Saturday, May 31, 2014

Mengenal berbagai jenis burung Nuri yang ada di Indonesia

Kita sobat Burung kicau semua tahu bahwa Indonesia mempunyai kekayaan alam sangat besar dan juga keindahan flora faunanya yang sangat menakjubkan dan cantik mempesona, salah satunya adalah jenis burung paruh bengkok yang memiliki warna bulu yang indah dan eksotis. 

Yah, namanya adalah burung Nuri, burung ini termasuk burung yang di lindungi di Indonesia, dan memiliki banyak sekali spesies di seluruh dunia dan 40 % nya ada di indonesia, dan rata-rata dari mereka adalah memakan Nektar (bunga), buah-buahan, biji-bijian dan serangga. Seperti apa burung-burungnya? mari ceekiidooottt...

  • Nuri Kepala Hitam (Black Capped Lory).
    Burung ini mempunyai nama latin Lorius Lory,  burung ini di sebut dengan nuri kepala hitam karena ada warna hitam pada kepalanya. burung ini memiliki ukuran sedang, yakni sekitar 30 cm.
    Habitat asli burung ini terdapat di Papua dan daerah sekitarnnya seperti kepulauan misool, batanta, salawati, teluk Cendrawasih dan sekitarnya. Burung ini termasuk burung sosial yang sering terlihat berpasangan dan dalam kelompok kecil.

  • Nuri Raja Ambon (Moluccan King Parrot).
    Nuri ini mempunyai nama latin Alisterus Amboinensis, burung ini berukuran sekitar 35 cm, Meskipun di kenal dengan nama Nuri raja Ambon, burung ini juga dapat di jumapai di luar wilayah Ambon seperti di Papua, pulau Peleng, Sula, Maluku dan Halmahera. khususnya di daerah perkebunan, hutan primer dan sekunder.

  • Nuri Kalung Ungu (Violet Necked Lory).
    Burung yang Mempunyai nama latin Eos Squamata ini mempunyai ukuran tubuh sekitar 28 cm. Di sebut dengan Nuri kalung ungu karena burung ini memiliki bulu warna ungu yang melingkar di lehernya. Ada 3 subspecies yang tersebar di Indonesia di antaranya adalah (1). Ricinata di Maluku utara dan kepulauan Widi, (2). Obiensis Rotchshild di  Obi dan Maluku utara, (3). Squamata di kepulauan Schildpad dan Papua utara. Mereka menyukai hutan tropis, perkebunan dan suka berkelompok.

  • Nuri Tanimbar (Blue Streaked Lory).
    Burung yang bernama latin Eos Reticulata ini memiliki ukuran tubuh sekitar 30 cm, Mereka menyukai daerah hutan primer maupun hutan sekunder, hutan mangroove dan hutan terbuka, mereka juga sering terlihat di area perkebunan untuk mencari buah dan nektar. Wilayah penyebarannya di daerah Babar, kepulauan Tanimbar dan Nusa tenggara timur.

  • Nuri Telinga Biru (Half Masked Lory).
    Nuri yang memiliki nama latin Eos Semilarvata ini adalah jenis burung nuri yang memiliki ukuran 23 cm. Daerah penyebarannya  adalah di pulau Seram dan Maluku. Burung ini menyukai pohon-pohon yang ada bunganya, dan biasa terlihat dalam kelompok kecil.

  • Nuri Sayap Hitam (Black Winged Lory).
    Burung ini Mempunyai nama latin Eos Cyanogenia, dia memiliki ukuran tubuh kurang ebih 30 cm. Daerah penyebarannya di wilayah kepulauan Teluk Cendrawasih, dan kawasan pesisir pulau Biak, Papua. Burung ini juga sering di jumpai membuat sarangnya di pohon-pohon perkebunan kelapa.

  • Nuri Maluku (Red Lory).
    Burung yang bernama latin Eos Bornea (Rubra) ini mempunyai ukuran tubuh sekitar 30 cm. Burung ini mempunyai 2 subspecies. yakni (1). Cyanotorus yang berada di daerah pulau Buru, dan (2). Bornea yang berada tersebar di kawasan Haruku, Ambon, Saparua, kepulauan Banda, Seram laut, Tayandu, Watubela dan kepulauan Kai.



  • Nuri Taulud (Red and Blue Lory).
    Burung yang juga di kenal dengan Nuri Sampiri ini mempunyai nama latin Eos Histrio, ukuran tubuhnya kurang lebih 30 cm. Burung ini ada 3 subspecies yang tersebar di dIndonesia diantaranya adalah: (1). Challengeri Salvadori yang berada di Pulau Miangas daerah Sulawesi utara, (2). Talatensis yang berada di kepulauan Taulud, dan (3). Histrio yang berada di pulau Siau, Sangihe dan Ruang.

  • Nuri Hitam (Black Lory).
    Burung yang bernama latin Chalcopsitta Atra ini berukuran sekitar 32 cm, dan memiliki 3 subspecies yang ada di Indonesia, (1). Bernsteini yang berada di pulau Misool, (2). Atra yang berada di pulau Salawati, Batanta dan daerah barat Papua, (3). Insignis yang berada di pulau Amberpon, Onin, semenanjung Bomberai, Papua.

  • Nuri Kate Geelvink (Geelvink Pygmy Parrot).
    Burung yang bernama latin Micropsitta Geelvinkiana ini adalah burung endemik Teluk Cendrawasih (Papua). Burung ini adalah burung Nuri yang paling kecil di antara Nuri lainnya, yaitu sekitar 9 cm. Ada 2 subspecies dari jenis ini yaitu, (1). Geelvinkiana yang berada di pulau Numfor, dan (2). Misoriensis yang berada di pulau Biak.

  • Nuri Ara Pipi Kuning / Ara Salvadori (Salvadori's Fig Parrot).
    Burung yang mempunyai nama latin Psittaculirostris Salvadorii ini memiliki ukuran tubuh sekitar 19 cm, mereka suka di dalam hutan maupun di pinggir hutan, bahkan mereka juga terlihat di sekitar perkampungan warga. Daerah penyebarannya hanya terbatas di wilayah barat laut Papua, di kawasan pegunungan Cyclops sampai ke pantai Teluk Cendrawasih bagian timur.