Showing posts with label Tledekan. Show all posts
Showing posts with label Tledekan. Show all posts

Friday, November 14, 2014

Cara Memilih Burung Tledekan Bagus


Cara Memilih Burung Tledekan Bagus | burungbudidaya - Seekor burung tledekan dimaksud bagus bila mempunyai nada rapat, kencang, penuh getaran (vibrasi), serta gacor. Nada kicauan itu dikeluarkannya dalam posisi berdiri yang tenang, nagen, dibarengi style khas yang dimaksud nyeklek. Pasti tak seluruhnya tledekan mempunyai karakteristik seperti itu. Di bawah ini tips pilih burung tledekan yang bagus, supaya dapat menghibur Anda dirumah.

Saat sebelum beli burung tledekan, baik untuk kelangenan dirumah ataupun maksud lomba, terdapat banyak persyaratan yang butuh jadikan pertimbangan, mencakup segi mental serta fisik/tampilan.

Mental Burung Tledekan


Dalam penentuan burung tledekan gunung, hal pertama yang perlu di perhatikan yaitu aspek mentalnya. Mental ini sangatlah memastikan apakah nanti burung berkwalitas lomba atau tak.

Tledekan yang memiliki mental baik biasanya bakal mempunyai sebagian karakter di bawah ini :
  • Berpenampilan lebih tenang.
  • Tak ketakutan saat didekati, terlebih untuk burung bahan/bakalan.
  • Kerap keluarkan nada kicauannya.
  • Segera menyerang dengan sikap berdiri tegak saat lihat burung tledekan lain. Semakin baik mentalnya, burung bakal menghadirkan style nyeklek.
  • Pilih tledekan dari bentuk serta penampilannya
Burung yang baik dapat di ketahui dari beberapa warna bulunya yang cerah, rapi, serta bercahaya. Bila bulu-bulu di seputar badannya terlihat kusam serta kusut, itu mengisyaratkan burung dalam keadaan tak baik, lantaran kurang memperoleh perawatan serta gizi yang ideal.

Diluar itu, burung dengan bulu kusam serta kusut umumnya tak mempunyai mental yang baik. Karena tampilan bulu adalah salah satu modal saat ia bakal bertemu dengan burung sejenis ataupun pasangannya.


Dalam pilih burung tledekan, janganlah lupa menyimak sebagian katuranggan di bawah ini :
  • Paruh tidak tipis serta berkontur belimbing (paruh belimbing)
  • Badan panjang.
  • Kepala besar serta ceper.
  • Leher lebar.
  • Mata terlihat belo (melotot), jernih namun tak berair.
Burung dengan tampilan fisik seperti itu umum mempunyai sebagian kelebihan seperti dibawah ini :
  • Burung lebih rajin berbunyi
  • Burung memiliki nafas panjang
  • Burung mempunyai nada rapat, kencang, serta penuh getaran (vibrasi)
  • Burung gampang dimaster dengan nada burung lain
Diluar itu, burung tledekan dengan keadaan diatas dapat diasah lagi mental tempurnya hingga jadi tambah baik, umpamanya lewat cara :
  • Mengatur lagi pemberian pakan penambahan, terlebih serangga seperti kroto, jangkrik, serta ulat hongkong. Ini bakal bikin birahinya lebih stabil hingga dapat tampak optimal saat dilombakan.
  • Melatih atau ditempel dengan burung betina tiap-tiap 1 – 2 minggu sekali.
  • Kerap dilatih dengan tepukan tangan yang kencang (dikeprok-keprok) supaya burung tak gampang kaget dengan nada keras serta melatihnya supaya latah.
  • Kerap dilatih dengan burung sejenis satu minggu sekali. Sesudah sekian kali burung tunjukkan tampilan apik, jadi telah waktunya untuk dilombakan.
Dalam perawatan harian, burung tledekan dengan mental yang bagus umumnya tak gampang ngedrop waktu digantang berbarengan burung fighter yang lain seperti kacer, murai batu, atau decu. Namun disarankan terus melindungi jarak mereka supaya karakter serta karakternya terus mantap.

Wednesday, July 2, 2014

CARA MERAWAT BURUNG TLEDEKAN GUNUNG YANG BARU BELI DARI PASAR BURUNG (PENGALAMAN PRIBADI)

damai9 - Setiba di rumah setelah membeli burung Tledekan Gunung, tampak pada gambar yang Alhamdulillah sampai sekarang masih sehat dan sudah nge-voer dan sudah mulai rajin nyuling ….. hehehe.

Pada awalnya sejak dari membeli sebenarnya ada perasaan khawatir karena selama tiga hari burung belum mau makan sama sekali, sekalipun dari beberapa jenis makanan sudah dipisah ditempat masing-masing, seperti kroto, ulat hongkong, jangkrik kecil beberapa ekor, voer malau campur kroto, air mineral dalam cepuk kecil untuk minum dan air dalam cepuk agak besar untuk mandi, dan selama tiga hari tersebut hanya 2-3 ekor ulat saja yang termakan, dan ternyata hanya air mandi yang selalu habis karena sepertinya selalu buat mandi setiap siang dan malam hari (karena kebetulan tidak sempat mantau karena harus “nguli”).



Dan alhamdulilah pada hari keempat burung sudah mulai makan jangkrik yang kita siapkan 4 ekor sempat dimakan 2 ekor, kroto juga sempat dimakan sebagian dan demikian juga ulat hongkong 1-2 ekor.

Pada hari kelima, sengaja saya siapkan kroto dengan topsong mini yang saya campur dengan 3 tetes air yang saya aduk rata agar bisa sedikit tidak terlalu kasar dan kroto pun bisa menempel pada voer, dan Alhamdulillah sepulang daru nguli sempat saya pantau, ternyata kroto yang sedikit tercampur dengan voer juga sudah mulai dimakan.

Di hari keenam sama dengan yang saya lakukan pada hari kelima, namun air hanya saya kasih 2 tetes pada campuran kroto dan topsong mini dengan porsi voer dan campuran kroto yang sama.

Dan hari berikutnya sama seperti hari sebelumnya, hingga akhirnya sudah mulai terlihat dari kotorannya bahwa burung sudah sudah mulai ngevoer (maaf mau upload gambar kotoran tapi ga enak). Dan ketika sudah terlihat jelas sudah ngevor maka untuk meringkas tempat makan, akhirnya voer, kroto sengaja setiap hari saya berikan karena dalam proses pertumbuhan, ulat hongkong 2 kali sehari cukup 2-3 ekor  saya jadikan 1 cepuk, dan selalu saya berikan jangkrik ukuran kecil 4 ekor.

ARTIKEL LAIN TENTANG TLEDEKAN:


Demikian sekedar share pengalaman sendiri.
Semoga bermanfaat

Salam burungbudidaya