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Namun ikan ini telah banyak dibudidayakan. Salah satu lokasi budidayanya terdapat di Kranggan, Bekasi, Jawa Barat tepatnya di desa Jati Raden dan dikelola diatas lahan seluas 4 ribu meter persegi. Terdapat 3 kolam budidaya dengan ukuran 10 X 30 meter dengan puluhan induk ikan arwana super red yang berusia 8 hingga 10 tahun.

Cara memelihara ikan arwana super red

Untuk menjaga agar induk ikan tetap sehat maka hindari agar jangan sampai air kolam budidaya tidak jernih untuk itu kondisi air kolam agar senantiasa dijaga kejernihannya supaya ikan arwana super red tidak mudah terserang penyakit. Pemberian makanan untuk indukan ikan ini perlu diperhatikan biasanya para petani memberi makan sekali sehari di waktu sore hari. Makanannyapun khusus karena untuk mengahsilkan ikan yang sehat diperlukan pakan yang kaya akan nutrisi seperti kodok dan ulat jerman. Ulat jerman diberikan untuk mengurangi kandungan lemak, agar tubuh arwana tidak kegemukan dan warna tetap berkilau Untuk persiapan budidaya ikan arwana super red ada beberapa hal yang diperlukan :

•    Usahakan agar kolam diberi pagar dan atap untuk memudahkan ikan melangsungkan perkawinan tanpa gangguan sekitar lingkungan.
•    Setelah arwana super red bertelur maka biarkan telur dierami oleh induk jantan. proses pengeraman biasanya berkisar 2 bulan atau sesuai kebutuhan
•    Anak ikan yang telah menetas kemudian dipindahkan ke akuarium incubator. Kondisi di akuarium ini disesuaikan dengan alam aslinya. Air dibuat memutar karena anakan ikan belum dapat berenang. Anakan ikan dijual setelah berusia 2 bulan dan telah pandai berenang.
•    Untuk pembesaran ikan pindahkan ke kolam permanent dan jaga agar kolam tetap aman dan terjaga dari gangguan dgn memberi pagar dan atap

Harga jual ikan arwana Super red

10 Ekor keatas 8 – 10 cm 2,75 Jt - Komplit
20 Ekor Keatas 8 – 10 cm 2,65 Jt - Komplit
10 Ekor keatas 20 – 25 cm 4,25 Jt - Komplit
20 Ekor Keatas 20 – 25 cm 4 Jt - Komplit

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah Bagi rekan-rekan yang tertarik silahkan Contact person di livia-blog.blogspot.com Author : Livia Wulandari – ikan arwana

Tuesday, December 4, 2012

Tanaman Yang Cocok Untuk Halaman Rumah

Sebagai pemilik rumah sudah barang tentu kita menginginkan suasana rumah kita terasa sejuk, segar, nuansa hijau, subur, adem (jawa) dan terkesan indah. Dari semua itu kita perlu memikirkan bahwa untuk membuat itu semua pastilah harus mengusahakan agar kondisi rumah kita seperti itu, maka dari itu ada beberapa tips agar rumah kita selain nyaman kita tempati juga enak dipandang oleh orang lain.

Ada beberapa cara agar rumah kita terkesan seperti yang kita sebutkan diatas, diantara solusi yang pertama adalah dengan ditanami pepohonan.

Kita gunakan dulu daya imanijasi kita dalam membuat suasana rumah kita menjadi rumah yang sangat nyaman, dengan memilih jenis jenis tanaman / tumbuhan / pepohonan yang cocok untuk rumah kita. Kami telah mencatat beberapa jenis pohon yang cocok untuk ditanam di rumah kawasan sekitar rumah, dan lebih jelas lagi ada beberapa pohon yang masuk dalam kategori jenis tanaman langka / perlu dilestarikan keberadaannya.

1. Tanaman pohon / tumbuhan untuk halaman depan.

Ada jenis pepohonan yang kita manfaatkan selain karena rindang juga dapat kita ambil buahnya, sehingga ketika pohon ini sudah besar dan menghasilkan buah buah, akan semakin menambah daya tarik rumah kita semakin menarik dan nyaman untuk ditempati (tambah kerasan). Jenis jenis pepohonan itu antara lain :

Pohon Wuni / Buni
Pohon Jengkol
Pohon Pete
Pohon Rambutan
Pohon Duku
Pohon Apel
Pohon Belimbing
Pohon Kesemek
Pohon Salam
Pohon Sawo
Pohon Kedondong
Pohon Jambu Merah
Pohon Mangga
Pohon Kecapi
Pohon Delima
Pohon Bisbul
Pohon Sawo Kecik
Pohon Sawo Bludru
Pohon Tanjung
Pohon Kepel
Pohon Kokosan
Pohon Duwet
Pohon Gayam
Pohon Maritam
Pohon Gandaria
Pohon Maltoa
Pohon Mengkudu
Pohon Kawista
Pohon Jamblang
Pohon Kweni
Pohon Samolo
Pohon Jeruk Purut
Pohon Jeruk Nipis
Pohon Jeruk Limau
Pohon Kelengkeng
2. Untuk halaman depan atau tengah seperti teras, pendopo dgn tanaman pendek seperti :

Pohon Bungan Mawar
Pohon Pakis
Pohon Palem
Bunga Kertas
Bunga Dahlia
Bunga melati
Pohon Daun Plastik
Pohon Palem
Bunga Anggrek
Pohon Orchid
Pohon Suplir
Pohon Paku

Anthurium, Aglonema, Adenium, Euphorbia, Pachypodium dan Philodendrum dan lain sebagainya

3. Tanaman pohon / tumbuhan di area belakang rumah.

Kami pilihkan jenis tumbuhan kesehatan yang mana selain menjadikan fungsi kesegaran rumah juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan secara alamiah. Berikut jenis tanaman itu :

Pohon Adas
Pohon Kunyit
Pohon Temulawak
Pohon Temu Kunci
Pohon Jarak
Pohon Jeruk Purut
Pohon Tomat
Pohon cabe Merah
Pohon Tanduk Rusa
Pohon Murbei
Pohon melati
Pohon Mengkudu
Pohon Jambu Merah
Pohon Lidah Buaya
Pohon Kencur
Pohon Kembang Sepatu
Pohon Kecubung
Pohon Kapulaga
Pohon Jarak
Pohon Jahe
Pohon Ceremai
Pohon Keladi Tikus
Pohon Pepaya
Pohon Salam
Pohon katug
dan lain-lain

Itulah tadi tanaman yang dapat kita tanam di kawasan rumah kita, yang dapat kita mnafaatkan selain hanya untuk tingkat kesejukan dan kerindangan rumah kita, namun bisa juga kita ambil manfaatnya dari sisi lain seperti dari buahnya dan juga dapat kita manfaatkan untuk keperluan obat-obatan. 
 
Semoga bermanfaat.
 
 

Monday, December 3, 2012

Cara Budidaya Kentang dan Lahan Yang Cocok Untuk Tanaman Kentang

Budidaya Kentang dan Tempat yang Cocok untuk Tanaman Kentang

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Wonosobo, Suharso, penyebab kualitas kentang lokal lebih rendah dibanding dengan kentang impor salah satunya karena kesalahan dalam pola tanam dan penggunaan obat-obatan tanaman. Disamping kualitas yang rendah, produktivitas kentangpun juga ikut rendah. Ada solusi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu kentang, khususnya di wilayah dataran tinggi dieng, yakni dengan perbaikan pola tanam dan sapta usaha tani.

 
Dari solusi tersebut ada dua manfaat sekaligus yang bisa diperoleh, yakni berbudidaya kentang secara baik dan benar serta petani bertanam dengan ramah lingkungan. Hal tersebut tentunya sejalan dengan program pemerintah, yakni pembangunan berwawasan lingkungan melalui upaya konservasi lahan. Perbaikan pola tanam dilakukan dengan melakukan penyelingan tanaman, seperti kentang misalnya, empat bulan pertama ditanam kentang, berikutnya ditanam tanaman sayur lain, seperti kobis, daun bawang, seledri dan sayuran lain yang memiliki nilai ekonomis. Jadi dalam satu tahun penanaman kentang dilakukan cukup satu kali.

Sistem pola tanam seperti ini dikandung maksud untuk memutus rantai penyakit tanaman yang bisa menyerang tanaman kentang. Selama ini diduga banyak hama penyakit yang menyerang tanaman kentang, sehingga banyak petani yang memakai obat-obatan tanaman seperti pestisida di atas ambang normal, apalagi jika di musim hujan. Peningkatan penggunaan pestisida tersebut berdampak pada kurang bagusnya mutu kentang.

Untuk merubah pola tanam ini jelas tidak gampang, apalagi di wilayah dieng, disana budaya tanam kentang menjadi satu tolok ukur penilaian seseorang dari sisi ekonomi. Orang tanam kentang dianggap sebagai orang kaya atau orang mampu. Suharso menegaskan, perlu upaya penyadaran petani kentang di dieng secara psikologis disamping secara teknis tentunya. Sapta usaha tani juga perlu dilakukan petani. Sapta usaha tani sendiri merupakan istilah yang diambil Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, melalui Program Bali Ndeso Mbangung Ndeso di Bidang Pertanian, dimana di Kementerian Pertanian, istilah tersebut sama dengan SL-PTT atau Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu. Kegiatan ini meliputi penggunaan benih yang bersertifikat, pengolahan tanah yang baik, pengairan yang cukup, pemupukan secara berimbang, pengendalian hama yang tepat, panen dan pasca panen, serta pasartanaman yang sesuai.

Untuk penggunaan benih yang bersertifikat saat ini baru terpenuhi sekitar 15 persen, hal ini disebabkan karena jumlah benih ersertifikat masih terbatas. Saat ini stok benih tersebut diambil dari kledung, lembang dan beberapa kelompok petani penghasil benih. Kekurangan benih tidak hanya dialami di wonosobo, tapi di jawa dan juga di indonesia. Pemerintah telah berupaya untuk mengatasi hal tersebut dengan menyekolahkan beberapa petani ke balai benih kentang di kledung, untuk tahun ini sebanyak lima petani mengikuti program tersebut selama kurang lebih satu bulan.

Kesalahan proses tanam petani selama ini ditengarai menjadi salah satu penyebab kurangnya kesuburan tanah. Berkurangnya kesuburan tanah dikarenakan semakin berkurangnya top soil atau lapisan humus. Saat ini rata-rata top soil yang ada di dieng hanya sekitar 10 – 20 cm, dimana idealnya adalah pada kedalaman minimal 30 cm. Top soil sendiri mempunyai peranan yang sangat penting, karena di lapisan ini terkonsentrasi kegiatan-kegiatan mikroorganisme yang secara alami mendekomposisi serasah atau tumpukan daun kering dan rerantingan pada permukaan tanah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesuburan tanah.

Salah satu kesalahan proses tanam yang dilakukan petani di dieng adalah banyak petani yang mengolah lahan pada kemiringan lebih dari 30 derajat. Aturannya adalah di bawah 30 derajad, karena jika menanam di atas 30 derajad berakibat cepat hilangnya lapisan humus atau top soil. Untuk mengembalikan kesuburan tanah secara alami tentunya membutuhkan waktu, tidak bisa secara instan dilakukan, sekalipun dengan penambahan pupuk-pupuk pabrikan, bahkan jika dilakukan penambahan pupuk fine compost sekalipun, tetap saja tidak serta merta kegiatan mikroorganisme menjadikan tanah kembali subur. Pengairan tanaman yang baik juga harus diperhatikan petani, saat ini kebanyakan mereka masih mengandalkan hujan dan air sungai. Upaya perbaikan pengairan telah dilakukan, diantaranya dengan membuat alur-alur di lahan pertanian yang tersambung dengan sistem irigasi yang lebih baik. Untuk pemupukan saat ini sudah dilakukan secara seimbang, untuk satu hektar areal tanam sudah diberikan 250-300 kilogram pupuk non organik dan 3 rit pupuk organik.

Suharso menambahkan, yang perlu diperhatikan adalah masalah pengendalian hama, saat ini banyak petani yang memberi pestisida pada tanaman secara berlebihan, ke depan jika pola tanam sudah diterapkan pengendalian hama bisa dilakukan secara baik. Untuk panen dan pasca panen juga sudah cukup baik dilakukan petani. Sedangkan pasar kentang dari wonosobo sebenarnya sudah cukup baik, meskipun beberapa waktu yang lalu kentang dan sayuran wonosobo sempat mengalami kendala masuk ke jakarta dikarenakan ada perda dki jakarta tentang keamanan pangan, hal tersebut tidak mengurangi minat pasar terhadap kentang asal wonosobo, diantaranya karena keawetan tanaman kentang yang bisa mencapai tiga bulan. Tapi dengan masuknya kentang impor, pasar kentang asal wonosobo, dan juga daerah penghasil kentang lain di indonesia, mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Saat ini tentunya diperlukan kearifan dari semua pihak, agar petani, khususnya petani kentang di wonosobo tidak mengalami kerugian berkepanjangan, khususnya dengan adanya kebijakan kentang impor, dan yang tidak kalah penting kelestarian tanah di wilayah dieng juga bisa dijaga, sehingga anak cucu kita tidak menjadi korban karena perilaku dan pola tanam kita saat ini yang tidak sesuai, dengan mulai menerapkan pola tanam yang sesuai dan juga program sapta usaha tani.
 
 

Wednesday, October 10, 2012

Wow! Bligo Raksasa, kalo Berani 25 Juta !


BANDUNG, KOMPAS.com Buah bligo raksaksa yang diyakini sebagai buah yang sangat unik milik Mochammad Ijang Saefudin (63), warga RT 02 RW 02 Kampung Neglasari, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, hanya akan dijual jika ada yang mau membayar seharga Rp 25 Juta.

Diberitakan sebelumnya, buah ini sempat ditawar seharga Rp 5 juta oleh salah seorang utusan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun, pemilik tidak mengizinkan dengan alasan masih terbilang muda.



"Kalau dijual dalam keadaan muda begini, saya takut mengecewakan pembeli. Jika dipetik sekarang, buah ini akan mengerut," ungkap Ijang saat ditemui KOMPAS.com di kediamannya di Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kampung Neglasari, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/10/2012).

Saat ini, kata Ijang, buah yang tumbuh tepat di depan masjid itu baru berumur empat bulan. Sedangkan untuk pematangannya dibutuhkan waktu sekitar 7-8 bulan. "Jika dikonsumsi dalam waktu muda, buah bligo bisa menyembuhkan penyakit kanker, tapi buah ini sulit didapat," katanya.

Ijang, yang dikenal sebagai ustaz di daerah tersebut, merasa aneh dengan buah yang tumbuh di depan masjid dekat rumahnya itu. Sebab, pohon bligo langka ini berbuah tunggal dan besar, berbeda dengan pohon lainnya yang berbuah banyak dan kecil-kecil. Biasanya pada pohon lain berjumlah 60 buah setiap pohonnya. Selain itu, sebagian dari ranting buah menjalar sangat panjang, lebih dari 20 meter.

"Jika ada di tempat lain, pastinya buahnya banyak dan rantingnya pun tidak menjalar panjang. Itu pun sulit ditemukan," jelasnya.

Ijang tidak menghalangi siapa saja yang berminat membeli buah seberat 10 kilogram lebih itu dengan catatan menyetujui harga yang diminta. "Jika sekarang ada yang mau membeli, saya akan pasang harga sekitar Rp 25 juta. Kalau tidak ada, akan saya diamkan saja di sini sampai mengeras, kemudian saya akan jadikan teko atau pentungan masjid," tegas Ijang.

Rencananya, lanjut Ijang, jika buah itu terjual, uangnya akan dipakai untuk merenovasi masjid yang berdekatan dengan tempat tinggalnya. "Saya akan memperbaiki masjid dengan uang itu. Saya akan menggunakannya pada jalan yang baik. Kalau untuk segala sesuatu yang baik, apalagi dapat mengubah seluruh dunia menjadi lebih baik dan bermanfaat kenapa tidak?" tegasnya.