Thursday, September 27, 2012

Jenis Tanaman Yang Cocok Untuk Halaman Depan, Samping dan Belakang Rumah


Sebagai pemilik rumah sudah barang tentu kita menginginkan suasana rumah kita terasa sejuk, segar, nuansa hijau, subur, adem (jawa) dan terkesan indah. dari semua itu kita perlu meikirkan bahwa untuk membuat itu semua pastilah kita harus mengusahakan agar kondisi rumah kita seperti itu, maka dari itu ada beberapa tips agar rumah kita selain nyaman kita tempati juga agar enak dipandang oleh orang lain.

Ada beberapa cara agar rumah kita terkesan seperti yang kita sebutkan diatas, diantara solusi yang pertama adalah dengan ditanami pepohonan.

Kita gunakan dulu daya imanijasi kita dalam membuat agar rumah kita, dengan memilih jenis jenis tanaman / tumbuhan / pepohonan yang cocok untuk rumah kita. Kami telah mencatat beberapa jenis pohon yang cocok untuk ditanam di rumah kawasan sekitar rumah, dan lebih jelas lagi ada beberapa pohon yang masuk dalam kategori jenis tanaman langka / perlu dilestarikan keberadaannya.






 1. Tanaman pohon / tumbuhan untuk halaman depan.

Ada jenis pepohonan yang kita manfaatkan selain karena rindang juga dapat kita ambil buahnya, sehingga ketika pohon ini sudah besar dan menghasilkan buah buah, akan semakin menambah daya tarik rumah kita semakin menarik dan nyaman untuk ditempati (tambah kerasan). Jenis jenis pepohonan itu antara lain :

Pohon Wuni
Pohon Rambutan
Pohon Duku
Pohon Belimbing
Pohon Kesemek
Pohon Salam
Pohon Sawo
Pohon Kedondong
Pohon Jambu Merah
Pohon Mangga
Pohon Kecapi
Pohon Delima
Pohon Bisbul
Pohon Sawo Kecik
Pohon Sawo Bludru
Pohon Tanjung
Pohon Kepel
Pohon Kokosan
Pohon Duwet
Pohon Gayam
Pohon Maritam
Pohon Gandaria
Pohon Maltoa
Pohon Mengkudu
Pohon Kawista
Pohon Jamblang
Pohon Kweni
Pohon Samolo
Pohon Jeruk Purut
Pohon Kelengkeng

2. Untuk halaman depan atau tengah seperti teras, pendopo dgn tanaman pendek seperti :

Pohon Bungan Mawar
Pohon Pakis
Pohon Palem
Bunga Kertas
Bunga Dahlia
Bunga Melati
Pohon Daun Plastik
Pohon Palem
Bunga Anggrek
Pohon Orchid
Pohon Suplir
Pohon Paku
Ada jenis tanaman lain yaitu:
Anthurium, Aglonema, Adenium, Euphorbia, Pachypodium dan Philodendrum dan lain sebagainya

3. Tanaman pohon / tumbuhan di area belakang rumah.

Kami pilihkan jenis tumbuhan kesehatan yang mana selain menjadikan fungsi kesegaran rumah juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan secara alamiah. 
Berikut jenis tanaman itu :

Pohon Adas
Pohon Kunyit
Pohon Temulawak
Pohon Temu Kunci
Pohon Jarak
Pohon Jeruk Purut
Pohon Jeruk Nipis
Pohon Jeruk Limau
Pohon Tomat
Pohon Cabe 
Pohon Tanduk Rusa
Pohon Murbei
Pohon Melati
Pohon Mengkudu
Pohon Jambu Merah
Pohon Lidah Buaya
Pohon Kencur
Pohon Kembang Sepatu
Pohon Kecubung
Pohon Kapulaga
Pohon Jarak
Pohon Jahe
Pohon Cermai
Pohon Keladi Tikus
Pohon Pepaya
Pohon Salam
Pohon Katug
Sayur-sayuran, Sawi, Bayam, Kangkung, dan lain-lain

Itulah tadi tanaman yang dapat kita tanam di kawasan rumah kita, yang dapat kita mnafaatkan selain hanya untuk tingkat kesejukandan kerindangan rumah kita, namun bisa juga kita ambil manfaatnya dari sisi lain seperti dari buahnya dan juga dapat kita manfaatkan untuk keperluan obat-obatan.

Semoga bermanfaat.

Sunday, October 2, 2011

CONTOH DESAIN RUMAH MINIMALIS MODEL TERBARU - UPDATE

Semakin hari semakin banyak peminat orang untuk membangun tempat tinggalnya yang nota bene sebagai surganya, seperti pepatah mengatakan “Rumahku adalah Surgaku”, maka setiap pemilik rumah berlomba-lomba untuk membuat rumah, mulai dari rumah yang ukuran paling kecil, menegah, sederhana, sedang, besar hingga yang ukuran sangat besar bagaikan istana, dari yang mulai membangun dari awal (sejak tanah kosong), renovasi sebagian terutama untuk mendapatkan kesan minimalis hingga renovasi total dari rumah semula menjadi bentuk minimalis.

Contoh Desain Kolam Ikan Mas Koi Minimalis

Pada dasarnya semua itu tidak ada salahnya karerna memang saat ini sangat banyak sekali penggemar rumah dalam bentuk minimalis mulai dari kawasan perumahan padat penduduk, perumahan biasa, komplek perumahan, villa, hingga real estate dalam sekala besar, tidak sedikit kita temukan pembangunan ataupun renovasi rumah yang dibentuk dan dirubah menjadi model minimalis.


Peminatnya pun bermacam-macam, mulai dari orang yang memiliki rumah dengan jumlah banyak, artinya rumah dimana-mana, ada juga orang yang memiliki rumah dan kontrakan, namun tidak kalah pula bagi kalangan orang yang kebetulan belum memiliki rumah atau tempat tinggal pun bercita-cita apabila suatu saat bisa memiliki rumah, maka akan dibangun dengan gaya dan type minimalis.

Demikian bermacam-macam cerita tentang banyaknya peminat rumah dengan gaya dan bentuk minimalis.

Ada beberapa contoh rumah minimalis, antara lain:

1. Rumah Type Minimalis Kecil Sederhana

Model ini bisa diperuntukkan untuk jenis rumah dengan ukuran dan type antara 21, 36 sampai dengan 45. Diupayakan jika anda memilih rumah dengan type dan model yang seperti ini akan lebih baik jika arah rumah ini menghadap ke timur, artinya bisa menikmati pencahayaan dari sinar matahari pagi, karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa cahaya pagi adalah sangat bermanfaat buat kita.








2. Rumah Type Minimalis Kecil Sederhana

Untuk yang ini bisa dibentuk dengan ukuran dan type antara 36 dan 45, bahkan bisa juga dengan type yang lebih besar. Sama seperti type yang di atas, diupayakan jika anda memilih rumah dengan type dan model yang seperti ini akan lebih baik jika arah rumah menghadap ke timur, artinya bisa menikmati pencahayaan dari sinar matahari pagi, karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa cahaya pagi adalah sangat bermanfaat buat kita.

Mengenai warna exteriornya pun relative lebih mudah dan banyak pilihan, mulai dari warna terang, warna sedang, sampai warna yang agak sedikit gelap, hal ini tidak terlalu masalah karena posisi rumah yang menghadap ke arah matahari pagi.

3. Rumah Type Minimalis Sedang 2 Lantai

Tidak berbeda jauh dengan type yang sebelumnya, model dan bentuk yang inipun bisa dibentuk dengan ukuran dan type antara 36 dan 45, bahkan bisa juga dengan type yang lebih besar.

Begitu pula dengan tipe yang berikut, diupayakan jika anda memilih rumah dengan type dan model yang seperti ini akan lebih baik jika arah rumah menghadap ke timur, artinya bisa menikmati pencahayaan dari sinar matahari pagi.

Mengenai warna exteriornya pun relative lebih mudah dan banyak pilihan, mulai dari warna terang, warna sedang, sampai warna yang agak sedikit gelap, hal ini tidak terlalu masalah karena posisi rumah yang menghadap ke arah matahari pagi akan memberikan sinar dan terkesan cerah pada kondisi rumah tersebut.

4. Rumah Type Minimalis Agak Mewah 2 Lantai

Sedangkan yang ini lebih cocok untuk type diatas 36, mulai dari 45, 75, 81, 125 dan selebihnya bahkan bisa juga dengan type yang lebih besar.

Dan tetap seperti sebelumnya pula diupayakan jika anda memilih rumah dengan type dan model yang seperti ini akan lebih baik jika arah rumah menghadap ke timur, artinya bisa menikmati pencahayaan dari sinar matahari pagi.

Mengenai warna exteriornya pun relative lebih mudah dan banyak pilihan, mulai dari warna terang, warna sedang, sampai warna yang agak sedikit gelap, hal ini tidak terlalu masalah karena posisi rumah yang menghadap ke arah matahari pagi akan memberikan sinar dan terkesan cerah pada kondisi rumah tersebut.

5. Rumah Type Minimalis Besar & Mewah

text-align: center;"> Dan type yang seperti ini adalah type yang paling bebas dalam urusan minimalis, karena selain ruangan yang banyak, maka untuk urusan bentuk, model ruangan baik interior maupun exterior sangatlah bebas untuk mendesaignya.

Contoh desain gambar rumah minimalis yang selama ini mungkin anda mengiginkan desain tersebut untuk menjadikannya sebagai hunian nyaman anda. Desain rumah minimalis memang sangat unik dan dicari banyak orang untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga dan bahkan bagi saudara, teman, tetangga bahkan bagi orang yang belum dikenalpun bisa menikmati keindahan dari rumah dengan corah minimalis. Selain itu rumah dengan model ini memiliki kesan elegan dan bisa membuat orang yang menempatinya merasakan hunian yang tentram.

Di Indonesia khususnya untuk jenis model rumah minimalis modern memang sangat jarang di temukan di kota-kota yang selama ini mungkin kita tidak mengetahuinya. Untuk itu sebelum membuat desain rumah minimalis haruslah kita memperhatikan beberapa aspek penting yang sering kita lupakan yaitu lingkungan sekitar tempat tinggal yang mungkin akan dibangun sebagai tempat rumah sederhana minimalis. Seperti yang kita ketahui juga bahwa rumah minimalis dengan konsep yang cukup minimal akan menghasilkan kindahan yang maksimal bagi para pemiliknya, dimana sempitnya lahan ini bisa di rubah dengan penataan perabot serta pemilihan warna cat yang sesuai agar kesan sempit menjadi terkesan luas dan lapang.

Dan masih banyak lagi rumah-rumah type dan model minimalis yang terupdate dan terbaru dengan gaya dan corak yang sangat indah dan modern.

Gambar-gambar ini diperoleh dari beberapa sumber di internet.

Monday, October 25, 2010

Penghasilan 5 Juta Perbulan Itu Didapat Dari Ternak Kutut Kropyok

Siapa setia pelihara yang kecil, dia akan dibesarkan. Siapa bermimpi raih kebesaran, dia akan dikerdilkan. Itu kiat jitu peternak perkutut kropyok (kelas ekonomi). Pepatah bilang, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.

Fajar, warga Saradan Madiun telah membuktikan. Dengan aset 100 pasang indukan, tiap bulan, lelaki ini bisa maraup penghasilan Rp 2 juta bersih. Besaran penghasilan lumayan besar untuk takaran peternak kecil yang hidup di pinggiran hutan Saradan.

Penghasilan itu masih ditambah dengan rejeki tiban (rejeki tak terduka). Yakni, manakala dari kandang ternaknya itu muncul piyik perkutut dengan kualitas bagus. Ini mengingat tidak semua materi indukan yang dimiliki berkualitas kropyok. Terdapat beberapa pasang indukan trah burung kampiun. Meski, Fajar sendiri mengaku materi indukan itu dibeli dengan harga kualitas kropyok.

“Sejak buka kandang saya memang berniat ternak kutut kropyok. Tidak terlalu pusing. Asal bisa telur, netas, jadilah duwit. Tidak perlu pusing-pusing pantau ita-itu,” ujarnya.

Sutrisno, warga Munggut, Kabupaten Madiun, lebih-lebih. Begitu berminat ternak perkutut kroyok, dia langsung buka ratusan kandang. Dalam beberapa tahap, kini kandang ternaknya mencapai 450 pasang perkutut.

Tentu, penghasilan rutin bulanan yang didapat pun lebih tinggi. Sekali panen, karyawan PDAM Kabupaten Madiun itu sediktinya bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 5 juta.

Perhitungan acaknya, dari 450 pasang indukan, sebulan bisa keluarkan piyik 250 ekor. Satu ekor piyik kropyok dijual seharga Rp 20 ribu. Totalnya, 250 X Rp 20 sama dengan Rp 5 juta.

Untuk biaya perawatan dan gaji seorang perawat, cukup diambilkan dari hasil penjualan piyikan perkutut kualitas sedang secara eceran. Sebab, Sutrisno juga menyelipkan materi indukan berkualitas di antara kandang ternak perkutut kroyoknya itu.

ang sebesar itu, boleh dibilang datang sendiri. Seorang pengepul dari Yogyakarta, saban bulan setia mengambil produksinya. Kalau tidak dari Yogyakarta, sejumlah pedagang burung lokal juga rutin kulakan.

Seperti Fajar, Sutrisno mengaku terjun ke ternak perkutut murni bisnis. “Saya sebenarnya tidak begitu paham perkutut. Makanya yang saya geluti ternak perkutut kropyok,” katanya.

Lantaran, pilihan segmen pasarnya di level bawah, kontruksi kandangnya pun dipilih kontruksi kandang tumpuk. Dengan ukuran mungil. Yakni, panjang 50 cm, tinggi tinggi 50 cm dan lebar 45 cm. Serupa sangkar burung ocehan.

Kandang pembiakan itu dibuat berjejer, dan dipasang di tembok dengan sistem bertingkat-tingkat. Untuk menu pakannya, digunakan campuran foor ayam dan sedikit millet.

Dengan inovasi paling pragmatis kayak gitu, terbukti Sutrisno rauop penghasilan tambahan sekitar Rp 5 juta per bulan.

BURSA & KONSULTASI PERKUTUT CALL HP 081 335 596 811

Inova Alla Star Berjaya di Laga Perkutut

Inova All Star (IAS), perkutut hasil inovasi kandang Inova Bird Farm Madiun, kian berpamor. Dalam lomba burung perkutut bertajuk Madiun Cup I /2010, si lurik manis debutan Andi Cs itu mampu bertengger di tiga besar, bersaing ketat dengan Naga Surya, milik Yong Bledek, Nganjuk dan Adinda milik Ir. Sudirman Madiun.

Sejak babak pertama dihelat, perseteruan tiga perkutut kampiun di kelas senior itu, cukup heboh. Inova All Star (IAS) yang bertengger di gantangan 43, langsung mengumpulkan poin tertinggi. Bahkan di babak pembuka ini, IAS sempat mengungguli Adinda dan Naga Surya.

Persaingan tiga perkutut kampiun di kelas senior ini terus berlanjut hingga turun minum. Inova All Star dengan suara khas dobel, besar dan berujung panjang itu memimpin di dua babak pendahulu.

Bahkan kepiawaian Inova All Star dalam memimpin babak pembuka itu, menghipnotis penggemar dari Malang. Di sela perhelatan kongmania, IAS sempat dirayu dengan tawaran menggiurkan. Yakni, Rp 25 juta. Namun, sang pemilik, tampaknya belum tertarik dengan tawaran itu.

Masuk babak ketiga, selepas turun minum, Naga Surya mendadak mengeluarkan suara tembakan tengah ngocak dan tengkung panjang meruncing. Bak menyalip di tikungan, perkutut milik Ayong Bledek, Nganjuk itu, tembus poin tertinggi.

Perolehan angka tertinggi di babak ketiga ini, terbukti mampu membabtiskan NS pada posisi teratas di kelas senior.

Persaingan semakin tajam di babak keempat. Posisi gantangan Ias yang berada dipinggir, mulai ungkit masalah. Teriakan peserta, menjadikan Ias ngelabrak dan putar-putar. Dampaknya, Ia tak mampu keluarkan suara emasnya di babak penentu. Kalah tipis dibanding Adinda, yang terus bertahan di posisi runner up.

Gelaran Madiun Cup I/2010 itu sendiri berjalan mulus. Sebanyak 170 peserta dari Madiun, Ngawi, Ponorogo, Kediri, Nganjuk, Magetan dan Surabaya, ikut ambil bagian.”Sebagai acuan barometer kualitas apresiasi perkutut, lomba kali ini bisa dibilang bagus. Persertanya membludag, “ ujar Handoko, ketua panitia lomba.

Lomba yang dihelat di pusat latihan perkutut P3SI Korda Madiun, Komplek Stadion Wilis itu menghelat tiga kelas. Yakni, Senior, Yunior dan Kelas Piyik Hanging. Keluar sebagai juara keempat, setelah Naga Surya, Adinda dan Inova All Star, perkutut milik Danang, Ponorogo.

Sedangkan posisi lima hingga sepuluh besar, masing-masing diraih, Gladiator (Sudirman, Madiun), Melodiku (Sutrisno, Kediri), Anonim (Hadi, Magetan), Joyo, Mukandar, Ponorogo) Ruyung (Yong Bledek, Nganjuk) dan Satria (H. Parmin, Ponorogo).

Inova Bird Farm Call HP 081 335 596 811

Ikon Irama Perkutut Sering Terjebak Trend Pasar

Kegagalan kongmania dalam mengapresiasi irama perkutut, lebih dikarenakan pemahaman parsial terhadap suara perkutut itu sendiri. Penyebab lain, lantaran terjebak permintaan dan persaingan pasar bebas.

Demikian data empiris yang berhasil diperoleh penulis. Indikasinya, kongmania kerap hanya fokus pada bunyi suara tengah (ketek) jika mencermati irama perkutut. Padahal, irama perkutut tercipta dari kompilasi bunyi angkatan (suara depan), ketek (suara tengah), tengkung (ujung) dan dasar suara.

“Kenapa sampai terjadi begitu? Penyebabnya, karena perubahan tren pasar,” ujar Suhendro, pakar perkutut asal Kediri.

Pemilik :Gotong Royong”, burung kampiun senilai setengah miliar itu mencontohkan,. saat ini, ketika tren pasar terhipnotis suara ketek perkutut dobel dan dobel plus, kongmania lantas beranggapan, irama burung terbagus saat ini tercipta dari suara tengah dobel dan dobel plus.”Padahal tidak semua perkutut dengan ketek dobel itu berirama bagus. Banyak perkutut engkel dan satu setengah berirama bagus. Bahkan lebih bagus dari dobel dan dobel plus,” lanjutnya.

Tapi diakui, kekeliruan salah kaprah dalam pemahaman irama burung perkutut ini, praktis jadi fenomena klasik di tengah perburuan burung klangenan ini.

Boleh jadi, kelak ketika inovasi kandang berhasil menetaskan burung perkutut dengan ketek tripel atau tripel plus (lebih dari delapan – sembilan ketukan) irama perkutut bakal terjebak pada perkutut dengan ketek tripel atau tripel plus.

Masgulnya lagi, nilai-nilai materialistik, seperti permintaan pasar dan lebel harga dalam konteks apresiasi irama ini, terbukti mampu memporakporandakan nilai idealisme.

Fakta berbicara, perkutut dengan suara ketek engkel, sebagus apa pun iramanya, tetap asor (kalah saing dan pamor) jika dibanding dengan ketek satu setengah maupun dobel. Meski, ketika turun lomba perkutut engkel itu terbukti burung kampiun peraih tropi kejuaraan.

Paling aman, ikuti tren pasar tanpa meninggalkan standardisasi apreasiasi baku. Terlebih jika kongmania telah bertaruh investasi dan menjadikan perkutut sebagai bagian dari ajang bisnis.

Kecuali, Anda penggemar perkutut klangenan sejati. Yakni, penggemar perkutut dengan keyakinan maton, bahwa irama perkutut terbaik adalah perkutut yang berhasil membuat Anda orgasme ketika mendengarkannya! (Andi Casiyem Sudin/bersambung)

BURSA & KONSULTASI PERKUTUT CALL HP 081 335 596 811

Penilaian Irama Perkutut Tidak Berlaku Surut

Tata cara lomba dan penjurian burung perkutut yang dikeluarkan Persatuan Pelestari Perkutut Indonesia (P3SI) menyebut, pakem (standardisasi) irama perkurut harus memenuhi unsur senggang, lenggang elok dan indah.

Senggang artinya irama perkutut itu memiliki intonasi, atau jeda relatif senjang. Tidak rapat (nrithik), tidak tergesa-gesa (ngosrog). Istilah kongmania kata senggang ini sering disebut dengan istilah “mad” atau “laras”. “Kita (kongmania, red) sering menyebutnya dengan kata lelah,” ujar Saiful, juri bersertifikat nasional asal Kediri.

Pendekatan arbiter yang lebih pahami umum, barangkali adalah mendayu-dayu.

Kriteria lain yang harus dimiliki pada kualitas irama perkutut adalah lenggang. Padan kata dari lenggang adalah bernada melankolis dan ritmis. Atau juga bernuansa romantis.
Akan lebih bernilai tinggi, jika kualitas lenggang ini berunsur spesifik. Atau dalam bahasa kongmania, berunsur “nyele”. Maknanya berbeda dengan yang lain.

Patut disepakati, apresiasi terhadap irama perkutut (irama alam) berbeda dengan aspresiasi tangga nada (notasi). Standardisasi irama perkutut bergantung pada cita rasa. Tidak maton (tidak baku) dan terus berkembang sesuai dengan temuan dan keberhasilan inovasi ternak dan segemen pasar perkutut itu sendiri.

Konsekekuansinya, sistem penialaian keindahan bunyi perkutut tidak berlaku surut (pengurangan) sebagaimana penilaian tangga nada lagu, tapi berjalan maju (penambahan).

”Di kongkurs burung perkutut, juri bukan mencari kesalahan bunyi burung, tapi mencari keindahan bunyi. Ditunggu, sampai perkutut itu mengeluarkan bunyi terbaiknya, baru kita nilai,” lanjut Saiful.

Data empiris, puncak apresiasi irama perkutut terus mengalami peningkatan, jika enggan menyebut perubahan, setiap kurun waktu. Di era kejayaan perkutut lokal, tahun 80-an ke bawah, penetrasi rasa kongmania terfokus pada alunan nada perkutut engkel atau genep (empat ketukan. Yakni kla..ke..tek..kung).

Pasalnya era tersebut masih didominasi perkutut jaringan atau undhuhan (mengambil anakan burung) dari alam. Wirama (nada) Perkutut Bongkok hasil olah kandang, belum begitu dikenal.

Karena perkutut yang ada di alam hanya menyajikan bunyi engkel, orang pun lantas mencari puncak keindahan suara pada perkutut yang memiliki bunyi engkel.(bersambung)

BURSA PERKUTUT BEKUALITAS CALL 081 335 596 811

Tuesday, January 5, 2010

Menghayati Suara “Senggakan” Perkutut Sebagai Anugrah

Nada “senggakan”, dalam terminologi seni gamelan atau karawitan, bermakna teriakan untuk membangkitkan kantuk. Karena konteksnya adalah seni, tentu, “senggakan” juga memiliki aturan. Tidak asal berteriak. Harus merunut atau seirama (laras) dengan nada. Muaranya, meski bermaksud menjagakan kantuk, teriakan itu tetap terdengar indah. Misalnya, yaee…yaee…yaee..haaa…ooooo.

Istilah senggakan juga dikenal akrab di blantika seni suara burung perkutut. Malah, “senggakan”, bisa jadi juru kunci pengungkit suara perkutut untuk mendapatkan nilai sempurna (45). Pendekatan lebih sederhana, “senggakan” nyaris serupa dengan arsenal pada ujung peluru kendali. Arsenal itulah yang mampu mencipta ledakan dahsyat dengan hasil sempurna.

Blantika seni suara butung perkutut juga mengenal kata senggakan. Tempatnya ada pada ujung suara (tengkung). Survei lapangan membuktikan, dewan juri serta merta bakal menancapkan bendera “koncer penthol” (bendera lima warna berujung bola pingpong), manakala mendapati perkutut memiliki senggakan.

Berbeda dengan senggakan nayaga pada pentas karawitan, senggakan pada ujung perkutut ini, berupa bunyi noklak (klaaa), sebanyak satu atau dua kali di antara tengkung. Misalnya, Klaaa …ke-tek-ke-tek…kong, kla…ke-tek-ke-tek…kong (setelah berbunyi stabil begitu, kemudian di tengah-tengahnya muncul bunyi) Kla…ke-tek-ke-tek..klaa, selanjutnya kembali lagi ke bunyi standar awal, Kla…ke-tek-ke-tek…kong.

Berani bertaruh, jika Anda memiliki perkutut dengan suara senggakan seperti itu, burung Anda dipastikan bakal mengantongi nilai sempurna di kolom penilaian irama. Sebab, kualitas irama perkutut itu, tak hanya lenggang dan senggang. Tapi juga mengandung unsur elok.

Elok dalam irama perkutut bermakna, merdu dan indah. Tidak blero atau fals, rata dan laras. Keindahan irama akan terdengar lebih sempurna jika diselingi suara senggakkan.

Sayangnya, mencetak burung kampiun yang memiliki suara senggakan terbukti tidak gampang. Sepanjang sejarah konkurs perkutut, tidak setiap musim lomba muncul burung jawara yang memiliki suara senggakan.

Di even puncak apresiasi perkutut nasional berlebel Hamengkubuwono Cup atau Piala Raja, misalnya, tidak setiap tahun muncul burung jawara bersuara senggakan. Kecuali, barangkali, saat masa kejayaan Misteri Bahari, di paroh tahun 90-an.

Sejumlah pakat perkutut, cenderung geleng-geleng kepala jika sudah diajak bicara soal bunyi senggakan. Pasalnya, bunyi senggakan ini cenderung muncul secara natural dan spontan.”Saya kita factor X lebih dominan, jika bicara soal suara senggakan burung perkutut,” ungkap Lamidi, Ketua Departemen Penjurian P2SI Korwil Jatim, Senin (28/12).

Data empiris menunjukkan, tidak semua perkuktut jawara mampu meletupkan suara senggakan. Yang lebih sulit lagi, burung bersuara senggakan, juga tidak setiap bunyi mengeluarkan senggakan. “Sepertinya bunyi senggakan perkutut dalam lomba sama dengan hoky. Atau anugrah. Sebab, burung itu bisa menyalip di tikungan,” lanjut Lamidi.

Yang dimaksud menyalip di tikungan dalam lomba perkutut adalah menyalip nilai tertinggi pada saat-sat kritis. Atau pada saat penentuan kejuaraan.(bersambung) andi casiyem sudin)

Unsur ‘Miji-Miji” Dalam Irama Perkutut

Hobi memang unik. Seunik perbandingan kepuasan rasa dengan nilai objek habi itu sendiri. Karena, puncak apresiasi hobi bermuara pada rasa, maka posisi “ego” sangat dominan. Begitupun, hobi burung perkutut. Yakinlah, orang di luar kongmania (komunitas penghobi berat burung perkutut), bakal geleng kepala jika diajak bicara soal dunia satwa bernilai spesifik ini.

Sekadar, mengingatkan, acuan dasar Tata Cara Konkrus dan Penjuarian produk P3SI, nilai dalam konkurs burung perkutut adalah pernyataan perbandingan keindahan suara yang diwujudkan dalam angka-angka tertentu.

Penilaian keindahan suara dalam konkurs itu sendiri dirinci ke dalam lima (5) sasaran penilaian. Yakni : a) Suara depan, dengan kriteria panjang, membat (mengayun) bersih. b) Suara tengah, dengan kriteria bertekanan, lengkap dan jelas. c). Suara ujung dengan kriteria bulat, panjang dan b. d). Irama dengan kriteria senggang, lenggang, elok dan indah. e). Dasar suara atau kualitas suara dengan kriteria tebal, kering, bersih dan jernih.

Ulasan soal angkatan, suara tengah (ketek) dan ujung (tengkung), sudah diluncurkan secara bersambung. Sekarang, sampai pada pemahaman tentang irama atau lagu.

Dalam konteks apresiasi seni suara burung perkutut, irama menduduki posisi puncak. Sebab, acuan dasar penilaian kualitas irama perkutut, merupakan kompilasi dari keseluruhan kualitas rangkaian suara. Yakni, suara angkatan, tengah (ketek), ujung (tengkung), dan terakhir dasar suara atau kwalitas suara.

P3SI memberi pakem penilaian irama perkutut ini dengan kriteria senggang, lenggang, elok dan indah. Senggang dalam dunia perkutut sering disebut “miji-miji”. Istilah ini lebih merujuk pada kwalitas suara tengah yang musti bertekanan, lengkap dan jelas.

Istilah “miji-miji” juga terkait erat dengan intonasi atau jeda. “Mengukur intonasi suara tengah, yang paling gampang ya dengan ketukan,” ungkap Kunto Wijoyo, juru perkutut asal Klaten, Jawa Tengah.

Seperti kebanyakan juri lain, Kunto lebih sepakat mengukur intonasi bunyi perkutut yang disebut “miji-miji”, maksimal dua ketukan dalam satu detik. Jika intonasi yang terbentuk lebih rapat, istilah yang dipakai bukan lagi “miji-miji” tapi “nyeret”. Dan itu akan menjadikan irama burung jadi kurang nyaman untuk didengarkan.

Terdapat perbedaan mendasar antara apresiasi burung perkutut dengan burung acehan. Mengukur kwalitas suara burung ocehan, kriterianya justru harus kasar dengan intonasi yang cepat dan tegas. Takaran kwalitas irama perkutut justru sebaliknya. Harus senggang atau “miji-miji”.

Diakui, itu pula yang menjadi alasan paling mendasar, kenapa penggemar burung perkutut (anggungan), enggan untuk turun ke dunia hobi burung acehan. Begitu pula sebaliknya. Ibarat musik, suara burung perkutut masuk ke jenis musik klasik, sedangkan acehan laiknya musik pop atau rock.

Selain senggang, kreteria irama atau lagu burung perkutut harus lenggang. Padan kata lenggang adalah merdu. Atau di kalangan kongmania lebih sering dikatakan dengan istilah “lelah”. Pertanyaannya, bagaimana sosok suara perkutut yang disebut “lelah” itu? (bersambung) andi casiyem sudin.

Tren Ujung Perkutut 2010 Masih Berkiblat ke Bangkok

Muhammad Yosep alias Yusuf Klantan, dalam berbincangan telepon, mengatakan, dia tengah bongkar pasang materi kandang untuk mencetak anakan perkutut berujung panjang. Importir perkutut asal Kelantan Malaysia itu, memprediksi, tren suara perkutut 2010 bakal didominasi ujung panjang dengan volume besar, bulat dan kristal.

“Kalau tren suara angkatan dan tengah, saya kira tidak begitu banyak perubahan,” ujarnya, Senin (14/12). Padahal, mayoritas peternak mengakui, tidak gampang mencetak ujung panjang. Kalau menjetak anakan perkutut dengan angkatan dan ketek berkualitas, relatif mudah.

Importir perkutut yang kini bermukim di Tulungagung itu pun lantas mencoba memformat materi indukan dari Bangkok Selatan dengan produk nasional. Sejauh ini, perkkutut impor asal Bangkok Selatan, dikenal bersuata besar dan berujung panjang. Sedangkan keunggulan produk lokal berada di suara angkatan, tengah dan irama.

Yang jadi pertanyaan, sepanjang apa ujung yang bakal jadi tren perkutut 2010? Teka-teki ini, diakui, kini menghantui peternak papan atas dalam negeri. Sebab, untuk mencetak perkkutut jawara beujung panjang, serupa “Aljazair”. perkutut jawara milik Tim Terminal Perkutut, Surabaya dan “Jamaica” milik Hendri S, Tasikmalaya, sulitnya bukan kepalang.

Dua perkutut yang bertengger di urutan atas LPI 2009 itupun, ternyata burung import, produk peternak Bangkok. Bukan produk dalam negeri. Maknanya, kongmania negeri tercinta ini, terbukti masih berkiblat ke negeri jiran.

Padahal, merunut muasal perkutut, orang dengan ringan bakal ngomong, habitat murni burung klangenan itu berasal dari Indonesia. Sejumlah sumber mengatakan, hubungan bilateral Majapahit dengan Negeri Campa, mengawali migrasi perkutut unggulan dari Tanah Jawa ke Thailand.

Sepakatlah, mustinya fenomena ini dijadikan acuan dasar inovasi kandang peternak dalam negeri. Terus menerus berkiblat ke Bangkok, sama halnya mengesampingkan produk dalam negeri. Pertanyaan lanjut, sampai kapan, kongmania negeri tercinta bangga dengan produk mancanegara?

Terlepas dilemma itu, langkah yang dilakukan Yusuf, boleh dibilang langkah maju.Setidaknya, jika acuan dasarnya, terfokus pada menggali matari kelokalan untuk disempurnakan dengan materi manca negara. Lalu, sekali lagi, sepanjang apa ujung yang didambakan?

Sejumlah pakar perkutut saat ditanya soal ini, dengan ringan menjawab, minimal sepanjang ujung “Aljazair” dan “Jamaica”. Pakar perkutut dari Surabaya, Lamidi, menengarai dengan tiga hingga empat tekukan jari tangan. Jika demikian itu yang terjadi, berarti tren ujung perkutut jawara 2010 bakal tembus empat hingga lima tekukan jari tangan.

Maknanya, kiblat tren ujung perkutut 2010, masih belum bergeser dari Bangkok Selatan. Makna lain, terbukti peternak dalam negeri belum mampu mengembalikan simbol lelaki sejati ini, ke negeri sendiri.(bersambung) andi casiyem sudin

Ini Dia Burung Perkutut Bernilai Miliaran



Komunitas di luar pecinta burung perkutut, yakinlah, bakal berdecak kagum dan geleng kepala mendengar ini. Seekor perkutut jawara nasional, peraih point LPI (Liga Perkutut Indonesia) tertinggi, bandrolnya ternyata tak hanya jutaan tapi tembus miliaran rupiah.

Hasil penelusuran www.lawupos.net, burung perkutut jawara nasional pertama yang dibandrol miliaran rupiah adalah Susi Susanti. Perkutut jawaran di era tahun 80-an, milik H. Muhammad, Surabaya ini pernah dibandrol Rp 0,75 miliar (Rp 750 juta). Bergelang GM, Susi Susanti sempat merajai konkurs perkutut dalam negeri hingga empat tahun berturut-turut.

Perkutut jawara nasional lain yang dibandrol selangit adalah Misteri Bahari. Perkutut milik John Suwandi, Cirebon, Jawa Barat ini, moncer di era tahun 90-an. Perkutut non ring, dengan karakter suara dobel berujung panjang ini, di masa kejayaannya, sempat ditawarkan Rp 1 miliar. Oleh, A Lung, peternak perkutut berlebel Kopa Surabaya, perkutut ini ditawar Rp 600 juta. Tapi John, hanya tersenyum. Belakangan, Misteri Bahari diternak dan anakannya (piyikan atau bakalan) dibandrol antara Rp 30 juta – Rp 50 juta).

Masih di era 90-an akhir, kembali muncul perkutut jawara dengan bandrol selangit. Rating itu dimiliki Meteor, perkutut milik Tim Terminal Surabaya. Bertipe bunyi dobel, dobel ples, besar dan berujung panjang, Meteor dimasa jayanya dibandrol 1,5 miliar. Dan lagi-lagi tawaran di bawah Rp 1 M ditampik pemilik. Tim Selancar pilih Meteor masuk kandang. Anak Meteor juga dibandrol selangit. Sekitar Rp 40 – Rp 75 juta.

Masuk era 2000-an, perkutut jawara nasional peraih point tertinggi LPI, yang dibandrol miliaran, jumlahnya kian bertambah. Tim Terminal Surabaya, kembali pecahkan rekor sebagai pemilik perkutut jawara. Salah satunya, perkutut yang diberi nama Aljazair. Burung bergelang MLT asal Bangkok ini, dibandrol Rp 1,7 miliar.

Selain Aljazair, muncul pula Jamaika, perkutut milik Hendy, peternak WAT Tasik Malaya, kemudian Jamela H. Zainuri Hasyim, Bandung, serta Edy Yusuf dengan beberapa perkutut yang terkenal dengan nama belakang Raja. Seperti Mustika Raja, Pusaka Raja dan Tombak Raja. Deretan nama perkutut jawara itu, rata-rata dibandrol Rp 1 miliar lebih.(elpos)